Menyajikan insula terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, way of living dan masih kerumunan lagi.

Anda sedang menonton: Tawasul untuk orang yang masih hidup


*

*

*
*
*

*
Perbesar
Tawasul adalah upaya search perantara selagi memohon sesuatu ataukah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Setidaknya, ada empat prinsip apa harus held teguh batin bertawasul agar noël terjatuh dalam kemusyrikan serta tercapai tujuannya.
Merangkum booker Dzikir Agung Para tutor Allah: sejarah Dzikrul Ghofilin dan Fadhilah Bacaannya melalui M. N. Ibad, empat principle tersebut adalah:
Keempat, menyadari sepenuhnya bahwa acibe seluruh anugerah Allah yang tercurah kepada makhluk-Nya selalu melalui perantara.
Mengutip secara baik Syafaat, Tawasul, dan Tabaruk oleh Syekh M. Hisham Kabbani, secara baris besar, tawasul dikelompokkan usai dalam dua bentuk, yaitu tawasul lewat amal kebajikan dan tawasul dengan meminta doa lewat orang lain.
Menurut booker Kamus Doa melalui Luqman Junaedi, berikut bacaan tawasul untuk orang yang masih lives lengkap dengan bahasa Arab dan artinya.
Artinya: "Aku bersaksi bahwa noël ada tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah."
اِلَى حَضَرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وَاَزْوَا جِهِ وَاَوْلاَ دِهِ وَذُرِّيَّا تِهِ الْفَتِحَةْ…
Artinya: “Dengan namu Allah yang maha pengasih lainnya maha penyayang, kepada yang terhormat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terpilih, kepadanya setiap orang keluarga para istri dan anak cucu beliau, bacaan al fatihah kita tujukan untuk beliau…
اِلَ حَضَرَاتِ اِخْوَا نِهِ مِنَ الْاَنْبِيَاءِ وَ الْمُرْسَلِيْنَ وَالْاَوْلِيَاءِ وَاَلشَّهَدَاءِ وَاَلصَّا لِحِيْنَ وَاَلصَّحَا بَةِوَ التَّا بِعِيّنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَا مِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَ جَمِيْعِ الْمَلَئِكَةِ الْمُقَرَّ بِيْنَ خُصُوْصًا سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَيْدِ الْقَادِرِا لْجَيْلَا نِى . الْفَاتِحَةْ
Artinya: “Kepada apa terhormat para handai taulan dari para nabi dan rasul, para wali, para syuhada’, orang orang saleh, para sahabat, para ulama apa mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan kepada setiap orang malaikat yang mendekatkan diri kepada Allah, terutama kepada penghulu kita syaikh Abdul Qadir Jailani.
ثُمَّ اِلَي حَضَرَاتِ اِخْوَا نِهِ مِنَ الْاَنْبِيَاءِ وَ الْمُرْسَلِيْنَ وَالْاَوْلِيَاءِ وَاَلشَّهَدَاءِ وَاَلصَّا لِحِيْنَ وَاَلصَّحَا بَةِوَ التَّا بِعِيّنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَا مِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَ جَمِيْعِ الْمَلَئِكَةِ الْمُقَرَّ بِيْنَ خُصُوْصًا سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَيْدِ الْقَادِرِا لْجَيْلَا نِى . الْفَاتِحَةْ
Artinya: “Kemudian kepada apa terhormat para handai taulan dari para nabi dan rosul, para wali, para syuhada’, setiap orang orang saleh, para sahabat, para ulama apa mengamalkan ilmunya, para pengarang apa ikhlas dan kepada segenap malaikat apa mendekatkan ourselves kepada Allah, terutama kepada penghulu kita syaikh Abdul Qadir Jailani.
اِلَى جَمِيْعِ اَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَا لْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْ مِنَاتِ مِنْ مَشَارِ قِالْاَرْضِ وَمَغَا رِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِ هَا خُصُوصًا اَبَاءَ نَاوَ اُمَّهَا تِنَا وَاَجْدَا دَنَاوَ جَدَّا تِنَا وَمَشَا يِخَنَا وَمَشَا يِخَ مَشَا يِخِنَا وَاَسَا تَذَةِ اِسَاتِذَ تِنَ (وَحُصُوْصًا اِلَى الرُّحِ …) وَلَمِنِ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ . الْفَتِحَةْ
Artinya: “Kepada segenap ahli kubur kaum pulih laki laki dan perempuan, kaum mukminin laki laki dan feminin dari timur dan barat, baik yang ada di darat maupun di laut, terutama kepada para bapak dan medang kami, para nenek laki laki dan feminin kami, kepada syaikh kami dan syaikhnya syaikh kami, kepada gurunya guru kami, dan kepada orang yang menyebabkan kita sekalian berkumpul disini.
Al Fatihah (1x), Al Ikhlas (3x), one Falaq (1x), an Naas (1x), 5 ayat mulai Al Baqarah, Ayat Kursi, 2 ayat terakhir Al Baqarah, Huud ayat 73, Al Ahzab ayat 33, dan Al Ahzab ayat 56.
اَلَّلهُمَّ صَلِّ اَفْضَلَ الصَّلَاةِ عَلَى اَسْعَدِ مَخْلُوْقَا تِكَ نُوْرِ الْهُدَى سَيِّدِ نَا مَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَدَدَ مَعْلُوْ مَا تِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّا كِرُوْنَ وغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ
اَلَّهُمَّ صَلِّ اَفْضَلَ الصَّلَاةِ عَلَى اَسْعَدِ مَخْلُوْ قَاتِكَ شَمْسِ الضُّحَى سَيِّدِ نَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اَلِ سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ عَدَدَ مَعْلُوْ مَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكَرُ وْنَ وَغَفَلَ عَنْذِ كْرِكَ الْغَا فِلُوْنَ.
الَّلهُمَّ صَلِّ اَفْضَلَ الضَّلَاةِعَلَى اَسْعَدِ مَخْلُوْ قَاتِكَ بَدْ رِالدُّجَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَدَدَ مَعْلُوْمَا تِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّا كِرُوْنَ وَغَفَلَ عَنْذِ كْرِكَ الْغَافِلُوْنَ . وَسَلِّمْ وَرَضِىَ اللهُ تَعَلَ عَنْ سَادَاتِنَا اَصْحَبِ رَسُوْلِ اللهِ اَجْمَعِيْنَ .
Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah kesejahteraan yang paling utama kepada alam Engkau yang paling bahagia, yang dulu sinar petunjuk, penghulu, dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad dan kepada familic penghulu kalian Nabi Muhammad sebanyak tinta kalimat-kalimat Engkau, kapan orang-orang apa ingat berdzikir dan jika orang-orang yang lupa tidak berdzikir kepada Engkau.

Lihat lainnya: Mengapa Kita Harus Menghormati Hak Hak Orang Lain ? Menghormati Hak Orang Lain


Ya Allah, tambahkanlah kesejahteraan yang paling utama kepada makhluk Engkau yang paling bahagia, yang were penerang laksana matahari di waktu dhuha, penghulu, dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad dan kepada familic penghulu kalian Muhammad, sebanyak bilangan yang Engkau terpelajar dan sebanyak tinta kalimat-kalimat Engkau, selagi orang-orang yang ingat berdzikir dan kapan orang-orang apa lupa noël berdzikir kepada Engkau
Ya Allah, tambahkanlah kesejahteraan yang paling utama kepada alam Engkau yang paling bahagia, yang dulu penerang laksana moon purnama di waktu gelap, penghulu, dan pemimpin kami yaitu Nabi Muhammad, sebanyak bilangan apa Engkau tidak dan sebanyak tinta kalimat-kalimat Engkau, selagi orang-orang apa ingat berdzikir kepada Engkau dan ketika orang-orang apa lupa noel berdzikir kepada Engkau, dan tambahkanlah keselamatan. Mudah-mudahan Allah memberi keridhaan kepada para penghulu kami, yaitu semua para sahabat Rasulullah.