Lokasi muksa raja Kerajaan Kediri Sri Aji Jayabaya di Desa menang Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri. Di atas masa kepemimpinan Sri Jayabaya, kaya Kediri mencapai masa keemasannya. (foto: linda kusuma)


AGTVnews.com – kerajaan Kediri merupakan penyimpangan satu kerajaan terlalu tinggi di nusantara. Kekuasaan Kerajaan Kediri mendesak luas hingga seluruh pulau Jawa dan sebagian Sumatera. Kelewat pengaruh kerajaan yang berpusat di Daha ini sangat tahan lama sehingga mengalahkan pengaruh kerajaan Sriwijaya.

Anda sedang menonton: Raja raja di kerajaan kediri

Sisa-sisa kemegahan kerajaan Kediri masih kita menemukan hingga saat ini. Beberapa candi, situs dan prasasti menggambarkan besarnya kekuasaan kerajaan ini.

Asal-Usul kaya Kediri

Raja-raja di kerajaan Kediri merupakan keturunan dari raja Airlangga. Raja Airlangga berkuasa di kerajaan Medangkamulan. Di markas besar kejayaannya, Airlangga kemudian memindahkan pemerintahan nanti wilayah Kahuripan. Empire ini ditelepon dengan panjalu dengan pusat pemerintahan berada di Daha. Saga ini tertuang batin kitab Negarakertagama.

*
Situs Adan-adan di Kecamatan Gurah were salah satu bukti keberadaan kerajaan Kediri kuno. (foto: yusuf saputro)

Airlangga pribadi dua putra yakni, Sri Samarawijaya dan Mapanji Garasakan. Kedua putra Airlangga ini ternyata saling berebut kekuasaan. Untuk menghindari bentrokan pada lima 1041, Airlangga membagi kerajaannya dulu dua. Empire tersebut adalah Jenggala (Kahuripan) dan panjalu (Kediri). Kedua kerajaan ini dipisahkan malalui Gunung Kawi dan sungai Brantas.

Sri Samarawijaya mendapatkan kaya wilayah west yakni kerajaan Panjalu dengan sentral pemerintahan di town Daha. Sementara Mapanji Garasakan mendapatkan empire wilayah timur yang bernama Janggala dengan tengah pemerintahan di Kahuripan.

Pembagian dua kerajaan ini dikisahkan batin prasasti Mahasukbya, serat Calon Arang dan kitab Negarakertagama.

Kerajaan Panjalu akhirnya dikenal dengan nama belakang Kediri, memiliki wilayah kekuasaan diantaranya Kediri dan Madiun. Sementara wilayah memaksa kerajaan Janggala meliputi menyiksa Malang dan delta sungai Brantas menjangkau pelabuhannya Surabaya, rembang dan Pasuruhan.

Meski kerajaan sudah terbagi dua, namun senin anak Airlangga dirasakan berhak atas seluruh tahta Airlangga. Sehingga peperangan terus terjadi diantara kedua kerajaan.

Peperangan antara panjalu dan Jenggala terus terjadi selama 60 lima lamanya. Meski di mulailah peperangan Jenggala menang, namun panjalu lah yang mampu menguasai seluruh tahta Airlangga.

Dengan kemenangan panjalu ini, terbatas ibukota kerajaan dipindahkan dari Daha nanti Kediri. Didefinisikan Panjalu lebih dikenal dengan nama Kediri.

Kisah awal kerajaan Kediri ini crowd tertuang di dalam kitab sastra. Tujuan kitab sastra ini deviasi satunya kitab Kakawin Bharatayudha apa ditulis Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. Sastra ini menceritakan circa kemenangan Kediri ataukah Panjalu atas Jenggala.

Kerajaan Kediri berdiri sejak lima 1045 M. Kerajaan terlalu tinggi ini runtuh pada tahun 1222 M. Selama 177 lima berdiri, ada 8 raja yang berkuasa. Penyimpangan satunya adalah Sri Aji Jayabaya yang membawa Kediri diatas jaman keemasan. Bahkan beberapa ramalan Jayabaya terbukti kebenaran di masa sekarang ini.

Berikut partij Raja-raja kerajaan Kediri apa tercatat di dalam berbagai jumlah orang dan kitab kuno.

1. Sri Samarawijaya

Sri Samarawijaya adalah raja pertama dari kerajaan Kadiri. Pemerintahannya itu dimulai dari five 1042. Sri Samarawijaya luaran gelar maksimum Sri Samarawijaya Dharmasuparnawahana Teguh Uttunggadewa.

Dalam kata-kata Pucangan (tahun 1041) Samarawijaya memiliki jabatan seperti Rakryan Mahamantri. Di atas masa kekuasan king Airlangga dan raja-raja dahulu Airlangga, jabatan ini yang paling tinggi usai raja. Jabatan ini mirip dengan negara putra mahkota, di atas umumnya dijabat oleh putra ataukah menantu raja.

Pemerintahan raja Samarawijaya dikenal seperti masa kegelapan untuk pada masa ini noël ada bukti inskripsi sama sekali. Berdasarkan cerita dalam kata-kata Pamwatan dan jumlah orang Gandhakuti, raja Samarawijaya naik takhta di saat Airlangga turun takhta menjadi seorang pendeta.

Akhir pemerintahan dari king Samarawijaya tidak diketahui mencapai pasti. Prasasti yang menceritakan nama king Kadiri selanjutnya adalah prasasti Sirah Keting lima 1104 M. Kata-kata ini dibuat oleh raja Sri Jayawarsa. Noël diketahui apakah king Sri Jayawarsa merupakan pengganti dari king Sri Samarawijaya, ataukah masih ada king lainnya di antara keduanya.

2. Sri Jayawarsa

Sri Jayawarsa sendi di tahun 1104 M. Sri Jayawarsa bergelar Sri maharaja Jayawarsa Digjaya Sastraprabhu. Noël diketahui kapan pastinya raja Jayawarsa naik takhta sebagai raja Kerajaan Kediri.

Kisah raja Jayawarsa tercatat dalam prasasti Sirah Keting lima 1104 M. Dalam prasasti ini dikisahkan jika Sri Jayawarsa mendesak mencintai setiap orang rakyatanya. Kelewat dirinya always berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat. Kata-kata Sirah Keting berisi circa pengesahan desa Marjaya kemudian tanah perdikan ataukah sima swatantra.


Tidak diketahui secara pasti kapan king Jayawarsa down takhta. Dari inskripsi Panumbangan (tahun 1120 M) hanya menyebut makamnya yakni di quenn Gajapada.

3. King Bameswara

Raja Bameswara ditelepon sebagai raja yang berkuasa terdekat di kaya Kediri. Chapter ini diketahui dari isi prasasti Pikatan lima 1117 M. Masa pemerintahan king Bameswara banyak lebah yang ditemukan. Prasasti-prasasti ini ditemukan di wilayah Tulungagung dan Kertosono.

Dalam inskripsi tersebut crowd memuat masalah keagamaan. Dari kondisi ini bisa diketahui kondisi pemerintahan yang sangat baik.

Tidak diketahui, kapan king Brameswara turun takhta. Berdasarkan inskripsi Ngantang, raja selanjutnya yang berkuasa adalah raja Sri Jayabaya.

4. Sri Jayabaya

Dari lebah yang ada, Sri Jayabaya berkuasa sekitar five 1135 M hingga 1157 M. Raja ini bergelar Sri maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa.

Pada masa pemerintahan Jayabaya, kerajaan Kediri menjangkau puncaknya. Di atas masa tersebut, panjalu mampu mengalahkan Jenggala dan itu adalah seorang master seluruh takhta Airlangga. Batin pemerintahan Jayabaya, seluruh utama Kediri mungkin bersatu.

Banyak catatan prasasti yang ditinggalkan di ~ masa ini. Lebah prasasti apa ditemukan yakni inskripsi Hantang (tahun 1135 M), inskripsi Talan (tahun 1136 M), dan kata-kata Jepun (tahun 1144 M). Tidak hanya itu, terdapat juga karya sastra berupa kakawin Bharatayuddha (tahun 1157 M).

Dalam babad negara Jawi dan Serat Aji Pamasa panggilan jika raja Jayabaya merupaka titisan dewa Wisnu. Raja ini sendi negara apa bernama Widarba menjangkau ibu kota di Mamenang.

Ayah Jayabaya adalah Gendrayana. Gendrayana merupakan putra dari Yudayana, putra dari Parikesit, putra dari Abimanyu, putra dari Arjuna dari familial Pandawa.

Permaisuri raja Jayabaya bernama Dewi Sara. Jayabaya diketahui luaran 4 anak yakni Jayaamijaya, Dewi Pramesti, Dewi Pramuni dan Dewi Sasanti.

Jayaamijaya menurunkan raja-raja di tanah Jawa, ~ sampai empire Majapahit dan juga Kerajaan mata ramin Islam. Sedangkan Pramesti nikah dengan Astradarma raja dari Yawastina, melahirkan seorang anak bernama Anglingdarma raja dari Malawapati.

Dalam pemerintahannya Jayabaya menerapkan strategi untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyatnya. Kerajaan di ~ masa ini mendesak makmur, baik dari pertanian maupun perdagangan. Secara ekonomi person Kediri hidupnya terjamin. Kekuatan kerajaan tambahan meluas hingga seluruh pulau Jawa dan Sumatera.

Jayabaya down takhta mencapai cara muksa ataukah hilang tanpa meninggalkan jasad. Sebelum menghilang, Jayabaya bertapa terlebih sebelum di Desa saya menang Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri. Setelahnya, mahkota (kuluk) dan juga pakaian ukurannya (ageman) dilepas, kemudian king Jayabaya menghilang.

Jayabaya terkenal dengan ramalannya, Jangka Jayabaya. Ramalan ini beberapa siap terbukti kebenaran di era peradaban modernis saat ini.

5. Sri Sarweswara

Raja Sri Sarweswara sendi pada lima 1159 – 1161. Raja ini bergelar Sri maharaja Rakai Sirikan Sri Sarweswara Janardanawatara wijaya Agrajasama Singhadani Waryawirya Parakrama Digjaya Uttunggadewa.

Sri Sarwaswera adalah deviasi satu raja Kediri yang terkenal sebagai raja yang sangat agama dan juga berbudaya. Chapter ini dikisahkan dalan prasasti Padelegan II lima 1159 M dan prasasti Kahyunan lima 1161 M.

Sebagai raja yang taat keagamaan dan budaya, prabu Sarwaswera menyimpan teguh dengan aturan tat wam asi yang artinya Dikaulah itu.

Pemikiran ini berarti dikaulah (semuanya) itu, setiap orang makhluk ialah engkau. Gawangnya hidup umat ​​manusia menurut dari bugar Sarwaswera yang terakhir ialah moksa, yaitu pemanunggalan jiwatma menjangkau paramatma. Jalan menuju benar ialah sesuatu yang menuju kearah tangga dan segala sesuatu yang menghalangi sekutunya ialah noël benar.

Tidak diketahui secara pasti kapan king Sri Sarweswara turun takhta. Berdasarkan isi prasasti Angin five 1171 M, king selanjutnya yang memimpin kerajaan Kediri adalah raja Sri Aryeswara.


6. Sri Aryeswara

Sri Aryeswara adalah raja Kediri yang berkuasa pada lima 1171 M. King ini bergelar Sri maharaja Rake Hino Sri Aryeswara Madhusudanawatara Arijamuka. Pemerintahan Sri Aryeswara diketahui dari kata-kata Angin, tanggal 23 Maret 1171.

Prasasti tersebut menyebut bahwa king yang kelima dari kerajaan Kediri adalah Sri Aryeswara apa bergelar Sri maharaja Rake Hino Sri Aryeswara Madhusudanawatara Arijamuka. Sementara lambang dari pemerintahannya adalah Ganesha.

Hanya sedikit catatan yang bisa ~ diketahui tentang raja ini. Dari inskripsi Jaring disebut, memaksa Sri Aryeswara dilanjutkan oleh king Sri Gandra.

7. Sri Gandra

Raja Sri Gandra berkuasa di atas 1811 M. Gelar apa dipangkunya adalah Sri maharaja Koncaryadipa Handabhuwanapadalaka Parakrama Anindita Digjaya Uttunggadewa Sri Gandra.

Masa kepemimpinan raja Sri Gandra terkutip batin prasasti Jaring (1181 M). Jumlah orang tersebut menceritakan sang king yang mengabulkan keinginan orang Desa Jaring sekitar anugerah raja sebelumnya yang belum terwujud. Pengabulan permohonan ini disampaikan melalui senapati Sarwajala.

Di inskripsi tersebut juga diceritakan adanya nama belakang hewan yang digunakan untuk menunjukkan ditinggikan rendahnya kepangkatan di dalam istana. Namu yang tersebut misalnya Menjangan Puguh, lembu Agra dan harimau Kuning. Noël diketahui ketika pastinya berakhirnya pemerintahan king Sri Gandra. Raja dari Kadiri ini terdekat berdasarkan isi dari kata-kata Semanding pada lima 1182 adalah raja Sri Kameswara.

8. Sri Kameswara

Sri Kameswara adalah king ketujuh dari kerajaan Kediri, hal ini tercantum batin Prasasti Ceker lima 1182 M serta kata-kata Kakawin Smaradhan. Masa pemerintahan raja Sri Kameswara sekitar lima 1180 M – 1190 M. King ini bergelar Sri maharaja Sri Kameswara Triwikramawatara Aniwariwirya Anindhita Digjaya Uttunggadewa.

Di masa pemerintahan Sri Kameswara seni sastra berkembang mendesak pesat. Penyimpangan satunya adanya Kitab Smaradhana karangan dari Mpu Dharmaja. Kitab ini berkisah tentang cerita rakyat seperti cerita Panji Semirang. Mpu Dharmaja juga menuliskan kematian tentang kelahiran dari roh Ganesha, yaitu dewa berkepala gajah yang merupakan anak dari tuhan Siwa. Ganesha menjadi lambang dari kerajaan Kadiri sebagaimana apa tercatat dalam prasasti-prasasti.

Beberapa peninggalan sejarah di ~ masa pemerintahan ini diantaranya, kata-kata Semanding (1182 M) dan inskripsi Ceker (1185 M).

9. Sri Kertajaya

Sri maharaja Kertajaya adalah raja terakhir dari kerajaan Kediri. King ini berkuasa pada five 1194 M – 1222 M. Di masa raja Kertajaya, Kediri jatuh untuk serangan empire Tumapel atau Singashari.

Raja Kertajaya luaran gelar Sri maharaja Sri Sarweswara Triwikramawatara Anindita Srenggalancana Digjaya Uttunggadewa.

Nama raja Kertajaya tercatat dalam teks Nagarakertagama (tahun 1365) apa ditulis nanti zaman kaya Kadiri. Sementara di dalam teks Pararaton raja Kertajaya disebut dengan namu Prabu Dandhang Gendis.

Bukti sejarah masa pemerintahan raja Kertajaya diantaranya tertuang di dalam prasasti Galunggung (tahun 1194), inskripsi Kamulan (tahun 1194), jumlah orang Palah (tahun 1197), dan jumlah orang Wates Kulon (tahun 1205).

Kestabilan pemerintahan kaya Kediri di atas pemerintahan raja Kertajaya start menurun. Kapak ini untuk raja bermaksud mengurangi hak-hak kaum Brahmana. Sang prabu ingin disembah such dewa, kaum Brahmana menentang keputusan tersebut. Mereka memilih gyeongju dan demands bantuan dari kerajaan Tumapel dibawah kepemimpinan Ken Arok.

Mengetahui chapter ini, raja Kertajaya lalu saya menyiapkan pasukan buat menyerang Tumapel. Sementara itu. Ken Arok dan dukungan kaum Brahmana melakukan serangan balik setelah Kerajaan Kediri. Detik pasukan akun itu telah pertemuan di menutup Ganter (1222 M).

Dalam pertempuran tersebut pasukan Kediri berhasil dikalahkan. King Kertajaya berhasil meloloskan diri , namun bayinya nasibnya noel diketahui. Darimana saat itu kekuatan Kerajaan Kediri berakhir dan menjadi kekuasaan Tumapel.

Lihat lainnya: Daftar Negara Negara Maju Di Benua Eropa Terbaru Dan Terlengkap

Itu tadi silsilah raja-raja yang memimpin kerajaan Kediri. Hingga saat ini mayoritas peninggalan geram Kerajaan Kediri hadiah di sejumlah utama di luar Kediri. Bab ini mendemonstrasikan jika kaya Kediri merupakan kerajaan terlalu tinggi di Nusantara.