suara Pembaruan - Rabu, 4 April 2018 - 5 April 2018

*
Dana desa apa digelontorkan pemerintah dari 2015 belum menunjukkan dampak apa signifikan bagi kesejahteraan sosial di desa. Penyimpangan satu alasan adalah sebagian terlalu tinggi dana desa justru dibelanjakan di perkotaan.Data Badan tengah Statistisk (BPS) menunjukkan, jumlah inhabitants miskin di perdesaan pada September 2017 mencapai 16,3 juta jiwa atau 13,47% dari jumlah warga di desa. Meski dibawah dibandingkan Maret 2017 yang sebanyak 17,1 million jiwa (13,93%), proporsi jumlah inhabitants miskin di perdesaan hampir dua kali lipat dibandingkan warga miskin perkotaan sebanyak 10,3 juta jiwa atau 7,26% dari jumlah warga kota.Pemerintah oleh Kementerian Desa, Pemba­ngunan quận Tertinggal, dan Transmigrasi mengklaim bahwa manfaatnya dana desa telah dirasa masyarakat. Namun, faktanya, dampak active itu belum dirasakan seluruh desa, kemudian yang terjadi di Kupang, NTT.Masih crowd desa apa miskin untuk penggunaan dana desa noel tepat goals dan noël fokus di ~ produk unggulan desa Sebagian geram dana desa justru “dilarikan" nanti luar desa. Pembenahan harus langsung dilakukan agar dana desa berdampak diskursif terhadap pembayaran di muka kesejahteraan sosial perdesaan.Peneliti Komite monitor Pelaksanaan Otonomi menyiksa (maloneyforwv.com) Arman Suparman demands aparat desa untuk membuat skala prioritas pembangunan. Pasalnya, dana desa dalam satu five anggaran noel cukup fiskal seluruh pembangunan desa.“Desa mesti untuk membuat skala prioritas, sehingga pembangun­an desa mungkin dilakukan secara bertahap berdasarkan skala tersebut.” ujar Arman kepada SP di jakarta Rabu (4/4). Soal asetnya penyaluran dana desa, menurut Arman, sistem apa ada sekarang sudah cukup bagus, yakni dari rekening kas umum negara (RKUN) usai rekening kas umum dae­rah (RKUD), selanjutnya setelah rekening kas desa (RKD). Yang menjadi persoalan adalah pencairan menyertainya mengandaikan seluruh persyaratan dari level paling bawah (desa) sudah lengkap.“Keterlambatan pencairan selama ini lebih untuk desa atau quận belum melengkapi meminta tersebut,” tuturnya. Dikatakan, persoalan utamanya adalah kesiapan volume sum­ber daya human (SDM) desa di dalam menyiapkan dokumen persyaratan. Masih kerumunan desa apa belum mampu me­nyusun peraturan desa (pendes) mengenai APBDesa.“Karena itu, kehadiran pendamping desa menjadi sangat penting. Persoalannya kemudian, apakah pendamping desa luaran kapasitas untuk itu? Sebab, ada desa apa mengeluh soal inkompetensi pendamping desa ini,” ujarnya.Seperti diketahui, besaran dana yang digelontorkan nanti desa, baik dari pemerintah tengah maupun otoritasnya provinsi dan kabupaten/kota, tampan besar. Kementerian Desa Pembangunan daerah Terting­gal, dan Transmigrasi (Kemdes PDTT) memperkirakan kasar dana apa mengalir usai 74.910 desa di seluruh Indonesia dengan lebih dari Rp 300 triliun setiap tahun.Dana-dana yang fokusnya karena desa ini datang dari berbagai sumber, sebagai Dana ditugaskan Khusus (DAK), penugasan Dana Desa (ADD), Dana Desa dana dari provinsi, dan dana yang dikelola malalui setiap kementerian/lembaga, apa fokusnya setelah pedesaan. Mengkhususkan Dana Desa saja, five ini pemerintah markas besar mengucurkan Rp 60 triliun atau kyung 3 kali lipat dari bantuan langsung tunai (BLT).Problematika Berbeda

Sekretaris jenderal Kemdes PDTT anwar Samisi mengakui bahwa problematika di setiap quận atau desa berbeda. Pada lima pertama dan kedua pelaksanaannya, hampir 90% dana desa dibagikan rata karena setiap desa tanpa membedakan terms tertentu, kemudian luas wilayah, jumlah penduduk, dan tingkat kemiskinan.Daerah-daerah yang wi­layahnya tidak terlalu luas ataukah jumlah penduduk serta kapak kemiskinan noel terlalu tinggi, lebih mampu digali akar persoalan di desa dan sanggup segera dicairkan solusi yang tepat. Sementara, sebagian desa lainnya masih berkutat mencapai problematika apa sudah ada sebelum dana desa dikucurkan.Menurut Anwar, berbagai diterjunkan dan persoalan da­lam baris dana desa menjadi dikoreksi five ini. Desa-desa yang belum mampu mengelola anggaran akan menjadi fokus heed pemerintah pusat melalui berbagai intervensi, sebagai program masif karya tunai. Tahun ini, otoritasnya menargetkan 100 desa di 10 kabupaten dulu sasaran program padat karya tunai. Hingga 2019, ditargetkan ada 1.000 desa di 100 kabupaten.“Ini adalah salah satu solusi yang pemerintah buat untuk mengantisipasi berbagai ke­terpurukan atau ketertinggalan desa, such angka balita stunting yang tinggi, lapangan action minim, santai tinggi, dan kondisi kemiskinan apa masih tinggi,” kata anwar ke­pada SP di Jakarta, Selasa (3/4).Dikatakan, bila dilihat dari kebutuhan, dana apa masuk setelah desa memang masih belum cukup. Untuk itu, Kemdes PDTT mencari sumber lain apa bisa mendorong pembangunan di desa. Deviasi satunya dengan mengembangkan Produk Unggulan Kawasan caben (Prukades), koknya desa-desa yang tadinya lengan didorong karena memiliki produk unggul­an mencapai skala produksi yang besar, sehingga meningkatkan ekonomi di desa tersebut.Masih crowd desa apa miskin, untuk mereka noël fokus diatas produk unggulan tertentu. Selain itu, produk desa dijual di dalam bentuk berwujud baku ataukah bahan mentah, sehingga cost ekonominya kecil.Dia mencontohkan, kopi mentah dari petani hanya dijual mencapai harga tentang Rp 300.000/kg. Padahal, bila disangrai saja, harga kopi ini bisa dulu Rp 500.000 sampai Rp 700.000/kg. Ni­lai ekonomi kopi akan jauh lebih tinggi apabila dijual batin bentuk sudah seduh. Persoalannya, untuk menjual produk olahan, sosial desa diperlukan mesin dan fasilitas lain mencapai modal yang cukup besar.Pemerintah tambahan mendorong daerah membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Penyimpangan satu kegiatan BUMDes adalah memastikan tersedianya pasar karena hasil untuk membuat petani dengan harga jual layak. Saat ini cantik terbentuk 32.900 BUMDes dari 74.910 desa yang ada di Indonesia.Sebelumnya, sekretaris kesehatan Desa PDTT Eko Putro Sandjojo mengatakan, tidak tepat bila dana desa dikatakan belum ber­dampak. Berdasarkan narasi dan data-data yang dihimpun Kemdes PDTT, dana desa sudah bawa banyak evolusi baik, secara mengukur maupun kualitatif.Secara kuantitatif, dalam tiga five saja, dana desa ber­hasil bangunan infrastuktur terbanyak sepanjang historia Indonesia mencapai menyerap kasar anggaran kyung Rp 127 triliun. Dana Desa mampu building jalan desa sepanjang 123.145 meter, jembatan sepanjang 791.258 meter, 38.217.065 meter drainase, 6.223 unit pasar desa, 65.918 unit penahan tanah, dan 2.882 unit tambatan perahu, 1.927 embung dan 28.091 sprinklers desa.Selain itu, juga terbangun berbagai fasilitas sosial dasar, kemudian 37.4% unit infrastruktur air bersih, 108.486 unit prasa­rana MCK, 30.212 unit sumur, 18.072 unit PAUD, 5.314 unit Polindes, 11.414 unit Posyandu dan 3.004 unit sarana berolahraga desa.Direktur gen (Dirjen) Bina Pemerintahan Desa (Binpemdes) Kementerian batin Negeri (Kemdagri), Nata Irawan mengatakan, dana desa making roda perekonomian di quenn meningkat, sehingga membawa dampak positif. “Sudah pasti dana desa positif, walau itupenggunaan belum does evaluasi secara menyeluruh. Uangnya besar, bahkan pada saat kemudian pada 2019 mendesak mungkin were Rp 80 triliun,” ujarnya.Dikatakan, pemerintah pusat berkomitmen karena terus curam kapasitas SDM perangkat desa. Sebab, kapasitas apa rendah were salah satu kelemahan atau hambatan di dalam pengelolaan dan penyaluran dana desa.“Aparatur desa juga diberikan pemahaman soal manajemen pemerintahan desa, penyusunan peraturan desa, dan pahatan keuangan desa, termasuk perencanaan pembangunan desa. Provinsi ditetapkan kemudian pelatih utama. Setelah itu mereka melatih kabupaten, kemudian camat melatih kepala desa. Jadi, membuat berjenjang.


Anda sedang menonton: Skala prioritas dan pengelolaan keuangan


Lihat lainnya: Cara Membersihkan Kerak Panci Bekas Rebusan Air, 3 Cara Untuk Menghilangkan Kerak Air

Sejak 2015, kami siap sanggup melatih lebih dari 200.000 aparatur desa,” katanya.