Nabi Musa a.s. Adalah deviasi seorang nabi dari Bani Israil. Musa melakukan di Mesir dan diperintahkan malalui Allah SWT karena berdakwah kepada raja Fir’aun apa zalim.

Anda sedang menonton: Kisah nabi musa as singkat

Fir’aunmemang terkenal dengan kekejamannya. Juga ia gerbong menyatakan dirinyasebagai Tuhan yang wajib disembah rakyatnya. Siapa pun yang noël setuju danberani menentang king besar Mesir itu, pasti akan dihukum mati.

Dakwah Nabi Musa a.s. Batin mengingatkan Fir’aun agar bertobat dan back ke jalan yang benar bukan tugas yang mudah. Tapi, Nabi Musa a.s tetap mandat tugasnya dengan sepenuhnya kesabaran dan keberanian. Overhead kesabaran dan kegigihannya itulah, Musa menjadi salah satu nabi Ulul Azmi, Ulul Azmi yaitu nabi Allah SWT yang memiliki memutuskan dan kesabaran luar biasa di dalam menegakkan kebenaran.


*

Allah SWTtidak membiarkan Nabi Musa a.s. Melakukan dakwahnya dengan tangan kosong. AllahSWT memberikan banyak mukjizat kepada Nabi Musa a.s.

Tahukahadik-adik? penyimpangan satu mukjizat menyertainya adalah menempel sakti yang kelak digunakan untuk membantu Bani Israilmenyeberangi laut Merah. Tongkat itu menyelamatkan Bani israel dari kejaranpasukan Fir’aun yang ingin menumpas Musa dan Bani Israil.

Biar lebihseru, yuk, ikuti saja kisah nabi Musa di alquran ini selengkapnya!


Ringkasan Cerita saga Nabi Musaas dan Firaun

Kelahiran Nabi Musa as

Walaupun Nabi Musa as lives berada di lingkungan istanaFiraun, namun kelahiran Nabi Musa memiliki kisah yang sangat luar biasa.

Saat Musamasih batin kandungan ibundanya yang bernama Yukabbad, Mesir sedang gempar.Rakyat hidup batin ketakutan, terutamapara ibu yang sedang mengandung. Rupanya raja Fir’aun memerintahkan balatentaranya untuk mengambil paksa bayi laki-laki yang lahir pada tahun itu.

“Ambil setiap sayang laki-laki yang lahir di tahun ini!” perintah Fir’aun. Tak just itu, Fir’aun juga menyingkirkan bayi-bayi apa tak berdosa tersebut.

Allah SWTberfirman, “Sungguh, Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di bumi danmenjadikan penduduknya berpecah belah, itu menindas segolongan milik mereka (Bani Israil),dia menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak perempuanmereka. Sungguh, dia (Fir’aun) tersirat orang yang berbuat kerusakan.”(Q.S. Al-Qashash <28>: 4)

Fir’aunmelakukan chapter tersebut setelah para penasihatnya menafsirkan mimpinya. Menurutdukun-dukun istana, ini adalah lahir seorang lelaki Bani Israil apa kelak akanmenghancurkan kekuasaan Fir’aun. Untuk itulah, karena mencegah chapter itu terjadi,Fir’aun menyingkirkan setiap sayang laki-laki dari Bani Israil.

Sementaraitu, Yukabbad merasa takut karena sebentar another bayi yang dikandungnya akanlahir.

“Bagaimanaini? Haruskah anak kita ini sekarat di tangan Fir’aun silam ia mungkin melihatdunia?” ucap Yukabbad, bersedih.

“Tenanglahistriku,” hibur Imran, suaminya. “Mari berdoa, itupenggunaan serahkansegalanya kepada Allah! Mari tuntutan perlindungan kepada-Nya.”

Yukabbadmasih murung. Ia tak bisa membayangkan maafkan saya yang akan terjadi pada saat kemudian denganbayi apa dikandungnya.

“Lebihbaik kau beristirahat. Lagi pula, belum tentu juga bayi itupenggunaan inilaki-laki,” kata Imran.

Tapi,Yukabbad tetap dirasakan khawatir. Ia memiliki perasaan yang begitu tahan lama bahwabayi apa ada dalam kandungannya menyertainya adalah sayang laki-laki.

“YaAllah, lindungilah kalian sekeluarga dan sayang ini!” ucapnya lirih.


Nabi Musa Dihanyutkan usai AliranSungai Nil

Waktukelahiran menemani itu pun tiba. Ternyata benar dugaan Yukabbad. Bayi yang ia lahirkanadalah laki-laki.Yukabbad amat senang, tapi di ~ saat apa bersamaan, ia juga takut dan khawatirdengan nasib bayinya laki-lakinya itu.

Dalamkebimbangan hati tersebut,Allah SWT mengilhamkanibunda Musa untuk menghanyutkan bayinya setelah sungai Nil.

“Apakahkamu yakin menjangkau rencanamu itu?” meminta Imran setelah mendengar rencanaistrinya itu.

“Ya,hanya ini cara yang bisa untuk kita lakukan buat menyelamatkan bayi kita,” ujarYukabbad.

“Baiklah.Ayo, segera kita persiapkan segala sesuatunya, sebelum prajurit Fir’aun tahudan mengabadikan buah trần kita ini,” ucap Imran.

Denganmengendap-endap, Yukabbad dan Imran berjalan menuju tepian sungai Nil. Merekameletakkan Musa di di dalam sebuah kotak kayu. Kotak woods tersebut cantik dibuatsenyaman could sehingga Musa noël menangis. Jika Musa menangis, chapter itu akanmembahayakan dirinya.

Yukabbadterlihat begitu berat trấn ketika hendak menghanyutkan Musa usai sungai Nil.Sungai yang dipenuhi kuda nil dan buaya-buaya apa besar dan ganas. Yukabbadsempat cemas, bagaimana jika buaya dan kuda nil memangsa Musa.


“Cepatlakukan! sebelum orang-orang Fir’aun pemandangan kita!” perintah Imran.

Yukabbad, ibunda Musa, berupaya perlawanan kekhawatirannya. Dengan berderaiair mata, ia menghanyutkan Musa yang masih sayang itu usai sungai Nil.

Aliranderas sungai terpanjang di world itu dalam sekejap mengayun-ayun kotak kayutersebut. Kotak menyertainya semakin kurang sopan dibawa aliran sungai hingga hilang daripandangan mataYukabbad.

“Marikita pulang,” ajak Imran, suaminya.

Yukabbadmasih noel percaya bahwa kemudian seorang ibu, ia baru saja menghanyutkan anakkandungnya sendiri ke sungai. Ia telah membiarkan Musa apa masih sayang ituberjuang sendiri resisten ganasnya alam.

Namun,Allah SWT memberikan ketenangan dan keyakinan kepada Yukabbad bahwa Musa akanbaik-baik saja. Suatu ketika, mereka become berjumpa kembali.

“Ibupercaya, anakku,” bisik Yukabbad lirih. “Ibu percaya, kamu pasti akanselamat. Allah SWTakan menjagamu dan kita akan berjumpa kembali.”

Memangbegitulah takdir Musa. Allah SWT menyelamatkan Musa. Rupanya permaisuri RajaFir’aun yaitu Siti Asiyah, juga sedang berada di tepian sungai Nil. Ketikatengah asyik bak mandi sambil menikmati kesegaran air sungai, tiba-tiba seorangdayang apa menemaninya berteriak-teriak. ,

“Tuanku!Tuanku! Lihatlah, kotak apakah apa hanyut dan tersangkut di sela-sela batuitu?” katanya pada Siti Asiyah sambil menunjuk sebuah kotak kayu.


“Cobakamu untuk mengambil kotak itu!” perintah Siti Asiyah.

Si dayangbergegas memungut kotak kayu itu. Betapa terkejutnya ia kapan melihat adaseorang bayinya laki-laki yang mungil di batin kotak itu.

“Tuanku!Ada seorang bayinya di di dalam kotak ini!” teriak si dayang sambil bergegasmenuju tuannya. “Bayi siapa ini sebenarnya?”

SitiAsiyah terdiam beberapasaat. Ia mengarahkan pandangannya usai sekitar sungai, mencari untuk mengetahui apakah adaorang lain dort yang telah menghanyutkan bayi itu.

PermaisuriRaja Fir’aun itu kemudian memutuskan untuk bawa Musa usai istana. Ia akanmerawatnya mencapai sepenuh hati.

“Kasihansekali sayang ini. Ah, lebih baik aku merawatnya di istana,” ucapnya.


SitiAsiyah pun merawat Musa seperti anaknya sendiri. Ia amat menyayangi Musa. PermaisuriFir’aun itu dirasa sangat beruntung dan senang bisa membesarkan Musa. Apalagi,ia tambahan belum dikaruniai seorang anak.

Di istanaFir’aun itulah, Musa tumbuh. Tapi, meskipun hidup di istana Fir’aun, Musa samasekali tak terpengaruh melalui kemewahan istana. Başı dan watak Musa sangatberbeda mencapai sifat Fir’aun.

Allah SWTtelah menjaga Musa, dan making Musa memiliki sifat yang mulia. Itu buat Musaditakdirkan menjadi nabi, dan dengan sifat terpujinya, ia ini adalah berdakwah kepadaFir’aun.

Perang Tanding menjangkau Dukun Sakti Fir’aun

Musa punmenjadi putra mahkota. Setiap orang kemewahan istana bisa dialah nikmati sepuasnya. Tapi,semakin akhir dewasa Musa, semakin sadar ia dengan tua kejam ayahangkatnya itu.

Bagaimanatidak? Fir’aun selalu menindas rakyatnya yang tidak taat kepadanya. Bahkan,Fir’aun sangat noël adil terhadap Bani Israil. Ia menjadikan kaum menyertainya sebagaibudak dan memperlakukan mereka menjangkau sewenang-wenang.

Musa yangakhirnya untuk mengetahui bahwa dirinya adalah rakyat Bani Israil, dirasa bimbang dan sedih.ia ingin perlawanan kezaliman Fir’aun terhadap Bani Israil. Tapi, selama ini pulaFir’aun telah merawat dan membesarkan dirinya dengan baik.


“Haruskahaku membela Bani israil dan menentang ayah angkatku sendiri?” batin Musa.

Tapi,Allah SWT telah menetapkan bahwa Musa adalah utusan-Nya yang akan menyelamatkanBani Israil. Allah SWT pun tangga berjalan Musa seperti nabi dan rasul untukberdakwah. Musa ditugaskan untuk mengingatkan Fir’aun ini adalah kezalimannya danmengajak Fir’aun back ke jalan apa benar.

Namun,Musa merasa lidahnya kelu dan noël lancar omong ketika berhadapan denganayah angkatnya itu. Harun, saudaranya, lebih gâlib berbicara. Oleh karena itu,Nabi Musa a.s. Tuntutan kepada Allah SWT agar Harun were pendampingnya yangakan menemaninya berdakwah kepada Fir’aun.

Merekaberdua pun televisi bersama-sama menghadap Fir’aun.

“Apa?!Berani-beraninya kalian mengingatkanku! noël tahukah kami bahwa aku ini Tuhankalian?!” bentak Fir’aun yang sangat murka.

“Tidak!”jawab Musa dengan tegas. “Allah adalah Tuhan apa sebenarnya! Allahpemilik tee dan bumi. Allah adalah Tuhanmu, Tuhanku, dan tuan semesta alam. Kepada-Nya kita semua harusmenyembah!”


Mendengarjawaban Nabi Musa a.s. Tersebut, Fir’aun semakin marah. Fir’aun kemudianmenantang Musa untuk adu kesaktian melawan para penyihir sakti andalannya.

“Pertandinganitu akan demo bahwa kamu hanyalah pembohong besar, Musa! Orang-orangku pasti akan denganmudah mengalahkanmu!” kata Fir’aun dengan jenuh percaya diri.

“Baiklah,kupenuhi tantangan itu!” jawab Musa.

Hari adukesaktian tiba.

Arenapertandingan tampak begitu ramai. Kerumunan orang ingin melihat langsung peristiwayang tidak biasa itu. Mereka berwewenang membuktikan, apakah Musa benar utusan Allahdan bisa mengalahkan para penyihir Fir’aun.

Suasanasangat tegang saat pertandingan dimulai. Sebagian geram penonton berlarimenjauhi lapangan selagi tali-tali yang dilemparkan tukang sihir Fir’aunberubah were ular-ular berbisayang ganas. Ular-ular menyertainya menggeliat-geliat seolah mau memangsa apa pun yangada di sekitarnya.


“Hai,Musa! Ayo, tunjukkan kesaktianmu!” ejek para penyihir Fir’aun.“Kulihat engkau begitu ketakutan dan gemetar pemandangan ular-ular kami ini!Hahaha!”

Musa takbisa mengelak bahwa ia memang saya baik-baik saja ketakutan. Di dalam kekhawatirannya itu,Allah SWT memerintahkan Musa buat melemparkan tongkatnya nanti tengah lapangan.

Parapenyihir Fir’aun, raja Fir’aun sendiri, dan seluruh penonton di lapanganseketika terbelalak. Mereka merasa takjub sekaligus noël percaya mencapai apayang mereka lihat.

“Wah!”Sebagian penonton dirasakan takjub.

“Hih!”Yang lain dirasakan ngeri, ketakutan dengan what yang mereka lihat.

Ternyatatongkat Musa berubah menjadi garis raksasa. Garis itu mencapai lahap saya menelan semuaular-ular penyihir Fir’aun, tidak punya tersisa kemudian pun.


*
Cerita kematian Nabi Musa as dan Firaun Singkat

Melihat halitu, para penyihir Fir’aun segera bersujud di feet Musa. Mereka mengakukalah. Mereka also mengakui bahwa Musa adalah nabi dan rasul utusan Allah SWT.Para penyihir akun itu pun menyatakan keimanannya kepada Allah SWT di hadapan Musa.

“Kamiberiman kepada Tuhanmu,hai Musa!” ucap mereka.

Allah SWTberfirman, “Lalu parapesihir itu merunduk bersujud, sebagai berkata, `Kami telah percaya (beriman)kepada Tuhannya Harun dan Musa.”‘ (Q5- Thaahaa <20>: 70)

Berbedadengan raja Fir’aun, ia tak bisa menerima kekalahan itu. Ia justru menjadisemakin murka begitu mengetahui para penyihirnya sendiri malah mengkhianatinyadan were pengikut devoted Musa.

“Merekasemua sungguh tak tahu diri! Tak tahu diuntung!” gerutu Fir’aun. RajaMesir apa zalim itu then memerintahkan prajuritnya untuk menangkap parapenyihir itu.

“Tangkapmereka dan bawa ke hadapanku!” seru Fir’aun.


Parapenyihir Fir’aun akun itu pun tertangkap. Fir’aun menghukum mereka dan menyiksamereka hingga meninggal di hadapan crowd orang.

Meskipundemikian, sebagian terlalu tinggi orang sadar bahwa Fir’aun memang hanyalah manusiabiasa dan ndak Tuhan apa harus disembah. Semakin kerumunan orang pula yangmenjadi pengikut Musa,

“Musaadalah dari doa-doa itupenggunaan selama ini,” bisikorang-orang Bani israil satusama lain. “Dia dikirim melalui Tuhan karena membebaskan itupenggunaan dari perbudakan Fir’aun apa kejamitu!”

Orang-orangBani israil rnenaruh harapan apa sangat besar terhadap Musa. Mereka berharapMusa dapat mengakhiri saya menderita mereka.

Nabi Musa dikejar Firaun

Sejakkekalahan yang menyakitkan itu, kemarahan Fir’aun semakin menjadi-jadi. Di berbagai tempat, lampu prajurit Fir’aun menyiksaorang-orang Bani israel secara kejam. Untuk kesalahan kecil saja, orang-orang Bani israil itu mungkin tewas disenjata para pasukan Fir’aun.

“Musa,sampai kapankah kiranya kita mengalami penyiksaan dan penindasan ini?” aduBani israil kepada Musa. “Tidak bisakah engkau menyelamatkankami dan mengakhiri semua penderitaan kalian di negeri ini?”

Musa pun acibe masih bingung. Resisten Fir’aun dengankekuatan prajuritnya yang luar biasa bukanlah hal apa mudah, ~ bisadianggap mustahil.

Hingga kemudian, Musa mendapat perintah dari Allah SWT untuk membawa seluruh Bani israil pergi dari Mesir judul tanahKan’an. Kan’an adalah asalleluhur Bani Israel yang berada di sebelah timur Mesir.

Rencanabesar menemani itu pun disampaikan secara sembunyi-sernbunyi tengah orang-orang Bani Israil.

“Ssst,jangan keras-keras!” kata seseorang kepada temannya sambil meletakkan jaritelunjuknya di bibirnya. “Ini rencana yang terutang rahasia, jangan sampaibocor dan temukan Fir’aun. Ingat, pasukan dan mata-mata Fir’aun ada dimana-mana!”

“Betul!”Temannya menganggukmengiyakan. “Jika rencana ini ketahuan, tentu kita semua menjadi menjadibudak abadi


Saat apa ditunggu pun tiba. Harun, membawa lebih dari setengah jutaorang BaniIsrail dilepas dari Mesir. Setengah juta human bukanlah.jumlah apa kecil. Tentu kepergianorang sebanyak itu ini adalah dengan mudah diketahui melalui Fir’aun dan balatentaranya.

“Kitaharus kejar mereka dan kembali mereka nanti Mesir! Tangkap mereka!”perintah Fir’aun kepada seluruh prajuritnya mencapai tegas dan jenuh kemarahan.

Tentusaja, sangat rnudah bagi Fir’aun dan bala tentaranya karena menyusul Musa danBani Israil. Kuda-kuda yang mereka tunggangi balapan dengan begitu kencang.

“Musa!Fir’aun dan bala tentaranya kesuksesan menyusul kita!” teriak orang-orangBani Israil, ketakutan. “Lihatlah di belakang sana, begitu banyak jumlahmereka! Akankah hidup kita berakhir di tepi lautnya Merah ini? atau kita become dibawake Mesir dan back menjadi budak disana.

Saat itu, Musa dan orang-orang Bani israel berada di tepiLaut Merah, laut yang memisahkan daratannya Afrika dan Asia. Mereka terjebakkarena di depan mereka laut, sementara di belakang mereka dari kejauhan terlihatFir’aun dan bala tentaranya.

Kisah Nabi Musa Membelah lautnya Merah

Musa bingung, tak ada pilihan lain selain rnenyeberangi lautan itu. Tapi,apakah menyertainya mungkin?Bagaimana mereka mungkin menyeberang, sedangkan laut sedang pasang?

Musa laluberdoa, memohon pertolongan kepada Allah SWT. Oleh Allah SWT, Musadiperintahkan memukulkan tongkatnya usai lautan.

Musa punmelaksanakan perintah Allah tersebut. Menjangkau seketika, laut Merah terbelahmenjadi dua. Terbentuklah beraliran di antara kedua lautan itu. Musa danorang-orang Bani israel pun langsung melintasi jalan tersebut.

“Ayooo! Cepaaaaaat!” teriak mereka,saling memberisemangat bolak-balik agar mempercepat langkah.

Lihat lainnya: Harga Gedung Pernikahan Di Surabaya, 10 Rekomendasi Gedung Pernikahan Di Kota Surabaya

Fir’aundan bala tentaranya tambahan ikut melintasi jalur itu. Kapan Bani israil telahberhasil menyeberang ke daratan, lautnya Merah kembali seperti semula. Jalananyang baru mereka lewati menyertainya pun tertutup.