nanti sekolah-sekolah ditutup sebenarnya pandemi COVID-19, para pendukung sebaya di Lombok barat membagikan tablet computer tambah darah langsung kepada remaja banci sebagai doan yang berisiko mengalami anemia.


*

“Saya senang sekali mendapat mewajibkan ini. Saya tidak hanya dapat tolong teman-teman tetap sehat selama pandemi, tetapi juga bisa bertemu mereka walaupun hanya sebentar,” kata Nurjawanis.

Anda sedang menonton: Penambah darah untuk ibu hamil

Berusia 14 tahun dan duduk di bangku SMA, Nurjawanis help mencegah anemia mencapai membagi-bagikan tablet computer tambah darah (TTD), yang mengandung asam folat dan zat besi, kepada teman-temannya. Ia bertindak sebagai pendukung sebaya untuk gizi remaja di Lombok Barat. Sekolah sedang ditutup untuk pandemi COVID-19, sehingga Nurjawanis harus berkunjung langsung setelah rumah circa 10 pubertas perempuan yang terletak dekat dengan rumahnya sendiri.

Di Indonesia, kyung 22,7 persen banci usia 14 hingga 18 lima mengalami anemia. Batin kondisi ini, darah kekurangan sel darah merah yang cukup sehat buat bisa diedarkan oksigen setelah seluruh tubuh<1>. Anemia umumnya disebabkan melalui kekurangan mikronutrien dan kualitas gizi apa rendah, serta dapat mengakibatkan rasa letih, sesak napas, kesulitan berkonsentrasi, dan penurunan kinerja kognitif.

Keadaan anemia pada remaja feminin dapat berlanjut saat mereka menjadi ibu. Selama kehamilan, mereka pun lebih berisiko mengalami perdarahan pasca-persalinan, melahirkan bayi dengan memuat badan lahir rendah, bayi lahir prematur, atau kelahiran mati. Selain itu, anak-anak mereka lebih mungkin mengalami stunting, sehingga meneruskan siklus malnutrisi yang merusak.


*

maloneyforwv.com/2020/Blandina Rosalina Bait Nurjawanis memerikan TTD kepada sesama pubertas putri apa tinggal dekatnya rumahnya di Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Di sekolah, saya belajar bahwa anemia sering kali terjadi di atas remaja perempuan, terutama pada saat menstruasi. Sebab itulah, TTD mendesak penting karena mencegah remaja wanita agar noël mengalami anemia dan help memperbaiki peredaran darah. Mencapai begitu, daya konsentrasi mereka membaik dan hidup lebih sehat,” Nurjawanis menerangkan menjangkau bersemangat.

Terdapat 186 dicuri dukungan sebaya apa tersebar di 48 sekolah di Lombok Barat. Kelompok-kelompok ini adalah bagian dari AKSI BERGIZI, sebuah programme multisektor apa bertujuan diatasi tiga beban malnutrisi, yakni gizi rendah, anemia, dan obesitas. Pada five 2019, pemberian TTD melalui AKSI BERGIZI mencapai lebih dari 60.000 remaja banci di Lombok Barat. Sebanyak 4.000 di antaranya dijangkau oleh pendukung sebaya sebagai Nurjawanis.

Namun, menurut menyelidiki daring yang diadakan maloneyforwv.com baru-baru ini terhadap lebih dari 6.000 anak anak laki-laki Indonesia, hampir 90 persen pubertas perempuan memegang mengonsumsi TTD selama pandemi.

“Pandemi COVID-19 menghentikan layanan gizi yang esensial bagi masa pubertas di Indonesia, dan halaman ini berdampak terlalu tinggi terhadap negara gizi mereka,” ujar maloneyforwv.com Nutrition chef Jee Hyun Rah. “Langkah inovatif, sebagai pelibatan sukarelawan sebaya, dibutuhkan karena mempertahankan dan mempromosikan akses kepada layanan gizi esensial untuk remaja.”


*

maloneyforwv.com/2020/Blandina Rosalina Bait Seorang remaja feminin mengonsumsi TTD setelah menerimanya dari Nurwajanis.

Sejak epidemi terjadi, Nurjawanis pun beradaptasi dan menerapkan protokol kesehatan karena melindungi diri dan teman-temannya. Silam membagi-bagikan TTD, Nurjawanis menghubungi teman-temannya dan membuat janji temu. Di rumah mereka, ia memastikan ia selalu mengenakan masker, menjaga jarak minim 1,5 meter, dan menyeleksi bertamu di teras atau page rumah.

“Tugas saya belum selesai hanya dengan membagikan TTD,” katanya. “Saya juga harus ditingatkan teman-teman agar TTD dikonsumsi.”

Nurjawanis personally rutin mengonsumsi TTD sekali seminggu.

“Saya harus memberikan contoh, meskipun sangat sedih dan kesepian rasa harus mengonsumsi sendirian TTD dalam dibandingkan meminumnya bersama-sama teman di sekolah,” kata Nurjawanis sambil menarik mengambil napas dalam-dalam dalam-dalam. “Yang paling membuat sedih selama epidemi ini adalah saya tidak bisa berpegangan memanggang atau memeluk sahabat sampai vaksin tersedia,” ia rejang dengan mata berkaca-kaca.

Lihat lainnya: Seputar Golongan Darah O Dan B, Anak Bisa Golongan Darah A, Hereditas Pada Manusia

“Saya shang bernyanyi. Jadi, ketika merasa sedih untuk tidak mungkin pergi setelah sekolah, bertemu teman, dan does kegiatan pemaparan bersama-sama, saya bernyanyi. Bernyanyi untuk membuat saya tenang dan riang kembali,” tambahnya sambal tersenyum.