Toggle navigation
*



Anda sedang menonton: Peristiwa kekerasan di timor timur pasca jejak pendapat 1999

KAJIAN dikkritik PENGADILAN baik ASASI human AD HOC DI INDONESIA (Studi Kasus Pelanggaran ke kanan Asasi Manusia bobot di Timor-Timur Pasca Jejak Pendapat)


*



Lihat lainnya: Manfaat Buah Mahkota Dewa Dan Efek Sampingnya, : Kegunaan, Efek Samping, Interaksi

Pada tanggal 30 Agustus 1999, person Timor-Timur melakukan jajak pendapat, yakni memilih antara otonomi dan kemerdekaan. Hasil plebisit adalah 78,5 % dari 98 % apa memberikan suara memilih merdeka. Kerusuhanpun terjadi, yang diduga dilakukan melalui milisi prointegrasi dan aparat kemananan (TNI-POLRI), yakni does eksekusi massal terhadap orang Timor-Timur. Kurang lebih 600 (enam ratus) orang were korban kekerasan. Di atas tanggal 15 September 1999 Dewan kerahasiaan mengeluarkan ResoIusi 1264 (1999) berkaitan mencapai kasus tersebut. Pada tanggal 23 November 2000 otoritas mengundangkan undang-undang No. 26 five 2000 sekitar Pengadilan daratkan Asasi Manusia, kemudian diikuti Keppres No. 53 lima 2001 tentang Pembentukan Pengadilan hak Asasi umat ​​manusia Ad Hoc. Pada Pengadilan Negeri champa Pusat, yang diubah mencapai Keppres numeral 96 lima 2001. Pelaksanaan Pengadilan baik Asasi manusia (HAM) ad Hoc di atas tanggal 14 Maret 2002 mencapai terdakwa Jose Osario Abilio Soares, brigjen Timbul Silaen, dan herman Sediono. Berdasarkan hal tersebut, penulis bermaksud menelaah lagi Pengadilan HAM ad Hoc di Indonesia dalam bentuk Skripsi yang berjudul " KAJIAN kritis PENGADILAN daratkan ASASI manusia AD HOC DI INDONESIA (Studi Kasus Pelanggaran baik Asasi Manusia bobot di Timor-Timur Pasca Jejak Pendapat)". Adapun permasalahan apa dikupas di dalam penulisan karangan ini adalah: 1. Sejauh mana pemberlakuan asas retroaktif batin Pengadilan HAM ad Hoc di Indonesia terkait penyelesaian kasus pelanggaran HAM bobot di Timor-Timur Pasca Jejak Pendapat 2. Di mana Pelaksanaan pengadilan HAM ad Hoc batin menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat di Timor-Timor semacam spageti jajak pendapat Penulisan skripsi ini menggunakan metodologi, yakni Pendekatan Yuridis Normatif dengan bersumber Data Sekunder (data apa bersumber dari bahan pustaka, yaitu kaidah ataukah Norma Dasar, Peraturan Dasar, Peraturan Perundang-undangan, Buku-buku Hukum, Buku-buku politika dan Media Massa). Metode Pengumpulan Data dengan beraliran Studi referensi dan Jaringan. Internet. Sedangkan dianalisas Data adalah deskriptif Kualitatif Pernberlakuan asas retroaktif" batin Pengadilan HAM ad Hoc di Indonesia bertentangan asas hukum (nullum delictum nulla poena sine lege). Buat kejahatan HAM memuat berbeda dengan ragum biasa dan adanya prinsip-prinsip keadilan apa diakui internasional serta penerapan beraksi kebiasaan penginternasionalan di negara-negara lain dalam kasus yang sama, maka asas no retroaktif disimpangi. Politika internasional tambahan terkait erat batin masalah ini. Pengadilan HAM ad Hoc karena kasus Timor-Timur adalah rekomendasi DPR. Asas nebis in item dapat disimpangi jika tidak sesuai standar internasional, Putusan pengadilan HAM ad Hoc Indonesia relevan kasus pelanggaran HAM bobot di Timor-Timur memunculkan pendapat dan pandangan yang berbeda-beda di masyarakat, baik nasional maupun internasional.