Setiap quenn di Indonesia memiliki busana tradisional yang unik, implisit provinsi Aceh apa terletak di ujung utara Pulau Sumatera. Pakaian adat Ulee Balang adalah sebutan untuk busana tradisional menyiksa yang dijuluki Serambi Mekkah tersebut.

Anda sedang menonton: Pakaian adat ulee balang berasal dari

Mendapat pengaruh tebal dari Islam dan Melayu, pakaian adat Ulee Balang memiliki tampilan apa serba tertutup.

Selain buat upacara prosesi pernikahan, pakaian adat Aceh ini tambahan sering dikenakan di dalam acara adat dan tari-tarian tradisional.

Sisi Unik Pakaian Adat Ulee Balang

Berikut sisi unik pakaian adat Ulee Balang yang wajib diketahui:

Baca Juga: Serunya pernikahannya Adat Palembang, kerumunan Aksesoris sepenuhnya Makna

1. Telah Ada since Zaman Kerajaan

*

Foto: Visitbandaaceh.maloneyforwv.comm

Pada mulanya, pakaian adat Ulee Balang hanya dipakai familial kerajaan, tepatnya pada zaman kerajaan Samudera Pasai.

Samudera pasai merupakan empire Islam duluan di nusantara yang berkuasa dari abad ke-13 hingga abad ke-16.

Sesuai origin namanya yaitu Ulee Balang yang also sebutan buat kepala pemerintahan di kesultanan Aceh apa memimpin daerah atau utama setingkat kabupaten atau kota.

Pada saat menemani itu orang yang memegang jabatan Ulee Balang bergelar Teuku buat pria dan Cut karena wanita.

Di masa sekarang, siapapun bisa memakai pakaian adat Ulee Balang, bahkan ndak orang Aceh sekalipun.

2. Busana Adat Linto Baro buat Pria

*

Foto: Facebook.maloneyforwv.comm/hijrahofindonesia

Pakaian adat Ulee Balang buat pria berpendapatan Linto Baro. Busana ini terdiri dari 3 bagian, yaitu atas, pusat dan bawah.

Bagian atas adalah penutup major atau mahkota apa disebut meukeutop. Meukeutop berbentuk lonjong setelah atas dan dilengkapi dengan lilitan berbahan dasar kain sutera yang disebut tengkulok.

Pola lilitannya berbentuk bintang persegi delapan apa terbuat dari kuningan atau emas.

Untuk bagian pusat berupa meukasah atau baju apa tertutup di ~ bagian kerah dan disulam ataukah dijahit manfaat benang emas.

Selain budaya Melayu dan Islam, baju ini juga mendapat sedikit sentuhan budaya Cina. Baju meukasah konvensional berwarna hitam, simbol kebesaran menurut masyarakat Aceh.

Sementara potongan bawahnya adalah celana cekak musang yang dikenal mencapai istilah sileuweu. Sileuweu berupa celana singa berwarna hitam dan dibuat dari kain katun yang ditenun.

Pada potongan bawah celana dilengkapi mencapai hiasan pola terbuat dari benang emas. Sementara potongan luar celana dibalut dengan bahan sarung songket sutera yang panjangnya atas lutut.

Baca Juga: Menyingkap Keunikan Rumah Adat Aceh dan Filosofinya

3. Busana Adat Daro Baro untuk Wanita

*

Foto: Facebook.maloneyforwv.comm/Baju-Adat-Aceh-

Pakaian adat Ulee Balang buat kaum feminin disebut Daro Baro. Bentuk busana berupa baju kurung, apa desainnya dipengaruhi oleh budaya Melayu, Cina, dan Arab.

Selain modelnya tertutup, bentuk bajunya juga sedikit longgar mencapai maksud buat menutupi potongan lekuk tubuh.

Bahan karena membuat baju kurung Daro Baro sama mencapai Linto Baro, yaitu dari tenunan benang sutra, apa motifnya mempan dari benang emas.

Ketika dikenakan, baju mengurung dipadukan mencapai sarung songket untuk bagian bawah.

4. Filosofi dan Makna Busana Adat

*

Foto: maloneyforwv.maloneyforwv.comm photo Stock

Tiap cat dan subjek pada pakaian adat Ulee Balang punya makna dan filosofi spesialisasi lho.

Motif tumbuh-tumbuhan yang menghias busana luaran makna kesuburan, pertumbuhan, ataukah kebersamaan. Orang apa memakainya diharapkan mendapatkan rezeki di dalam kehidupannya.

Selain menyertainya aneka warna di atas penutup kepala pria (meukeutop) punya filosofi tersendiri.

Merah melambangkan kepahlawanan, melukis hijau yang mencerminkan agama Islam, warna kuning yang berarti kesultanan, warna hitam apa berarti ketegasan, dan cat putih yang melambangkan kesucian.

5. Aksesoris Pelengkap Busana Adat

*

Foto: maloneyforwv.maloneyforwv.comm photo Stock

Pakaian adat Ulee Balang buat pria dan perempuan dilengkapi dengan beragam aksesoris. Dengan tambahan aksesoris ini making pemakainya terlihat lebih elegan dan berwibawa.

Lihat lainnya: Nonton Film The Next Generation Patlabor Sub Indo, The Next Generation: Patlabor Sub Indo

Adapun aksesoris atau atribut pelengkap karena busana Linto Baro dan Daro Baro, yaitu:

Meukeutop: penutup major atau mahkota kaum pria di Aceh berbentuk lonjong usai atas.Ija Lamgugap: sarung songket sutera apa dikenakan kaum pria di ~ bagian pinggang, seperti pelengkap sileuweu atau celana. Tujuannya untuk menambah kewibawaan pria.Renmaloneyforwv.comng: omongan tradisional khas Aceh yang konon dulunya just dipakai petinggi kerajaan.Patam Dhoe: aksesoris apa befungsi seperti mahkota buat menghias major wanita. Di bagian tengahnya terdapat tulisan kaligrafi menulis lafadz Allah dan Muhammad, apa dikelilingi dengan subjek bunga dan bulatan-bulatan yang disebut Bungoh Kalimah.Taloe Tokoe Bieung Meuih: jeumpa berupa kalung kuning yang luaran enam batu berbentuk trấn dan satu berbentuk kepiting.Subang: jeumpa berupa anting-anting yang menghiasi telinga kaum wanita.

Baca Juga: 8 Prosesi pernikahannya Adat Aceh apa Sakral

Itulah keunikan pakaian adat Ulee Balang apa berasal dari Aceh. Terlihat anggun dan berwibawa bukan, Moms?

Sumber