Suku Minangkabau – Sejarah, Kebudayaan, Adat Istiadat, Kekerabatan, Bahasa, Makanan, Pakaian, Rumah Adat : Minangkabau (Minang) adalah dicuri etnis Nusantara apa berbahasa dan pemeliharaan adat Minangkabau. Wilayah kebudayaannya Minang meliputi quenn Sumatera Barat, separuh daratannya Riau, bagian phia băc Bengkulu, bagian barat Jambi, pantai barat Sumatera Utara, barat daya Aceh, dan also Negeri Sembilan di Malaysia.

Anda sedang menonton: Sebutkan macam macam tarian tradisional suku minang


*
*

Minangkabau (Minang) adalah dicuri etnis Nusantara apa berbahasa dan penyimpanan adat Minangkabau. Utama kebudayaannya Minang meliputi menyiksa Sumatera Barat, separuh daratannya Riau, bagian north Bengkulu, bagian barat Jambi, pantai barat Sumatera Utara, barat daya Aceh, dan also Negeri Sembilan di Malaysia.

Sebutan setiap orang Minang sering disamakan kemudian orang Padang, bab ini merujuk pada nama belakang ibu town provinsi Sumatera barat yaitu kota Padang. Namun, social ini biasanya ini adalah menyebut kelompoknya mencapai sebutan urang awak, apa bermaksud kemiripannya dengan setiap orang Minang itu sendiri.


Baca juga Artikel apa Mungkin Berhubungan : Pembacaan Teks Proklamasi 17 Agustus 1945

Etnis Minang also telah menerapkan asetnya proto-demokrasi dari masa pra-Hindu mencapai adanya kerapatan adat karena menentukan hal-hal secara signifikan dan permasalahan hukum. Aturan adat Minangkabau tertuang gigi tiruan dalam pernyataan Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah(Adat bersendikan hukum, tindakan bersendikan Al-Qur’an) apa berarti adat berdasarkan ajaran Islam.


Etnis ini juga sangat dandan di field perniagaan, such profesional dan intelektual. Mereka merupakan pewaris terhormat dari tradisi basi Kerajaan malayischen dan Sriwijaya yang gemar transaksi dan dinamis. Hampir separuh jumlah keutuhan anggota masyarakat ini berada batin perantauan.

Nama Minangkabau berasal dari dua kata, minang dan kabau. Nama belakang itu dikaitkan mencapai suatu legenda khas Minang yang dikenal di di dalam tambo. Dari tambo apa diterima secara turun temurun, menceritakan bahwa nenek moyang mereka berasal dari keturunan Iskandar Zulkarnain.


Walau tambo tersebut noël tersusun secara sistem dan lebih kepada legenda berbanding kebenaran serta cendrung kepada sebuah karya sastra apa sudah menjadi milik masyarakat banyak. Namun kematian tambo ini sedikit banyaknya dapat dibandingkan menjangkau Sulalatus Salatin yang juga menceritakan bagaimana itu? masyarakat Minangkabau mengutus wakilnya buat meminta Sang Sapurba deviasi seorang keturunan Iskandar zulkarnain tersebut untuk menjadi raja mereka.

Masyarakat Minang merupakan bagian dari masyarakat deutro Melayu (Melayu Muda) yang melakukan migrasi dari tanah China Selatan ke pulau Sumatera circa 2.500–2.000 tahun yang lalu. Diperkirakan doan masyarakat ini dimasukkan dari arah timur pulau Sumatera, turun aliran sungai kampar sampai setelah dataran tinggi apa disebut darek dan menjadi kampung halaman orang Minangkabau.


Beberapa kawasan darek ini kemudian membentuk semacam konfederasi apa dikenal dengan nama luhak, yang selanjutnya disebut tambahan dengan namu Luhak Nan Tigo, apa terdiri dari Luhak Limo Puluah, Luhak Agam, dan Luhak tanah Data. Di atas masa pemerintahan Hindia-Belanda, kawasan luhak tersebut menjadi daerah teritorial pemerintahan apa disebut afdeling, dikepalai oleh seorang residen apa oleh masyarakat Minangkabau panggilan dengan nama Tuan Luhak.

Awalnya penyebutan people Minang belum dibedakan dengan people Melayu, namun since abad ke-19, penyebutan Minang dan Melayu mulailah dibedakan melihat biakan matrilineal yang tetap bertahan berbanding patrilineal apa dianut oleh sosial Melayu umumnya. Then pengelompokan ini terus berlangsung demi kepentingan sensus inhabitants maupun politik.

Baca tambahan Artikel apa Mungkin Berhubungan : Isi Trikora ( Tri Komando orang ) : Tujuan, Latar Belakang, Sejarah mulailah Hingga Akhir

Kebudayaan kesukuan Minangkabau

1. Pakaian Adat suku Minangkabau

Pakaian Bundo Kanduang ataukah Limpapeh Rumah Nan Gadang

Yang pertama adalah Pakaian Limpapeh Rumah Nan gadang atau sering pula panggilan pakaian Bundo Kanduang. Pakaian ini merupakan lambang tertinggi bagi para wanita yang telah menikah. Pakaian tersebut merupakan simbol dari importance peran seorang ibu batin sebuah keluarga. Limapeh sendiri artinya adalah tiang tengah dari bangunan rumah adat sumatera Barat.

Peran limapeh batin mengokohtegakan bangunan adalah sama dari peran ibu batin sebuah keluarga. Jika limapeh rubuh, maka rumah atau suatu bangunan juga akan rubuh, begitupun jika seorang ibu atau wanita noel pandai menyortir rumah tangga, maka keluarganya also tak bemaloneyforwv.comme bertahan lama. Secara umum, pakaian adat Bundo Kanduang ataukah Limpapeh Rumah Nan gadang memiliki desain yang berbeda-beda dari setiap nagari atau sub suku. Ini adalah tetapi, beberapa kelengkapan khusus apa pasti ada di dalam jenis-jenis pakaian tersebut. Perlengkapan ini antara go tingkuluak (tengkuluk), baju batabue, minsie, lambak ataukah sarung, salempang, dukuah (kalung), galang (gelang), dan mayoritas aksesoris lainnya.

Baju secara tradisional Pria Minangkabau Pakaian adat sumatra Barat

untuk para pria bernama pakaian penghulu. Benar namanya, pakaian ini just digunakan oleh tetua adat atau people tertentu, dimana dalam cara pemakaiannya pun di atur sedemikian rupa oleh tindakan adat. Pakaian ini terdiri overhead beberapa kelengkapan yang di antaranya Deta, baju hitam, sarawa, sesamping, cawek, sandang, keris, dan tungkek.

Pakaian Adat Pengantin Padang

Selain baju bundo kanduang dan baju penghulu, ada pula jenis pakaian adat Sumatera barat lainnya apa umum dikenakan oleh para pengantin batin upacara pernikahan. Pakaian pengantin ini lazimnya berwarna merah mencapai tutup terutama dan hiasan apa lebih banyak. Hingga kini, pakaian tersebut masih kerap tangan kedua tapi tentu saja dengan sedikit ekstra modernisasi mencapai gaya atau desain apa lebih unik.

2. Rumah Adat suku Minang Kabau

Rumah gadang adalah rumah adat kesukuan Minangkabau yang juga memiliki sebutan lain such rumah Godang, rumah Bagonjong, dan rumah Baanjuang. Rumah adat ini merupakan rumah model panggung apa berukuran terlalu tinggi dengan bentuk persegi panjang.


Sama such rumah adat Indonesia lainnya, rumah gadang also dibuat dari material apa berasal dari alam. Tiang penyangga, dinding, dan lantai terbuat dari board kayu dan bambu, sementara atapnya apa berbentuk sebagai tanduk kerbau terbuat dari ijuk. Meski terbuat dari hampir 100% nyata alam, arsitektur rumah gadang tetaplah luaran desain yang kuat.

Baca also Artikel yang Mungkin Berhubungan : BPUPKI : Pengertian, Anggota, Tugas, Sidang, Dan hasil Beserta Sejarahnya Lengkap

Rumah ini memiliki desain tangkap gempa pantas dengan terms geografis Sumatera west yang memang terletak di menyiksa rawan gempa. Desain simpan saja gempa di ~ rumah celah salah satunya ditemukan pada tiangnya yang noël menancap usai tanah. Tiang rumah adat Sumatera barat ini justru menumpang atau bertumpu diatas batu-batu datar pada tanah.


Dengan desain ini, getaran tidak akan mengakibatkan rumah rubuh saat terjadi gempa berskala terlalu tinggi sekalipun. Selain itu, setiap bertemu antara alting dan kaso geram pada rumah adat ini noël disatukan manfaat paku, melainkan menggunakan pasak yang terbuat dari kayu. Dengan warisan sambungan ini, rumah gadang menjadi dapat bergerak secara fleksibel meski diguncang dengan getaran gempa apa kuat.

3. Artian Tari suku Minang Kabau

Tarian pencak

berbeda dengan pencak dan silat. Pencak silat dilakukan malalui dua people dengan gaya silat. Secara pisik batin pencak, permainannya dapat bersinggungan ataukah bersentuhan. Tetapi, di di dalam tarian, pemain tigak bersinggungan ataukah bersentuhan. Tarian ini mengikuti oleh bunyi-bunyian such talempong dan pupuik batangan padi. Gerakannya noel harus mengikuti irama dan bunyi-bunyian.

Bunyi-bunyian menyertainya hanyalah sekedar pengiring belaka. Gerakan tarian pencak ini disesuaikn mencapai gerak lawan. Koknya lawan memainkan gerakan, seperti itu pula gerakan yang satunya. Ada 3 jenis tarian pencak yaitu seperti berikut : Tari Sewah, Tari Alo Ambek, dan Tari Galombang.

Tarian perintang

yaitu tarian yang dimainkan pemuda-pemuda buat perintang waktu. Tarian dapat dilakukan bersama-sama ataukah seorang diri. Tarian diiringi bunyi-bunyian seperti talempong, gendang, dan puput batang padi. Tarian dilakukan menjangkau bebas dengan irama 4/4 tidak punya terikat mencapai bunyi-bunyian yang mengiringinya.

Setiap penari bebas melakukan gerakan pantas kemahirannya. Bemaloneyforwv.comme tetapi ada gerakan yang telah terpola kemudian menirukan gerak tupai, elang terbang, kebaru mengamuk, dan sebagainya. Tarian ini dimainkan di sawah di atas musim panen atau pada acara-acara keramaian lainnya. Antara go tari piring, tari galuak, dan tari kerbau jalang.

3. Tool Musik Khas suku Minangkabau

Talempong

Salah satu alat musik tradisionalnya minangkabau adalah talempong. Tool musik pukul ini terbuat dari kuningan, berbentuk lingkaran dengan bagian bawah pukul lubang dan di ~ bagian di atas ada sedikit tonjolan. Talempong patuh digunakan sebagai alat musik karena mengiringi berbagai kesenian tradisionalnya minangkabau sebagai tarian atau musik.

Saluang

termasuk alat musik tiup. Alat musik tradisional minangkabau ini terbuang dari ‘talang’ apa merupakan sejenis bambu tapi lebih tipis. Talang dengan massa yang lebih besar also digunakan sebagai wadah untuk memasak makanan khas minangkabau yaitu Lamang.

Alat musik tradsiional minangkabau apa satu ini memiliki panjang 40-60 sentimeter mencapai 4 buah publik dengan diameter masing-masing rongga 3-4 sentimeter. Untuk memainkan pelayan tidaklah mudah, dibutuhkan teknik khusus yang dinamakan mencapai ‘manyisiahan angok’ (menyisakan nafas). Mencapai teknik ini pemain saluang bisa meniup saluang dari mulai sampai akhir songs tanpa nafas apa terputus.

Rabab

adalah alat musik secara tradisional minangkabau apa mirip mencapai biola. Konon mirip untuk dari segi bentuk memang hampir sama dan cara mainkan pun sama yaitu mencapai digesek. Rabab selain menjadi alat musik also menjadi kesenian tersendiri. Kesenian rabab konvensional berbentuk cerita atau dendang menjangkau diiringi alat musik rabab tadi. Dua aliran rabab yang cukup subur adalah Rabab Pasisia dan Rabab Pariaman.

Bansi

adalah deviasi satu alat musik tiup tradisional minangkabau. Bansi luaran 7 lubang, mirip mencapai rekorder, bentuknya pendek, tradisional berukuran 33-36 sentimeter.

Pupuik Tanduak

Alat musik secara tradisional minangkabau apa satu ini tampan unik buat dibuat dari bekas tanduk kerbau. Meskipun termasuk tool musik tapi pupuik tanduak sangat langka dimainkan kemudian pengiring musik, fungsinya lebih kepada tool pemanggil atau pemberitahu jika ada pengumuman dari pemuka adat.

Sarunai

Konon kata sarunai berasal dari kata Shehnai yaitu alat musik apa berasal dari India. Sarunai terbuat dari dua potong bambu yang tidak sama besar, potongan yang kecil dapat masuk usai potongan apa lebih besar, menjangkau fungsi seperti penghasil nada.

Tambua Tasa

adalah tool musik pukul apa sampai saat ini masih sering digunakan, terutama di ~ saat acara adat. Tool musik ini terdiri dari dua alat yaitu gandang Tambua dan gandang Tasa. Sarapan Tambua berbentuk anjungan dengan bahan hutan dengan dua permukaannya kulit.

Gandang Tambua dimainkan mencapai cara disandang diatas salah satu bahu melalui pemain batin posisi standing dengan manfaat dua buah kayu sebagai pemukul. Sedangkan sarapan Tasa lebih mirip setengah ball yang just memiliki satu sisi kulit (single headed drum). Kayu untuk memukul sarapan Tasa konvensional lebih ramping, lentur dan berukuran lebih panjang.

Adat Istiadat kesukuan Minangkabau

1. Adat nan sabana adat

Alam seperti ciptaan-Nya bagi nenek moyang people Minangkabau yakni Datuak perpatiah nan sabatang dan datuak ketumanggungan diamati, dipelajari dan dipedomani dan dijadikan guru buat mengambil iktibar sebagai yang disebutkan di dalam pepatah-petitih Adat :Panakiak melimpah sirawik, ambiak galah bar lintabuang,silodang ambiakkan niru, nan satitiak jadikan lawik,nan sakapa jadikan gunuang, alam Takambang jadi Guru.

2. Adat nan diadatkan malalui nenek-moyang.

Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya pada yakni menjangkau meneliti, mempedomani, mempelajari makhluk sekitarnya malalui nenek-moyang people Minangkabau, maka disusunlah ketentuan-ketentuan makhluk dengan segala fenomena-fenomenanya dulu pepatah-petitih, mamang, bidal, pantun dan gurindam Adat mencapai mengambil perbandingan dari ketentuan intisari tersebut, then dijadikan were kaidah-kaidah sosial untuk menyusun masyarakat batin segala bidang seperti : ekonomi, sosial budaya, hukum, politik, keamanan, pertahanan dan sebagainya.Karena pepatah-petitih tersebut dimaloneyforwv.comntoh dari ketentuan alam sesuai dengan fenomenanya masing-masing, maka kaidah-kaidah tersebut pantas dengan sumbernya tidak boleh dirobah-robah walau mencapai musyawarah air hujan sekalipun. Justru kedua jenis Adat di ~ huruf a dan b buat tidak boleh dirobah-robah disebut dalam pepatah :

Adat nan tak lakang dek paneh, tak lapuak dek hujan,dianjak tak layua, dibubuik tak mati,dibasuah bahabih aia, dikikih bahabih basi.Artinya adalah fakta dari bertindak alam tersebut . Selama Allah SWT, sebagai sang pencipta ketentuan intisari tersebut tidak menentukaan lain, maka ketentuan alam tersebut dengan tegas tak berobah.maloneyforwv.comntoh peribahasa :lawik barombak, gunuang bakabuik,lurah baraia, api mambaka,aia mambasahkan,batuang babuku,karambia bamato, batuang tumbuah dibukunyo,karambia tumbuah dimatonyo .

3. Adat Teradat

Begitupun peresmian SAKO(gelar pusaka) kaum atau penghulu, ada nagari apa memotong kerbau, ada banteng, ada kambing, ada mencapai membayar mata uang adat kenagari yang bersangkutan. Semuanya adalah policy pelaksanaan dari peresmian satu gelar pusaka kaum (Sako) apa diambil keputusannya malalui musyawarah mufakat. Dan go sebagainya.

4. Adat Istiadat

Adat Istiadat adalah peraturan-peraturan yang juga dibuat melalui penghulu-penghulu disuatu nagari melalui musyawarah air hujan sehubungan dengan sehubungan dengan kesukaan anak nagari such kesenian, latihan raga, pencak silat randai, talempong, pakaian laki-laki, pakaian wanita, barang-barang bawaan kerumah mempelai, begitupun helat jamu diresmikan S a k o menemani itu tadi. Begitu pula Marawa, ubur-ubur, tanggo, gabah-gabah, pelamina dan sebagainya yang berbeda-beda disetiap nagari. Juga berlaku pepatah yang berbunyi :Lain lubuak go ikannyo, lain padang go balalangnyo,lain nagari lain adatnyo (Istiadatnya) .Adat teradat adalah peraturan-peraturan yang dibuat oleh penghulu-penghulu Adat di dalam suatu nagari, peraturan guna karena melaksanakan pokok-pokok hukum yang telah dituangkan melalui nenek moyang (Dt. Perpatiah Nan Sabatang dan Dt. Ketumanggungan) dalam pepatah-petitih Adat.

Lihat lainnya: Ciri-Ciri Pria Serius Mengajak Menikah I Anda, 7 Tanda Nyata Cowok Serius Dan Ingin Menikahimu

Bagaimana sebaiknya penetapan aturan-aturan kurung tersebut batin kehidupan sehari-hari dan noël bertentangan menjangkau aturan-aturan pokok yang telah untuk kita warisi secara turun-temurun dari nenek-moyang dahulunya.