1. Surat Al-Fatihah2. Surat Al-Baqarah3. Surat Ali `Imran4. Suratnya An-Nisa`5. Suratnya Al-Ma`idah6. Surat Al-An`am7. Surat Al-A’raf8. Surat Al-Anfal9. Surat At-Taubah10. Surat Yunus11. Surat Hud12. Surat Yusuf13. Suratnya Ar-Ra’d14. Surat Ibrahim15. Suratnya Al-Hijr16. Suratnya An-Nahl17. Suratnya Al-Isra`18. Surat Al-Kahf19. Suratnya Maryam20. Surat Ta Ha21. Surat Al-Anbiya22. Surat Al-Hajj23. Surat Al-Mu’minun24. Surat An-Nur25. Surat Al-Furqan26. Surat Asy-Syu`ara`27. Surat An-Naml28. Surat Al-Qasas29. Surat Al-`Ankabut30. Suratnya Ar-Rum31. Suratnya Luqman32. Surat As-Sajdah33. Surat Al-Ahzab34. Surat Saba’35. Surat Fatir36. Surat miliki Sin37. Surat As-Saffat38. Surat Shaad39. Suratnya Az-Zumar40. Surat Al-Mu’min41. Surat Fussilat42. Surat Asy-Syura43. Suratnya Az-Zukhruf44. Suratnya Ad-Dukhan45. Surat Al-Jasiyah46. Surat Al-Ahqaf47. Surat Muhammad48. Surat Al-Fath49. Surat Al-Hujurat50. Surat Qaf51. Suratnya Az-Zariyat52. Surat At-Tur53. Surat An-Najm54. Suratnya Al-Qamar55. Surat Ar-Rahman56. Surat Al-Waqi’ah57. Surat Al-Hadid58. Surat Al-Mujadilah59. Suratnya Al-Hasyr60. Surat Al-Mumtahanah61. Surat As-Saff62. Surat Al-Jumu’ah63. Suratnya Al-Munafiqun64. Surat At-Tagabun65. Surat At-Talaq66. Surat At-Tahrim67. Suratnya Al-Mulk68. Surat Al-Qalam69. Surat Al-Haqqah70. Surat Al-Ma’arij71. Surat Nuh72. Surat Al-Jinn73. Surat Al-Muzzammil74. Surat Al-Muddassir75. Surat Al-Qiyamah76. Surat Al-Insan77. Surat Al-Mursalat78. Suratnya An-Naba’79. Surat An-Nazi’at80. Surat `Abasa81. Surat At-Takwir82. Suratnya Al-Infitar83. Surat Al-Muthafifin84. Suratnya Al-Insyiqaq85. Surat Al-Buruj86. Surat At-Tariq87. Suratnya Al-A’la88. Surat Al-Gasyiyah89. Suratnya Al-Fajr90. Surat Al-Balad91. Suratnya Asy-Syams92. Suratnya Al-Lail93. Suratnya Ad-Duha94. Surat Al-Insyirah95. Surat At-Tin96. Suratnya Al-`Alaq97. Surat Al-Qadr98. Surat Al-Bayyinah99. Surat Az-Zalzalah100. Surat Al-`Adiyat101. Surat Al-Qari`ah102. Surat At-Takasur103. Surat Al-`Asr104. Surat Al-Humazah105. Suratnya Al-Fil106. Surat Quraisy107. Surat Al-Ma’un108. Surat Al-Kausar109. Surat Al-Kafirun110. Surat An-Nasr111. Suratnya Al-Lahab112. Surat Al-Ikhlas113. Suratnya Al-Falaq114. Surat An-Nas setiap orang AyatDari Ayat 1Dari Ayat 2Dari Ayat 3Dari Ayat 4Dari Ayat 5Dari Ayat 6Dari Ayat 7Dari Ayat 8Dari Ayat 9Dari Ayat 10Dari Ayat 11Dari Ayat 12Dari Ayat 13Dari Ayat 14Dari Ayat 15Dari Ayat 16Dari Ayat 17Dari Ayat 18Dari Ayat 19Dari Ayat 20Dari Ayat 21Dari Ayat 22Dari Ayat 23Dari Ayat 24Dari Ayat 25Dari Ayat 26Dari Ayat 27Dari Ayat 28Dari Ayat 29Dari Ayat 30Dari Ayat 31Dari Ayat 32Dari Ayat 33Dari Ayat 34Dari Ayat 35Dari Ayat 36Dari Ayat 37Dari Ayat 38Dari Ayat 39Dari Ayat 40Dari Ayat 41Dari Ayat 42Dari Ayat 43Dari Ayat 44Dari Ayat 45Dari Ayat 46Dari Ayat 47Dari Ayat 48Dari Ayat 49Dari Ayat 50Dari Ayat 51Dari Ayat 52Dari Ayat 53Dari Ayat 54Dari Ayat 55Dari Ayat 56Dari Ayat 57Dari Ayat 58Dari Ayat 59Dari Ayat 60Dari Ayat 61Dari Ayat 62Dari Ayat 63Dari Ayat 64Dari Ayat 65Dari Ayat 66Dari Ayat 67Dari Ayat 68Dari Ayat 69Dari Ayat 70Dari Ayat 71Dari Ayat 72Dari Ayat 73Dari Ayat 74Dari Ayat 75Dari Ayat 76Dari Ayat 77Dari Ayat 78Dari Ayat 79Dari Ayat 80Dari Ayat 81Dari Ayat 82Dari Ayat 83Dari Ayat 84Dari Ayat 85Dari Ayat 86Dari Ayat 87Dari Ayat 88Dari Ayat 89Dari Ayat 90Dari Ayat 91Dari Ayat 92Dari Ayat 93Dari Ayat 94Dari Ayat 95Dari Ayat 96Dari Ayat 97Dari Ayat 98Dari Ayat 99Dari Ayat 100Dari Ayat 101Dari Ayat 102Dari Ayat 103Dari Ayat 104Dari Ayat 105Dari Ayat 106Dari Ayat 107Dari Ayat 108Dari Ayat 109Dari Ayat 110Dari Ayat 111Dari Ayat 112Dari Ayat 113Dari Ayat 114Dari Ayat 115Dari Ayat 116Dari Ayat 117Dari Ayat 118Dari Ayat 119Dari Ayat 120Dari Ayat 121Dari Ayat 122Dari Ayat 123Dari Ayat 124Dari Ayat 125Dari Ayat 126Dari Ayat 127Dari Ayat 128Dari Ayat 129Dari Ayat 130Dari Ayat 131Dari Ayat 132Dari Ayat 133Dari Ayat 134Dari Ayat 135Dari Ayat 136Dari Ayat 137Dari Ayat 138Dari Ayat 139Dari Ayat 140Dari Ayat 141Dari Ayat 142Dari Ayat 143Dari Ayat 144Dari Ayat 145Dari Ayat 146Dari Ayat 147Dari Ayat 148Dari Ayat 149Dari Ayat 150Dari Ayat 151Dari Ayat 152Dari Ayat 153Dari Ayat 154Dari Ayat 155Dari Ayat 156Dari Ayat 157Dari Ayat 158Dari Ayat 159Dari Ayat 160Dari Ayat 161Dari Ayat 162Dari Ayat 163Dari Ayat 164Dari Ayat 165Dari Ayat 166Dari Ayat 167Dari Ayat 168Dari Ayat 169Dari Ayat 170Dari Ayat 171Dari Ayat 172Dari Ayat 173Dari Ayat 174Dari Ayat 175Dari Ayat 176Dari Ayat 177Dari Ayat 178Dari Ayat 179Dari Ayat 180Dari Ayat 181Dari Ayat 182Dari Ayat 183Dari Ayat 184Dari Ayat 185Dari Ayat 186Dari Ayat 187Dari Ayat 188Dari Ayat 189Dari Ayat 190Dari Ayat 191Dari Ayat 192Dari Ayat 193Dari Ayat 194Dari Ayat 195Dari Ayat 196Dari Ayat 197Dari Ayat 198Dari Ayat 199Dari Ayat 200

Surat " Ali Imran" apa terdiri dari 200 ayat ini adalah suratnya "Madaniyyah". Dinamakan Ali Imran karena memuat saga keluarga "Imran yang di dalam kematian itu disebutkan kelahiran Nabi "Isa a.s., sederajat kejadiaan utang dengan Nabi Adam a.s, kenabian dan banyak mu"jizat nya, serta panggilan pula kelahiran Maryam puteri "Imran, medang dari Nabi "Isa a.s

Surat Al Baqarah dan Ali "Imran ini dinamakan "Az Zahrawaani" (dua apa cemerlang) untuk kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan melalui para dengan fasih kitab, sebagai kejadian dan kelahiran Nabi "Isa a.s, kedatangan Nabi Muhammad s.a.w dan sebagainya.

Anda sedang menonton: Surat ali imran ayat 133-134

Pokok-pokok isinya, ialah:

1.Keimanan:

Dalil-dalil dan alasan-alasan apa membantah people Nasrani apa mempertuhankan Nabi "Isa a.s.; ketauhidan adalah dasar apa dibawa melalui seluruh nabi.

2.Hukum-hukum:

Musyawarah; bermubahalah; larangan melakukan riba.

3.Kisah-kisah:

Kisah keluarga "Imran; kediktatoran Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya.

Dan lain-lain:

Golongan-golongan manusia batin memahami ayat-ayat mutasyaabihaat; sifat-sifat Allah; sifat-sifat people bertakwa; Islam satu-satunya agama apa diridhai Allah; kemudharatan mengabadikan orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan; pengambilan perjanjian para Nabi malalui Allah; perumpamaan-perumpamaan; peringatan-peringatan terhadap ahli Kitab; Ka"bah adalah rumah peribadatan apa tertua dan bukti-buktinya; faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.


*

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ ﴿ ١٣٣﴾


wasaari"uu ilaa maghfiratin min rabbikum wajannatin "ardhuhaa al
ssamaawaatu waal-ardhu u"iddat lilmuttaqiina

<3:133> Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga apa luasnya seluas thiên dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,


الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ ﴿ ١٣٤﴾


al
ladziina yunfiquuna fii alssarraa-i waaldhdharraa-i waalkaatsimiina alghayzha waal"aafiina "ani alnnaasi waallaahu yuhibbu almuhsiniina

<3:134> (yaitu) orang-orang apa menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang apa menahan amarahnya dan ampun (kesalahan) orang. Allah bagus orang-orang apa berbuat kebajikan.


وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ ﴿ ١٣٥﴾


waa
lladziina idzaa fa"aluu faahisyatan aw zhalamuu anfusahum dzakaruu allaaha faistaghfaruu lidzunuubihim waman yaghfiru aldzdzunuuba illaa allaahu walam yushirruu "alaa maa fa"aluu wahum ya"lamuuna

<3:135> Dan (juga) orang-orang apa apabila bekerja perbuatan keji ataukah menganiaya diri sendiri, mereka pikiran akan Allah, lalu memohon pengampunan terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain liêu Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.


أُولَٰئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ ﴿ ١٣٦﴾


ulaa-ika jazaauhum maghfiratun min rabbihim wajannaatun tajrii min tahtihaa a
l-anhaaru khaalidiina fiihaa wani"ma ajru al"aamiliina

<3:136> Mereka menyertainya balasannya ialah ampunan dari tuhan mereka dan surga yang di dalamnya dialirkan sungai-sungai, sedang mereka abadi di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang apa beramal.


قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ سُنَنٌ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ ﴿ ١٣٧﴾


qad khalat min qablikum sunanun fasiiruu fii a
l-ardhi faunzhuruu kayfa kaana "aaqibatu almukadzdzibiina

<3:137> pada kenyataannya telah berlalu silam kamu sunnah-sunnah Allah; untuk itu berjalanlah kamu di pembayaran di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana asibe orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).


<3:138> (Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.


<3:139> janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.


إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ ۚ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ ﴿ ١٤٠﴾


in yamsaskum qarhun faqad dalam jumlah besar a
lqawma qarhun mitsluhu watilka al-ayyaamu nudaawiluhaa bayna alnnaasi waliya"lama allaahu alladziina aamanuu wayattakhidza minkum syuhadaa-a waallaahu laa yuhibbu alzhzhaalimiina

<3:140> Jika kamu (pada kediktatoran Uhud) mendapat luka, maka sebetulnya kaum (kafir) itupun (pada kediktatoran Badar) mendapat luka apa serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu kita pergilirkan diantara human (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang apa beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada´. Dan Allah noel menyukai orang-orang apa zalim,


<3:141> Dan agar Allah ringkas orang-orang apa beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir.


أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ ﴿ ١٤٢﴾


to be hasibtum an tadkhuluu a
ljannata walammaa ya"lami allaahu alladziina jaahaduu minkum waya"lama alshshaabiriina

<3:142> Apakah kamu ragu bahwa kamu menjadi masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang apa berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang apa sabar.


وَلَقَدْ كُنْتُمْ تَمَنَّوْنَ الْمَوْتَ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَلْقَوْهُ فَقَدْ رَأَيْتُمُوهُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ ﴿ ١٤٣﴾


<3:143> sebetulnya kamu mengharapkan sekarat (syahid) sebelum kamu menghadapinya; (sekarang) sungguh kamu telah melihatnya dan kamu menyaksikannya.


وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ ۚ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا ۗ وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ ﴿ ١٤٤﴾


wamaa muhammadun illaa rasuulun qad khalat min qablihi al
rrusulu afa-in maata aw qutila inqalabtum "alaa a"qaabikum waman yanqalib "alaa "aqibayhi falan yadhurra allaaha syay-an wasayajzii allaahu alsysyaakiriina

<3:144> Muhammad itu noël lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa rakyat rasul. Apakah Jika itu wafat atau dibunuh kamu berbalik nanti belakang (murtad)? Barangsiapa apa berbalik ke belakang, maka ia noel dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang apa bersyukur.


وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا ۗ وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ ﴿ ١٤٥﴾


wamaa kaana linafsin one tamuuta illaa bi-idzni al
laahi kitaaban mu-ajjalan waman yurid tsawaaba alddunyaa nu/tihi minhaa waman yurid tsawaaba al-aakhirati nu/tihi minhaa wasanajzii alsysyaakiriina

<3:145> Sesuatu apa bernyawa noël akan dies melainkan dengan rights Allah, kemudian ketetapan apa telah deteksi waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya kita berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, kalian berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami ini adalah memberi balasan kepada orang-orang apa bersyukur.


وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ ﴿ ١٤٦﴾


waka-ayyin min nabiyyin qaatala ma"ahu ribbiyyuuna katsiirun famaa wahanuu limaa ashaabahum fii sabiili al
laahi wamaa dha"ufuu wamaa istakaanuu waallaahu yuhibbu alshshaabiriina

<3:146> Dan bagaimana banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah terlalu tinggi dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka noel menjadi lemah buat bencana apa menimpa mereka di cara Allah, dan noël lesu dan noel (pula) menyerah (kepada musuh). Allah bagus orang-orang apa sabar.


وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ ﴿ ١٤٧﴾


wamaa kaana qawlahum illaa one qaaluu rabbanaa ighfir lanaa dzunuubanaa wa-israafanaa fii amrinaa watsabbit aqdaamanaa wau
nshurnaa "alaa alqawmi alkaafiriina

<3:147> tidak ada doa mereka selain ucapan: "Ya tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kita dan tindakan-tindakan kami apa berlebih-lebihan batin urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kita terhadap kaum apa kafir".


فَآتَاهُمُ اللَّهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْآخِرَةِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ ﴿ ١٤٨﴾


<3:148> karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala apa baik di akhirat. Dan Allah bagus orang-orang yang berbuat kebaikan.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا الَّذِينَ كَفَرُوا يَرُدُّوكُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ ﴿ ١٤٩﴾


yaa ayyuhaa al
ladziina aamanuu in tuthii"uu alladziina kafaruu yarudduukum "alaa a"qaabikum fatanqalibuu khaasiriina

<3:149> Hai orang-orang apa beriman, jika kamu mentaati orang-orang apa kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi.


بَلِ اللَّهُ مَوْلَاكُمْ ۖ وَهُوَ خَيْرُ النَّاصِرِينَ ﴿ ١٥٠﴾


bali al
laahu mawlaakum wahuwa khayru alnnaasiriina

<3:150> Tetapi (ikutilah Allah), Allahlah Pelindungmu, dan dia sebaik-baik Penolong.


سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا ۖ وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ ۚ وَبِئْسَ مَثْوَى الظَّالِمِينَ ﴿ ١٥١﴾


sanulqii fii quluubi al
ladziina kafaruu alrru"ba bimaa asyrakuu biallaahi maa lam yunazzil bihi sulthaanan wama/waahumu alnnaaru wabi/sa matswaa alzhzhaalimiina

<3:151> akan Kami masukkan nanti dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah mencapai sesuatu yang Allah sendiri noël menurunkan keterangan sekitar itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk secara spasial tinggal orang-orang yang zalim.


وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللَّهُ وَعْدَهُ إِذْ تَحُسُّونَهُمْ بِإِذْنِهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ وَعَصَيْتُمْ مِنْ بَعْدِ مَا أَرَاكُمْ مَا تُحِبُّونَ ۚ مِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الدُّنْيَا وَمِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الْآخِرَةَ ۚ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ ۖ وَلَقَدْ عَفَا عَنْكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ ﴿ ١٥٢﴾


walaqad shadaqakumu al
laahu wa"dahu idz tahussuunahum bi-idznihi hattaa idzaa fasyiltum watanaaza"tum fii al-amri wa"ashaytum min ba"di maa araakum maa tuhibbuuna minkum guy yuriidu alddunyaa waminkum man yuriidu al-aakhirata tsumma sharafakum "anhum liyabtaliyakum walaqad "afaa "ankum waallaahu dzuu fadhlin "alaa almu/miniina

<3:152> Dan sebenarnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, selama kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih batin urusan menyertainya dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu maafkan saya yang kamu sukai. Di antaramu ada orang apa menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu, dan sesunguhnya Allah telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas people orang apa beriman.


إِذْ تُصْعِدُونَ وَلَا تَلْوُونَ عَلَىٰ أَحَدٍ وَالرَّسُولُ يَدْعُوكُمْ فِي أُخْرَاكُمْ فَأَثَابَكُمْ غَمًّا بِغَمٍّ لِكَيْلَا تَحْزَنُوا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا مَا أَصَابَكُمْ ۗ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ ﴿ ١٥٣﴾


idz tush"iduuna walaa talwuuna "alaa ahadin waal
rrasuulu yad"uukum fii ukhraakum fa-atsaabakum ghamman bighammin likay laa tahzanuu "alaa maa faatakum walaa maa ashaabakum waallaahu khabiirun bimaa ta"maluuna

<3:153> (Ingatlah) ketika kamu lomba dan noel menoleh kepada seseorangpun, sedang Rasul yang berada middle kawan-kawanmu yang lain panggilan telepon kamu, untuk itu Allah menimpakan overhead kamu nyeri atas kesedihan, supaya kamu jangan bersedih trấn terhadap what yang luput dari pada kamu dan terhadap what yang menimpa kamu. Allah Maha Mengetahui maafkan saya yang kamu kerjakan.


ثُمَّ أَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ بَعْدِ الْغَمِّ أَمَنَةً نُعَاسًا يَغْشَىٰ طَائِفَةً مِنْكُمْ ۖ وَطَائِفَةٌ قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنْفُسُهُمْ يَظُنُّونَ بِاللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِ ۖ يَقُولُونَ هَلْ لَنَا مِنَ الْأَمْرِ مِنْ شَيْءٍ ۗ قُلْ إِنَّ الْأَمْرَ كُلَّهُ لِلَّهِ ۗ يُخْفُونَ فِي أَنْفُسِهِمْ مَا لَا يُبْدُونَ لَكَ ۖ يَقُولُونَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ مَا قُتِلْنَا هَاهُنَا ۗ قُلْ لَوْ كُنْتُمْ فِي بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ إِلَىٰ مَضَاجِعِهِمْ ۖ وَلِيَبْتَلِيَ اللَّهُ مَا فِي صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِي قُلُوبِكُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ ﴿ ١٥٤﴾


tsumma anzala "alaykum min ba"di a
lghammi amanatan nu"aasan yaghsyaa thaa-ifatan minkum wathaa-ifatun qad ahammat-hum anfusuhum yazhunnuuna biallaahi ghayra alhaqqi zhanna aljaahiliyyati yaquuluuna halaman lanaa mina al-amri min syay-in qul inna al-amra kullahu lillaahi yukhfuuna fii anfusihim maa laa yubduuna laka yaquuluuna regulation kaana lanaa mina al-amri syay-un maa qutilnaa haahunaa qul law kuntum fii buyuutikum labaraza alladziina kutiba "alayhimu alqatlu ilaa madaaji"ihim waliyabtaliya allaahu maa fii shuduurikum waliyumahhisha maa fii quluubikum waallaahu "aliimun bidzaati alshshuduuri

<3:154> kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu kerahasiaan (berupa) kantuk apa meliputi segolongan liêu kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan melalui diri mereka sendiri, mereka menyangka yang noel benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata: "Apakah ada bagi itupenggunaan barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?". Katakanlah: "Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah". Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: "Sekiranya ada bagi untuk kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini". Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang apa telah ditakdirkan akan sekarat terbunuh itu dilepas (juga) setelah tempat mereka terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) buat menguji maafkan saya yang ada di dalam dadamu dan karena membersihkan what yang ada batin hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.


إِنَّ الَّذِينَ تَوَلَّوْا مِنْكُمْ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ إِنَّمَا اسْتَزَلَّهُمُ الشَّيْطَانُ بِبَعْضِ مَا كَسَبُوا ۖ وَلَقَدْ عَفَا اللَّهُ عَنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ ﴿ ١٥٥﴾


inna al
ladziina tawallaw minkum yawma iltaqaa aljam"aani innamaa istazallahumu alsysyaythaanu biba"dhi maa kasabuu walaqad "afaa allaahu "anhum inna allaaha ghafuurun haliimun

<3:155> pada kenyataannya orang-orang apa berpaling di antaramu pada days bertemu dua korps itu, hanya saja mereka digelincirkan oleh syaitan, disebabkan sebagian kesalahan apa telah mereka perbuat (di masa lampau) dan sebenarnya Allah telah memberi permisi kepada mereka. Pada kenyataannya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ كَفَرُوا وَقَالُوا لِإِخْوَانِهِمْ إِذَا ضَرَبُوا فِي الْأَرْضِ أَوْ كَانُوا غُزًّى لَوْ كَانُوا عِنْدَنَا مَا مَاتُوا وَمَا قُتِلُوا لِيَجْعَلَ اللَّهُ ذَٰلِكَ حَسْرَةً فِي قُلُوبِهِمْ ۗ وَاللَّهُ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ ﴿ ١٥٦﴾


yaa ayyuhaa al
ladziina aamanuu laa takuunuu kaalladziina kafaruu waqaaluu li-ikhwaanihim idzaa dharabuu fii al-ardhi aw kaanuu ghuzzan legislation kaanuu "indanaa maa maatuu wamaa qutiluu liyaj"ala allaahu dzaalika hasratan fii quluubihim waallaahu yuhyii wayumiitu waallaahu bimaa ta"maluuna bashiirun

<3:156> Hai orang-orang yang beriman, jangan lakukan itu kamu sebagai orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan trips di maju bumi atau mereka berperang: "Kalau mereka firmicutes bersama-sama itupenggunaan tentulah mereka tidak mati dan noël dibunuh". Sebenarnya (dari catatan dan keyakinan mereka) apa demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di dalam hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan. Dan Allah melihat maafkan saya yang kamu kerjakan.


وَلَئِنْ قُتِلْتُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ مُتُّمْ لَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَحْمَةٌ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ ﴿ ١٥٧﴾


wala-in qutiltum fii sabiili al
laahi aw muttum lamaghfiratun mina allaahi warahmatun khayrun mimmaa yajma"uuna

<3:157> Dan sungguh kalau kamu gugur di cara Allah atau meninggal, tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan.


وَلَئِنْ مُتُّمْ أَوْ قُتِلْتُمْ لَإِلَى اللَّهِ تُحْشَرُونَ ﴿ ١٥٨﴾


wala-in muttum aw qutiltum la-ilaa al
laahi tuhsyaruuna

<3:158> Dan sungguh jika kamu meninggal ataukah gugur, tentulah kepada Allah saja kamu dikumpulkan.


فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ ﴿ ١٥٩﴾


fabimaa rahmatin mina al
laahi linta lahum walaw kunta fazhzhan ghaliizha alqalbi lainfadhdhuu min hawlika fau"fu "anhum waistaghfir lahum wasyaawirhum fii al-amri fa-idzaa "azamta fatawakkal "alaa allaahi inna allaaha yuhibbu almutawakkiliina

<3:159> Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah kran air ledeng terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lainnya berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Buat itu maafkanlah mereka, mohonkanlah pengampunan bagi mereka, dan bermusyawaratlah mencapai mereka di dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Pada kenyataannya Allah sebagai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.


إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ ۖ وَإِنْ يَخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِي يَنْصُرُكُمْ مِنْ بَعْدِهِ ۗ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ ﴿ ١٦٠﴾


in yanshurkumu al
laahu falaa ghaaliba lakum wa-in yakhdzulkum faman dzaa alladzii yanshurukum min ba"dihi wa"alaa allaahi falyatawakkali almu/minuuna

<3:160> Jika Allah bermanfaat kamu, maka tak adalah orang apa dapat mogok kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat bermanfaat kamu (selain) dari Allah sesudah itu? untuk itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.


وَمَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَغُلَّ ۚ وَمَنْ يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ ﴿ ١٦١﴾


wamaa kaana linabiyyin one yaghulla waman yaghlul ya/ti bimaa ghalla yawma a
lqiyaamati tsumma tuwaffaa kullu nafsin maa kasabat wahum laa yuzhlamuuna

<3:161> noël mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barangsiapa yang berkhianat di dalam urusan rampasan autokrasi itu, maka pada days kiamat ia akan datang membawa apa apa dikhianatkannya itu, then tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang what yang ia kerjakan menjangkau (pembalasan) setimpal, sedang mereka noël dianiaya.


أَفَمَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَ اللَّهِ كَمَنْ بَاءَ بِسَخَطٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ ﴿ ١٦٢﴾


afamani ittaba"a ridhwaana al
laahi kaman baa-a bisakhathin mina allaahi wama/waahu jahannamu wabi/sa almashiiru

<3:162> Apakah orang apa mengikuti keridhaan Allah kemiripannya dengan orang yang bagian belakang membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahannam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.


<3:163> (Kedudukan) mereka menyertainya bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.


لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ ﴿ ١٦٤﴾


laqad manna al
laahu "alaa almu/miniina idz ba"atsa fiihim rasuulan min anfusihim yatluu "alayhim aayaatihi wayuzakkiihim wayu"allimuhumu alkitaaba waalhikmata wa-in kaanuu min qablu lafii dhalaalin mubiinin

<3:164> Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang apa beriman selagi Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, ringkas (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.


أَوَلَمَّا أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُمْ مِثْلَيْهَا قُلْتُمْ أَنَّىٰ هَٰذَا ۖ قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴿ ١٦٥﴾


awa lammaa ashaabatkum mushiibatun qad ashabtum mitslayhaa qultum annaa haadzaa qul huwa min "indi anfusikum inna al
laaha "alaa kulli syay-in qadiirun

<3:165> Dan kenapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan diterjang kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: "Darimana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah: "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri". Sebenarnya Allah Maha Kuasa overhead segala sesuatu.


وَمَا أَصَابَكُمْ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ فَبِإِذْنِ اللَّهِ وَلِيَعْلَمَ الْمُؤْمِنِينَ ﴿ ١٦٦﴾


<3:166> Dan maafkan saya yang menimpa kamu pada days bertemunya dua pasukan, maka (kekalahan) itu adalah dengan kebenaran (takdir) Allah, dan agar Allah mengetahui siapa orang-orang yang beriman.


وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ نَافَقُوا ۚ وَقِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا قَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوِ ادْفَعُوا ۖ قَالُوا لَوْ نَعْلَمُ قِتَالًا لَاتَّبَعْنَاكُمْ ۗ هُمْ لِلْكُفْرِ يَوْمَئِذٍ أَقْرَبُ مِنْهُمْ لِلْإِيمَانِ ۚ يَقُولُونَ بِأَفْوَاهِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ ۗ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يَكْتُمُونَ ﴿ ١٦٧﴾


waliya"lama al
ladziina naafaquu waqiila lahum ta"aalaw qaatiluu fii sabiili allaahi awi idfa"uu qaaluu law na"lamu qitaalan laittaba"naakum hum lilkufri yawma-idzin aqrabu minhum lil-iimaani yaquuluuna bi-afwaahihim maa laysa fii quluubihim waallaahu a"lamu bimaa yaktumuuna

<3:167> Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang apa munafik. Kepada mereka dikatakan: "Marilah berperang di jalur Allah ataukah pertahankanlah (dirimu)". Mereka berkata: "Sekiranya kita mengetahui menjadi terjadi peperangan, tentulah kalian mengikuti kamu". Mereka pada days itu lebih berdekatan kepada kekafiran liêu keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya maafkan saya yang noël terkandung batin hatinya. Dan Allah lebih mengetahui batin hatinya. Dan Allah lebih mengetahui what yang mereka sembunyikan.


الَّذِينَ قَالُوا لِإِخْوَانِهِمْ وَقَعَدُوا لَوْ أَطَاعُونَا مَا قُتِلُوا ۗ قُلْ فَادْرَءُوا عَنْ أَنْفُسِكُمُ الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ ﴿ ١٦٨﴾


al
ladziina qaaluu li-ikhwaanihim waqa"aduu legislation athaa"uunaa maa qutiluu qul faidrauu "an anfusikumu almawta in kuntum shaadiqiina

<3:168> Orang-orang apa mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka noël turut televisi berperang: "Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka noel terbunuh". Katakanlah: "Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar".


وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ ﴿ ١٦٩﴾


walaa tahsabanna al
ladziina qutiluu fii sabiili allaahi amwaatan bal ahyaaun "inda rabbihim yurzaquuna

<3:169> janganlah kamu ragu bahwa orang-orang apa gugur di jalur Allah akun itu mati; bahkan mereka itu kehidupan disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.


فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ﴿ ١٧٠﴾


farihiina bimaa aataahumu al
laahu min fadhlihi wayastabsyiruuna bialladziina lam yalhaquu bihim min khalfihim allaa khawfun "alayhim walaa hum yahzanuuna

<3:170> Mereka batin keadaan gembira disebabkan karunia Allah apa diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang trấn terhadap orang-orang apa masih tinggal di belakang apa belum menyusul mereka, bahwa noël ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.


يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ ﴿ ١٧١﴾


<3:171> Mereka bergirang trấn dengan nikmat dan karunia apa yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.


الَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِلَّهِ وَالرَّسُولِ مِنْ بَعْدِ مَا أَصَابَهُمُ الْقَرْحُ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا مِنْهُمْ وَاتَّقَوْا أَجْرٌ عَظِيمٌ ﴿ ١٧٢﴾


al
ladziina istajaabuu lillaahi waalrrasuuli min ba"di maa ashaabahumu alqarhu lilladziina ahsanuu minhum waittaqaw ajrun "azhiimun

<3:172> (Yaitu) orang-orang apa mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). Bagi orang-orang apa berbuat jenis diantara mereka dan yang bertakwa ada pahala apa besar.


الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ ﴿ ١٧٣﴾


al
ladziina qaala lahumu alnnaasu inna alnnaasa qad jama"uu lakum faikhsyawhum fazaadahum iimaanan waqaaluu hasbunaa allaahu wani"ma alwakiilu

<3:173> (Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) apa kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah dikumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka catatan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah were Penolong kalian dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung".


فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ ﴿ ١٧٤﴾


fai
nqalabuu bini"matin mina allaahi wafadhlin lam yamsas-hum suu-un waittaba"uu ridhwaana allaahi waallaahu dzuu fadhlin "azhiimin

<3:174> Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka noel mendapat hama apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.


إِنَّمَا ذَٰلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ ﴿ ١٧٥﴾


innamaa dzaalikumu al
sysyaythaanu yukhawwifu awliyaa-ahu falaa takhaafuuhum wakhaafuuni in kuntum mu/miniina

<3:175> sebenarnya mereka itu noël lain hanyalah syaitan apa menakut-nakuti (kamu) menjangkau kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu jangan lakukan itu kamu tidak kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.


وَلَا يَحْزُنْكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ ۚ إِنَّهُمْ لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا ۗ يُرِيدُ اللَّهُ أَلَّا يَجْعَلَ لَهُمْ حَظًّا فِي الْآخِرَةِ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ ﴿ ١٧٦﴾


walaa yahzunka al
ladziina yusaari"uuna fii alkufri innahum lan yadhurruu allaaha syay-an yuriidu allaahu allaa yaj"ala lahum hazhzhan fii al-aakhirati walahum "adzaabun "azhiimun

<3:176> jangan lakukan itu kamu disedihkan melalui orang-orang apa segera menjadi kafir; sesungguhnya mereka tidak sekali-kali dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Allah berkehendak noel akan memberi sesuatu bahagian (dari pahala) kepada mereka di hari akhirat, dan bagi mereka azab yang besar.


إِنَّ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الْكُفْرَ بِالْإِيمَانِ لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ﴿ ١٧٧﴾


inna al
ladziina isytarawuu alkufra bial-iimaani lan yadhurruu allaaha syay-an walahum "adzaabun aliimun

<3:177> sebenarnya orang-orang yang menukar mempercayai dengan kekafiran, sekali-kali mereka noël dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun; dan bagi mereka azab yang pedih.


وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِأَنْفُسِهِمْ ۚ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا ۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ ﴿ ١٧٨﴾


walaa yahsabanna al
ladziina kafaruu annamaa numlii lahum khayrun li-anfusihim innamaa numlii lahum liyazdaaduu itsman walahum "adzaabun muhiinun

<3:178> Dan tidak sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh kalian kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya kalian memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan.


مَا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَىٰ مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتَّىٰ يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَجْتَبِي مِنْ رُسُلِهِ مَنْ يَشَاءُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۚ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ ﴿ ١٧٩﴾


maa kaana al
laahu liyadzara almu/miniina "alaa maa antum "alayhi hattaa yamiiza alkhabiitsa mina alththhayyibi wamaa kaana allaahu liyuthli"akum "alaa alghaybi walaakinna allaaha yajtabii min rusulihi male yasyaau faaaminuu biallaahi warusulihi wa-in tu/minuu watattaquu falakum ajrun "azhiimun

<3:179> Allah sekali-kali noël akan membiarkan orang-orang apa beriman batin keadaan kamu sekarang ini, sehingga dia menyisihkan apa buruk (munafik) dari apa baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali noel akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah menyeleksi siapa yang dikehendaki-Nya middle rasul-rasul-Nya. Untuk itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar.


وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ ﴿ ١٨٠﴾


walaa yahsabanna al
ladziina yabkhaluuna bimaa aataahummu allaahu min fadhlihi huwa khayran lahum bal huwa syarrun lahum sayuthawwaquuna maa bakhiluu bihi yawma alqiyaamati walillaahi miiraatsu alssamaawaati waal-ardhi waallaahu bimaa ta"maluuna khabiirun

<3:180> Sekali-kali tidak orang-orang yang bakhil mencapai harta apa Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Acibe kebakhilan akun itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu menjadi dikalungkan kelak di kuno di days kiamat. Dan memimpin Allah-lah segala heritage (yang ada) di thiên dan di bumi. Dan Allah mengetahui maafkan saya yang kamu kerjakan.


لَقَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ ۘ سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا وَقَتْلَهُمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ ﴿ ١٨١﴾


laqad sami"a al
laahu qawla alladziina qaaluu inna allaaha faqiirun wanahnu aghniyaaun sanaktubu maa qaaluu waqatlahumu al-anbiyaa-a bighayri haqqin wanaquulu dzuuquu "adzaaba alhariiqi

<3:181> sebetulnya Allah telah mendengar perkatan orang-orang apa mengatakan: "Sesunguhnya Allah mempersenjatai dan kita kaya". Kami ini adalah mencatat notes mereka menyertainya dan perbuatan mereka killing nabi-nabi tanpa alasan apa benar, dan Kami become mengatakan (kepada mereka): "Rasakanlah olehmu azab yang mem bakar".


<3:182> (Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali noël menganiaya hamba-hamba-Nya.


الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ عَهِدَ إِلَيْنَا أَلَّا نُؤْمِنَ لِرَسُولٍ حَتَّىٰ يَأْتِيَنَا بِقُرْبَانٍ تَأْكُلُهُ النَّارُ ۗ قُلْ قَدْ جَاءَكُمْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِي بِالْبَيِّنَاتِ وَبِالَّذِي قُلْتُمْ فَلِمَ قَتَلْتُمُوهُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ ﴿ ١٨٣﴾


al
ladziina qaaluu inna allaaha "ahida ilaynaa allaa nu/mina lirasuulin hattaa ya/tiyanaa biqurbaanin ta/kuluhu alnnaaru qul qad jaa-akum rusulun min qablii bialbayyinaati wabialladzii qultum falima qataltumuuhum in kutum shaadiqiina

<3:183> (Yaitu) orang-orang (Yahudi) apa mengatakan: "Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami, supaya kita jangan beriman kepada seseorang rasul, sebelum dia mendatangkan kepada kalian korban yang dimakan api". Katakanlah: "Sesungguhnya telah datang kepada kamu beberapa people rasul sebelumku membawa keterangan-keterangan yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, maka mengapa kamu killing mereka jika kamu adalah orang-orang yang benar".


فَإِنْ كَذَّبُوكَ فَقَدْ كُذِّبَ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ جَاءُوا بِالْبَيِّنَاتِ وَالزُّبُرِ وَالْكِتَابِ الْمُنِيرِ ﴿ ١٨٤﴾


fa-in kadzdzabuuka faqad kudzdziba rusulun min qablika jaauu bia
lbayyinaati waalzzuburi waalkitaabi almuniiri

<3:184> Jika mereka mendustakan kamu, maka sebetulnya rasul-rasul sebelum kamupun telah didustakan (pula), mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zabur dan kitab apa memberi penjelasan yang sempurna.


كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ ﴿ ١٨٥﴾


kullu nafsin dzaa-iqatu a
lmawti wa-innamaa tuwaffawna ujuurakum yawma alqiyaamati faman zuhziha "ani alnnaari waudkhila aljannata faqad faaza wamaa alhayaatu alddunyaa illaa mataa"u alghuruuri

<3:185> Tiap-tiap yang berjiwa become merasakan mati. Dan sebetulnya pada aku kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan nanti dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu noel lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.


لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا ۚ وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ ﴿ ١٨٦﴾


latublawunna fii amwaalikum wa-anfusikum walatasma"unna mina al
ladziina uutuu alkitaaba min qablikum wamina alladziina asyrakuu adzan katsiiran wa-in tashbiruu watattaquu fa-inna dzaalika min "azmi al-umuuri

<3:186> Kamu sungguh-sungguh menjadi diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang apa diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang apa mempersekutukan Allah, gangguan apa banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu tersirat urusan yang patut diutamakan.


وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَتُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ وَلَا تَكْتُمُونَهُ فَنَبَذُوهُ وَرَاءَ ظُهُورِهِمْ وَاشْتَرَوْا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۖ فَبِئْسَ مَا يَشْتَرُونَ ﴿ ١٨٧﴾


wa-idz akhadza al
laahu miitsaaqa alladziina uutuu alkitaaba latubayyinunnahu lilnnaasi walaa taktumuunahu fanabadzuuhu waraa-a zhuhuurihim waisytaraw bihi tsamanan qaliilan fabi/sa maa yasytaruuna

<3:187> Dan (ingatlah), selama Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): "Hendaklah kamu menerangkan isi kitab menyertainya kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya," lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya mencapai harga yang sedikit. Amatlah buruknya tukaran apa mereka terima.


لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَفْرَحُونَ بِمَا أَتَوْا وَيُحِبُّونَ أَنْ يُحْمَدُوا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوا فَلَا تَحْسَبَنَّهُمْ بِمَفَازَةٍ مِنَ الْعَذَابِ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ﴿ ١٨٨﴾


laa tahsabanna al
ladziina yafrahuuna bimaa ataw wayuhibbuuna an yuhmaduu bimaa lam yaf"aluu falaa tahsabannahum bimafaazatin mina al"adzaabi walahum "adzaabun aliimun

<3:188> bukan sekali-kali kamu menyangka, hahwa orang-orang yang gembira dengan maafkan saya yang telah mereka kerjakan dan mereka shang supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan tidak kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa apa pedih.


وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴿ ١٨٩﴾


walillaahi mulku al
ssamaawaati waal-ardhi waallaahu "alaa kulli syay-in qadiirun

<3:189> kepunyaan Allah-lah kerajaan thiên dan bumi, dan Allah Maha Perkasa overhead segala sesuatu.


إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ﴿ ١٩٠﴾


inna fii khalqi al
ssamaawaati waal-ardhi waikhtilaafi allayli waalnnahaari laaayaatin li-ulii al-albaabi

<3:190> Sesungguhnya batin penciptaan thiên dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang apa berakal,


الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ﴿ ١٩١﴾


al
ladziina yadzkuruuna allaaha qiyaaman waqu"uudan wa"alaa junuubihim wayatafakkaruuna fii khalqi alssamaawaati waal-ardhi rabbanaa maa khalaqta haadzaa baathilan subhaanaka faqinaa "adzaaba alnnaari

<3:191> (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan kyung penciptaan thiên dan bumi (seraya berkata): "Ya tuan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini mencapai sia-sia, Maha suci Engkau, maka peliharalah kalian dari siksa neraka.


رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ ﴿ ١٩٢﴾


<3:192> Ya tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa apa Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.


رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا ۚ رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ ﴿ ١٩٣﴾


rabbanaa innanaa sami"naa munaadiyan yunaadii lil-iimaani one aaminuu birabbikum faaamannaa rabbanaa fai
ghfir lanaa dzunuubanaa wakaffir "annaa sayyi-aatinaa watawaffanaa ma"a al-abraari

<3:193> Ya bapak kami, sesungguhnya kami mendengarkan (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun beriman. Ya tuhan kami, ampunilah bagi kita dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kalian kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kita beserta orang-orang yang banyak berbakti.


رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَىٰ رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ ﴿ ١٩٤﴾


rabbanaa waaatinaa maa wa"adtanaa "alaa rusulika walaa tukhzinaa yawma a
lqiyaamati innaka laa tukhlifu almii"aada

<3:194> Ya tuan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kita dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan bukan Engkau hinakan kami di aku kiamat. Sesungguhnya Engkau noël menyalahi janji".


فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لَا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ ۖ بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ ۖ فَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَأُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأُوذُوا فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُوا وَقُتِلُوا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ثَوَابًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ ﴿ ١٩٥﴾


fai
stajaaba lahum rabbuhum annii laa udhii"u "amala "aamilin minkum min dzakarin aw untsaa ba"dhukum min ba"dhin faalladziina haajaruu waukhrijuu min diyaarihim wauudzuu fii sabiilii waqaataluu waqutiluu laukaffiranna "anhum sayyi-aatihim walaudkhilannahum jannaatin tajrii min tahtihaa al-anhaaru tsawaaban min "indi allaahi waallaahu "indahu husnu altstsawaabi

<3:195> Maka bapak mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): "Sesungguhnya Aku noël menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal middle kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian apa lain. Maka orang-orang yang berhijrah, apa diusir dari kampung halamannya, yang disakiti di atas jalan-Ku, apa berperang dan yang dibunuh, pastilah menjadi Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, seperti pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik".


<3:196> tidak sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri.


<3:197> menyertainya hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam akun itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.


لَٰكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا نُزُلًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۗ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ لِلْأَبْرَارِ ﴿ ١٩٨﴾


laakini al
ladziina ittaqaw rabbahum lahum jannaatun tajrii min tahtihaa al-anhaaru khaalidiina fiihaa nuzulan min "indi allaahi wamaa "inda allaahi khayrun lil-abraari

<3:198> ini adalah tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka abadi di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah. Dan maafkan saya yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.


وَإِنَّ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَمَنْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ خَاشِعِينَ لِلَّهِ لَا يَشْتَرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۗ أُولَٰئِكَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ ﴿ ١٩٩﴾


wa-inna min lancar a
lkitaabi laman yu/minu biallaahi wamaa unzila ilaykum wamaa unzila ilayhim khaasyi"iina lillaahi laa yasytaruuna bi-aayaati allaahi tsamanan qaliilan ulaa-ika lahum ajruhum "inda rabbihim inna allaaha sarii"u alhisaabi

<3:199> Dan sebenarnya diantara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada what yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka noël menukarkan ayat-ayat Allah mencapai harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sebetulnya Allah amat cepat perhitungan-Nya.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴿ ٢٠٠﴾


yaa ayyuhaa al
ladziina aamanuu ishbiruu washaabiruu waraabithuu waittaquu allaaha la"allakum tuflihuuna

<3:200> Hai orang-orang apa beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.


Penggunaan Data Ekstra

Anda menjadi menyalakan fitur Audio per Surat. Peringatan ini akan tampil, jika dari mereka akan menggunakan ekstra data lebih dari 5 MB

Pada page ini become menggunakan data ekstra sebesar : ± 72.11 MB selama audio diputar pertama kali (menekan tombol play). Untuk tindakan ini hanyalah untuk menampilkan player terlebih dahulu (belum awal menggunakan data ekstra).

Sangat disarankan menggunakan koneksi wifi.

Lihat lainnya: West Ham Vs Liverpool Live Rpool V, Liverpool 2


Penggunaan Data Ekstra

Anda become menyalakan fitur Audio per Surat. Peringatan ini become tampil, jika anda akan menggunakan ekstra data lebih dari 5 MB

Pada halaman ini akan menggunakan data tambahan sebesar : ± 72.11 MB kapan audio diputar pertama kali (menekan tombol play). Untuk tindakan ini hanyalah untuk menampilkan player terlebih silam (belum mulai menggunakan data ekstra).