Pendahuluan

Bagi orang apa tinggal di Jakarta, sudah noël asing lagi dengan lagu-lagu "Ondel-ondel" apa dinyanyikan melalui Benyamin.S. Lagu ini patuh diperdengarkan terutama pada aku ulang tahun Jakarta sembari memajang pasangan Ondel-ondel sebagai hiasan di jalan-jalan protokol, hotel-hotel, dan gedung upaya di Jakarta. Ondel-ondel yang digunakan memiliki bentuk yang hampir sama, meski corak dan warnanya beraneka ragam sehingga shine menarik. Bentuk Ondel-ondel menyerupai boneka umat ​​manusia dengan ekspresi wajah yang tersenyum ramah.


Ondel-ondel lelaki dibuat berwarna merah, yang melambangkan semangat dan keberanian. Ondel-ondel perempuan berwarna putih, apa menandakan kebaikan dan kesucian. Tinggi Ondel-ondel sekitar 2,5 meter dengan lebar sekitar 80 centimeter, membuat dari anyaman bambu sehingga ringan saat dipikul melalui pemerannya. Bagian kepalanya menyerupai topeng apa diberi ijuk sebagai rambutnya. Pertunjukkan rakyat Betawi ini asibe menyimbolkan leluhur yang senantiasa menjaga anak cucunya ataukah penduduk suatu desa.

Anda sedang menonton: Mengapa ondel ondel selalu tampil berpasangan


*

Sepasang Ondel - ondel Betawi


Ondel-ondel adalah boneka raksasa yang terbuat dari anyaman bambu apa dihiasi mencapai pakaian dan pernak-pernik aksesoris yang membuatnya terlihat sebagai manusia. Dalam pertunjukannya wayang ini tradisional di gerakan melalui seseorang apa ada di dalamnya, mencapai diiringi musik khas Betawi. Perkira Ondel-ondel tradisional diadakan di dalam rangka pesta rakyat kemudian pesta panen, penyambutan tamu, pernikahan dan dan perayaan official lainnya, sehingga wayang Ondel-ondel were salah satu ikon besar di dalam pesta selamat Ibukota Jakarta.


Boneka Ondel-ondel ini diyakini kemudian perwujudan pengabdian terhadap nenek moyang apa menjaga dan melindungi anak cucu mereka. Dalam pementasan Ondel-ondel biasanya wayang dibuat berpasangan, yaitu wayang laki-laki dan perempuan. Wayang Ondel-ondel membuat layaknya seorang pengantin yang dihiasi mencapai pakaian apa indah.


Pertunjukan Ondel-ondel biasanya diiringi menjangkau berbagai kesenian lainnya. Musik apa biasanya mengiringi adalah tajindor, musik rebana, gendang pencak, gambang kromo dan lain-lain. Selain diiringi dengan musik, Ondel-ondel juga diiringi berbagai kesenian go yang were ciri khas dari berbagai kampung Betawi. Pertunjukan Ondel-ondel tradisional diatraksikan seperti layaknya parade rakyat.


*

Parade Ondel - ondel di jalan


Apakah Anda siap pernah menyaksikan parade Ondel-ondel secara langsung? Jika belum, their dapat menyaksikan festival Ondel-ondel melalui tayangan video berikut:


Bagaimana tayangan parade Ondel-ondel apa baru saja anda saksikan? memukau bukan? Itulah deviasi satu ragam budaya Betawi yang masih dilestarikan hingga saat ini.


Sejarah Ondel-ondel

Siapa yang tak untuk mengetahui Ondel-ondel yang sering muncul kapan perayaan days ulang lima Kota Jakarta. Sosoknya yang unik making acara hari Ulang lima Kota champa semakin meriah. Wayang Ondel-ondel ini sebenarnya terbuat dari kertas dengan ukuran tingginya circa dua setengah meter. Bentuknya berwarna-warni serta always tampil berpasangan. Kerangka Ondel-ondel ini terbuat dari anyaman bambu sehingga ringan untuk dipikul. Potongan kepalanya dibuat topeng, sedang rambutnya terbuat dari ijuk yang dibalut dengan kertas berwarna warni sehingga mirip dengan rambut.


Tak hanya kota champa saja apa mempunyai sejarah, namun Ondel-ondel ini pun memiliki riwayat sejarahnya. Konon boneka raksasa menyertainya dahulunya sering diarak sekitar kampung oleh roti isi daging Betawi. Ternyata awalnya Ondel-ondel disebut Barongan, namun tak ada apa tahu pasti makna tambahan kata tersebut. Bisa berasal dari kata Barengan apa berarti bareng-bareng ataukah sama-sama. Sebutan itu acibe dari kalimat ajakan di dalam logat Betawi "nyok, kite ngarak bareng-bareng". Since kapan kemunculannya Ondel-ondel? noel ada apa dapat menjawab dengan pasti, yang jelas wayang raksasa ini sudah ada dari atau ~ jauh dahulu Vereenigde Oostindische Compagnie masuk ke Nusantara.


Sebenarnya Ondel-ondel adalah tokoh yang dihilangkan diatas Sendratari Reog versi Wengker dari Ponorogo. Tokoh tersebut adalah pasangan mahluk halus dengan berbadan raksasa, tetapi buat mengganggu perjalanan Singo Barong, maka dikutuklah mereka were burung gagak dan burung merak dalam bentuk raksasa pula. Namun pada pemerintahan Batara Katong, tokoh-tokoh yang noel terlalu secara signifikan dihilangkan. Pada kesenian Jathilan Jawa markas besar dikenal mencapai gendruwon gede, di Pasundan dikenal menjangkau sebutan Badawang, apa sudah ada sejak paska Perang Bubat yang dibawa pejabat Sunda yang masih kehidupan dengan membawa Angklung Reyog, sedangkan di Bali lebih dikenal dengan nama Barong Landung apa merupakan jenis Barong Bali apa dibawa king Airlangga saat menyelamatkan diri.


Seorang narasumber selaku pengamat seni dan budaya, suku bahwa dulunya Ondel-ondel memiliki nama "Barongan", sama halnya kemudian Barongan Bali (Barong Landung), Barongan Jawa tengah (Reog Ponorogo), dan Barongan dari negeri China (Barongsai dan Liongsai). Istilah Ondel-ondel tidak diketahui pasti asal mulanya. Namun apabila ditelaah lebih dalam, besar kemungkinan istilah Ondel-ondel muncul karena permainan kata semata, accordingly muncul pengulangan kata "Ondel" dulu "Ondel-ondel" dikarenakan mau menyebut sepasang wayang raksasa akun itu secara berpasangan, serta fitrahnya also orang Betawi apa terkenal mencapai gaya bicara apa ceplas-ceplos, tetapi tidak punya makna yang jelas.


Ondel-ondel orang orang bilang sudah ada silam Islam bertebar di pulau Jawa. W. Scot, seorang pedagang origin Inggris mencatat batin bukunya, types boneka seperti Ondel-ondel sudah ada pada lima 1605. Namun, buat perbedaan kultur dan budaya, Scot melihat tradisi Betawi bersinar asing di matanya, sehingga bentuk penyampaian verbal maupun tulisan just berupa gambaran-gambaran secara kasat mata saja dan mengambil istilah-istilah yang relevan dengan bahasa bangsanya.

Dulunya dahulu dipertunjukkan Ondel-ondel biasanya bertanya tentang madat, namun buat madat atau ganja dilarang seperti gantinya Ondel-ondel thalamus rokok lisong, dengan cara ditempelkan di mulutnya. Ondel-ondel pun sering digunakan untuk menolak bala ataukah roh jahat. Menurut kepercayaan orang-orang Betawi wabah seperti misalnya cacar menjadi hilang usai orang-orang mengarak Ondel-ondel sekitar kampung.


Berkaitan menjangkau fungsinya, pembuatan Ondel-ondel biasanya malalui proses routine tertentu. Sebelum proses pembuatan dimulai, pengrajin Ondel-ondel menjadi menyediakan aneka sesaji berupa kemenyan, kembang tujuh rupa dan havermut sumsum. Halaman itu dilakukan dengan hasil agar pembuatan Ondel-ondel berjalan lancar dan roh yang bersemayam di boneka adalah dewa baik.


Pembuatan Ondel-ondel dengan menerapkan ritual kemudian itu masih berlangsung hingga 1980-an. Namun usai masa itu, tangani itu ritual tersebut awal ditinggalkan sejalan dengan bergesernya fungsional Ondel-ondel. Seiring perkembangan zaman, Ondel-ondel digunakan untuk menambah semarak pesta-pesta rakyat, hajatan perkawinan ataukah khitanan, serta karena penyambutan tamu kehormatan, semisal di atas peresmian gedung apa baru selesai dibangun.


Ketika masa kepemimpinan gubernurnya DKI sampanye Ali Sadikin (1966-1977), Ondel-ondel dijadikan kemudian boneka artian khas Betawi. Ondel-ondel juga menjadi artian pertunjukan rakyat yang menghibur. Ketika melakukan pertunjukan, dengan menggoyang-goyangkan badan dan kepala yang menoleh setelah kiri dan setelah kanan, Ondel-ondel patuh kali diiringi musik khas Betawi sebagai tanjidor, tang Betawi, bende, ningnong, rebana, dan ketimpring.


Ketika wajah kota Jakarta berubah dulu lebih modern tentang 1960-an hingga kini, wajah wayang raksasa akun itu tampilannya noël lagi seram dan berbau mistis. Permukaanbutuh dan menyeluruh dari Ondel-ondel masa kini tampak lebih manis dan bersahabat. Chapter itu sejalan dengan fungsi Ondel-ondel apa berubah were boneka penghibur bagi segenap kalangan, tersirat anak-anak.


*

Ondel-ondel diatas acara pembukaan Hotel Des Indes, Batavia lima 1923


Daerah origin Ondel-ondel

Ondel-ondel merupakan wayang raksasa yang berasal dari tanah Betawi. Sosial Betawi adalah penduduk nguyên Jakarta. Sebelum sebelum bernama Jakarta, Ibukota negara Indonesia ini pemfitnahan kali berubah nama, mulai dari Jayakarta, Sunda Kelapa, Batavia, hingga saat ini bernama Jakarta.


Sejarah berdirinya town Jakarta, awalnya bermula dengan ditemukannya kata-kata Tugu di menyiksa Tugu, champa Utara, yang mengonfirmasi bahwa menyiksa yang kini merupakan potongan dari jakarta modern dulunya adalah tempat pemukiman warga pada masa kerajaan Tarumanegara.


Ketika Tarumanegara start kehilangan kekuatan, quận Jakarta bang ke groep Kerajaan Sunda. Dermaga Sunda ini juga dikenal such sebuah dermaga apa strategis dan makmur. Deviasi satu pelabuhan yang ada di mulut sungai diberi nama Sunda Kalapa/Sunda Kelapa. Di atas abad ke-16, penjelajah dari Eropa juga sering menyebut sebuah kota yang dipanggil Kalapa, sebuah pelabuhan major dari empire Hindu Sunda. Pihak Portugis kemudian menyimpan Luso Sundanese Padrao, sebuah perjanjian politik dan ekonomi dengan kerajaan Sunda, dan Portugis mulai membuat secara spasial tinggal mereka individu di Jawa.


Demi prevalensi Portugis memiliki kekuatan di Jawa, Fatahillah dikirim oleh kerajaan Demak buat menyerang mereka di Sunda covos pada tahun 1527, dan penyerang tersebut sukses, produksi Sunda Kelapa jatuh ke memanggang Demak dan berubah namanya were Jayakarta. Kota Jakarta mulailah terbentuk selama Batavia mulai melebar judul bagian barat dari Sungai Ciliwung, di atas reruntuhan Jayakarta. Town ini didesain mencapai gaya Belanda-Eropa, maksimum dengan benteng yang diberi nama belakang Kasteel Batavia, dinding kota, dan kanal-kanal. Kota Batavia yang baru ini selesai dibangun pada five 1650 dan were ibukota dari VOC di menyiksa East Indies. Kanal-kanal yang dibuat perlahan mulai terisi penuh untuk penyakit tropis yang ada di bagian di dalam dinding kota untuk sistem sanitasi yang luar biasa buruk. Town ini akhirnya mulai kembali melebar pada tahun 1870 didorong mencapai banyaknya orang apa ingin dipindah dari area Kota, menyundul area Weltevreden (sekarang Lapangan Merdeka).


Sebelumnya pada tanggal 24 Maret 1950 champa bernama Praja Jakarta, kemudian berubah menjadi town Praja Djakarta Raya pada tanggal 31 Agustus 1964 dan diatas tanggal 31 Agustus 1964 dengan UU No. 10 five 1964 dinyatakan menyiksa Khusus Ibukota champa Raya tetap sebagai Ibukota country Republik Indonesia dengan namu Jakarta.


*

Peta DKI Jakarta


Karakteristik Ondel-ondel

Ondel-ondel memiliki karakteristik apa sangat khas. Apabila kita linimasa Ondel-ondel terdiri dari topeng besar apa didukung malalui kerangka bambu dan diselubungi malalui pakaian. Warna yang dominan pada Ondel-ondel terutama diatas wajahnya ialah merah, hitam, dan putih. Warna merah dan limbah pada Ondel-ondel bukanlah tanpa alasan tetapi memiliki makna di dalamnya, seperti:

cat merah diatas Ondel-ondel laki-laki pribadi arti marah sehingga terlihat sangat menyeramkan. Hal tersebut dikarenakan fungsional awalnya buat menakut-nakuti setan ataukah roh-roh jahat.
Warna limbah pada Ondel-ondel perempuan menggambarkan sifat keibuan yang lembut.

Ciri Khas Ondel-ondel

tinggi sebuah Ondel-ondel yaitu 200 cm ataukah 2 meter.
Diameter Ondel-ondel yaitu 80 cm sehingga cukup untuk memberikan ruang bagi orang apa akan memainkannya.
untuk mengiringi Ondel-ondel dibutuhkan sedikitnya 7 setiap orang pemain musik, 2 orang yang memainkan Ondel-ondel, dan 2-4 orang cadangan yang bergantian memainkan Ondel-ondel.

Meski terlihat geram dan rumit, namun ternyata pembuatan Ondel-ondel cukup mudah, begitu pula dengan nyata pembuatannya karena yang meminta hanyalah keuletan dan kesabaran. Oleh buat itu, Ondel-ondel various dengan types boneka lain di Indonesia karena Ondel-ondel mendesak sederhana. Pembuatan Ondel-ondel diperlukan beberapa alat dan bahan, yaitu:


Kerangka badan

Dalam membuat badan Ondel-ondel berwujud yang tangan kedua adalah bambu/rotan berjumlah 14 buah apa akan dirangkai dan diikat dulu sebuah kerangka badan Ondel-ondel. Sebelum dirangkai, bambu apa akan digunakan terlebih silam dibelah sehingga dulu lebih tipis.


Baju atau lapisan kain

Tidak ada kriteria jenis bahan, warna, maupun motif yang menjadi unsur pengikat setiap Ondel-ondel, hanyalah naungan meriah apa ditonjolkan sehingga warna-warna yang digunakan bebas. Sedangkan untuk jenis bahan/kain yang digunakan, disarankan menggunakan bahan kain yang cukup tahan lama (tidak sederhana kucel, robek, kotor) tetapi dengan tegas ringan buat Ondel-ondel akan dijinjing saat dimainkan, serta memudahkan untuk digerakkan.


Wajah/topeng

Awalnya topeng Ondel-ondel dibuat dari kayu apa diukir sedemikian rupa berbentuk permukaan namun untuk dirasa kurang efisien maka Ondel-ondel dari hutan pun ditinggalkan dan digantikan dengan nyata fiber yang jauh lebih ringan dan mudah dicetak. Ini adalah tetapi, walaupun lebih ringan dan efisien topeng melelahkan fiber juga memiliki saya dirampas dibandingkan mencapai topeng apa terbuat dari kayu. Accordingly topeng apa terbuat dari woods pemasangannya kebelakang (pengikatan) bisa dilakukan mencapai cara diberi publik sehingga topeng tersebut dulu kokoh terpasang dan noel bergeser. Sedangkan topeng dari nyata fiber di dalam pemasangannya diletakkan begitu saja, noël diikat kebelakang, buat fiber menjadi pecah apabila dilubangi sehingga bisa membuat topeng bergeser saat dimainkan.


*

Topeng Ondel-ondel apa Terbuat dari woods dan Fiber


Kepala

Untuk membentuk kepala dibuatlah bentukan dari kertas semen apa diremas sehingga form gumpalan dan then dilapisi mencapai ijuk di ~ bagian luar agar mudah menusuk dengan kembang kelapa.


Kembang kelapa

Untuk menguatkan kesan meriah maka dibuatlah kembang kelapa apa ditusukan untuk melengkapi bagian major Ondel-ondel. Biasanya terbuat dari kertas kado, pita jepang, kertas origami, dan yang paling mudah dibentuk dan paling sering tangan kedua adalah kertas crepe. Meskipun begitu kertas crepe mempunyai kekurangan, yaitu mudah luntur dan warnanya kurang mengkilap.


Proses Pembuatan Ondel-ondel

Pernahkah milik mereka melihat tangani itu pembuatan Ondel-ondel? bahan baku utama buat membuat Ondel-ondel adalah kayu, terutama woods randu atau woods kapuk. Saat ini jernih baku kayu agak sukar diperoleh, padahal buat membuat permukaan Ondel-ondel penting kayu yang cukup banyak. Batin pembuatan Ondel-ondel, terdapat pemfitnahan proses/langkah apa perlu dilakukan, yaitu:
pertama rangkai 14 buah bambu apa telah dibelah secara lingkaran dan ikat dengan kuat sehingga dulu kerangka dalam.
Tutup permukaan kerangka mencapai lembaran-lembaran kain baju dalam, selendang, dan rok dan ditata menyerupai setelan baju.
Olesi permukaan di dalam dengan fiber secara merata, ulangi bagaimana kali hingga cukup spesial dan diamkan selama pemfitnahan jam. Setelah itu topeng siap bisa diterbitkan dari mencetak dan apabila tersadar adanya permukaan apa masih pukul lubang dilakukan penambalan fiber secara memandu dengan tangan.
kemudian topeng diamplas hingga halus dan licin, lalu didempul dengan sanpolac baru kemudian dicat dan dilukis dengan cat minyak.
Pembuatan kembang covos dari lidi yang dililitkan kertas crepes lalu then dipasangkan pada kepala Ondel-ondel.
Sambungkan major Ondel-ondel dengan badannya. Untuk mempercantik tampilan bisa ditambahi berbagai asesoris such golok untuk laki-laki dan jeumpa (anting, gelang, kalung) karena perempuan.


Proses pembuatan sepasang Ondel-ondel, biasanya diperlukan waktu satu minggu untuk menyelesaikannya. Karena lebih jelasnya, anda dapat menyaksikan tayangan video berikut kyung proses pembuatan Ondel-ondel. Klik tombol play untuk menyaksikan video berikut:


Pengiring Ondel-ondel

artis pertunjukan Ondel-ondel noël berjalan sendiri tanpa adanya musik pengiring dan membawa musik-musik khas Betawi khusus Ondel-ondel, yaitu: • 2 buah gendang (dimainkan oleh 2 orang) • 2 buah kentongan (dimainkan melalui 2 orang) • 1 buah rebana/kecrek/kicrik (dimainkan melalui 1 orang) • 1 buah gong (dimainkan melalui 1 orang) • 1 buah tekyan/biola Betawi (dimainkan malalui 1 orang) • 1 rakyat yang melakukan pencak silat yaitu pencak Bunga Kembang


Kendang

Kendang, kendhang, atau gendang adalah instrumen di dalam gamelan Jawa Tengah yang salah satu fungsional utamanya mengatur irama. Instrumen ini dibunyikan dengan rumbai tanpa alat bantu. Types kendang small disebut ketipung, yang menengah disebut kendang ciblon. Kendang kebanyakan dimainkan sesuai dengan naluri pendendang sehingga bila dimainkan melalui satu people dengan orang lain become berbeda nuansanya. Tetapi kendang juga biasanya dipakai untuk kesenian Betawi sebagai Lenong dan Ondel-ondel.

Gong

Gong yang telah ditempa belum dapat ditentukan nadanya. Volume gong baru terbentuk setelah dipertipis agar dapat menyesuaikan nada yang diinginkan dan juga dibersihkan terlebih dahulu. Ini adalah tetapi apabila nadanya juga belum sesuai, gong sanggup dikerok sehingga lapisan perunggunya were lebih tipis.

Tekyan

Tekyan merupakan tool musik gesek yang berasal dari Negeri China, berbentuk singa dengan bagian bawah apa agak melebar. Tekyan ini adalah alat musik dimainkan mencapai cara digesek. Tekyan merupakan deviasi satu instrumen pengiring kesenian Betawi, misalnya gambang kromong. Jernih pembentuknya adalah kayu, batok kelapa, kulit garis dan lain-lain. Kayu yang digunakan karena membuat tekyan bermacam-macam, namun yang kualitasnya baik menggunakan hutan jati. Tangga selang dalam alat musik Tekyan yang diatonis, dalam permainannya lebih mengandalkan feeling ataukah perasaan. Itulah yang membuat alat musik ini perbedaan dengan alat musik lainnya.

Kenong

Kenong merupakan salah satu alat musik yang menyusun gamelan Jawa. Tradisional dimainkan mencapai cara dipukul melalui satu alat pemukul. Alat ini merupakan pengisi akor atau harmoni di dalam permainkan gamelan, kenong berfungsi kemudian penentu batas-batas gatra, menderita irama. Kenong juga termasuk dalam alat musik berpencu. Namun kens merupakan unsur instrumen pencon gamelan yang paling gemuk, dibandingkan menjangkau gong yang walau terlalu tinggi tapi pipih. Kens ini disusun di atas pangkon berupa woods keras yang dialasi menjangkau tali, sehingga pada saat dipukul kenong noël akan bergoyang usai samping namun dapat bergoyang usai atas dank e bawah, sehingga menghasilkan suara. Bentuk kenong yang besar menghasilkan suara apa rendah namun nyaring mencapai timber yang khas (dalam telinga sosial Jawa ditangkap lingkaran ning-nong, sehingga dinamakan kenong). Batin gamelan, suara kenong isilah sela-sela antara kempul. Ukurannya lebih besar liêu bonang. Alat ini tambahan dipukul menggunakan tool pemukul kayu yang dililitkan kain. Jumlah di dalam satu collection bervariasi tapi biasanya sekitar 10 buah.

Rebana/Kecrek/Kicrik

Rebana atau apa lebih dikenal luasbutuh dengan sebutan kecrek adalah tool musik perkusi yang digunakan dalam artian perdalangan. Rattles berfungsi kemudian alat pemberi sinyal segala macam bentuk aba-aba iringan maupun gerakan atau sikap wayang. Rattles dapat also berfungsi sebagai penghias irama lagu. Jika dimainkan alat ini become mengeluarkan suara “crek crek crek”. Sehingga banyak digunakan untuk mengiringi Lenong atau Ondel-ondel.


Ritual Ondel-ondel

Pembuatan Ondel-ondel dilakukan secara tertib, baik waktu membentuk kedoknya (topeng) demikian pula pada times menganyam tubuhnya dengan jernih bambu. Sebelum pekerjaan dimulai, konvensional disediakan sesajen apa antara lain berisi bubur merah putih, rujak-rujakan tujuh rupa, bunga-bungaan tujuh macam, dan meluncurkan kemenyan. Demikian pula Ondel-ondel apa sudah jadi, biasanya juga disediakan sesajen dan dibakari kemenyan, serta mantera-mantera apa ditujukan kepada tuhan halus apa dianggap menunggui Ondel-ondel tersebut. Sebelum dikeluarkan dari ruang angkasa penyimpanan, bila akan berangkat main, senantiasa diadakan sesajen. Menggoyangkan kemenyan dilakukan malalui pimpinan rombongan, atau salah seorang yang dituakan. ~ ada ritual memberi curam air cocos hijau atau kopi pahit serta rokok ataupun telur ayam kampung sebagai sesaji kepada leluhur. Cara memberi minuman kepada Ondel-ondel yakni dengan menaruhkannya dalam kerangka sikap Ondel-ondel.

Lihat lainnya: Ep1: Descendants Of The Sun Sub Indo Streaming, Descendants Of The Sun

Penutup

Ondel-ondel merupakan pertunjukkan person Betawi yang menyimbolkan leluhur yang senantiasa menjaga anak cucunya atau penduduk suatu desa. Awalnya, Ondel-ondel berfungsi sebagai penolak bala atau gangguan ketuhanan halus apa gentayangan. Namun seiring mencapai perkembangan zaman Ondel-ondel menjadi pertunjukan rakyat yang menghibur. Ondel-ondel lebih patuh dipertunjukkan untuk menyemarak pesta rakyat, penyambutan tamu kehormatan, arak-arakan pengantin sunat atau acara pernikahan. Betapapun derasnya arus modernisasi, Ondel-ondel masih bertahan dan were penghias wajah kota metropolitan Jakarta.