Zamzam Syifa Boarding college > news > berita > Boarding college > kematian Isra Mi’raj Terlengkap
*
" data-image-caption="" data-medium-file="https://maloneyforwv.com/wp-content/uploads/2019/04/isro-300x169.jpg" data-large-file="https://maloneyforwv.com/wp-content/uploads/2019/04/isro-1024x576.jpg" />
*
maloneyforwv.com, DEPOK– saga Isra Mi’raj menurut al-Maududi dan mayoritas ulama terjadi pada lima pertama silam hijrah, yaitu antara five 620-621 Masehi. Mi’raj secara bahasa artinya adalah naik. Secara istilah adalah naiknya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ke sidratul muntaha. Dalam Al Qur’an, mi’raj ini disinggung di dalam surat an Najm. Syaikh Wahbah Az Zuhaili di dalam Tafsir Al Munir menjelaskan, isra (اسرى) atau sara (سرى) artinya adalah trips di malam hari. Secara istilah, isra’ adalah bepergian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di ~ suatu malam dari Masjidil haram di Makkah usai Masjidil Aqsa di Palestina.

Anda sedang menonton: Kisah isra mi'raj yang shahih

Makna Isra’ Mi’raj

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Maha bermusim Allah, apa telah memperjalankan hamba-Nya di atas suatu malam dari Al masjid Haram ke Al masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya dia adalah Maha mendengarkan lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-Isra‘: 1)

وَلَقَدْ رَآَهُ نَزْلَةً أُخْرَىعِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَىعِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَىإِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَىمَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَىلَقَدْ رَأَى مِنْ آَيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى

“Dan pada kenyataannya Muhammad telah lanskapnya Jibril menyertainya (dalam rupanya apa asli) di atas waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di di dekat ada surga tempat tinggal, (Muhammad pemandangan Jibril) selama Sidratil Muntaha diliputi melalui sesuatu apa meliputinya. Penglihatannya (muhammad) noel berpaling dari apa dilihatnya menemani itu dan noël (pula) melampauinya. Sesungguhnya dialah telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm: 13-18)

Ketika menafsirkan ayat ini, Syaikh Wahbah Az Zuhaili menjelaskan bahwa sidratul muntaha adalah tempat tertinggi di thiên yang menjadi batas ujung pengetahuan dan amal aktifitas para makhluk. Noël seorang alam pun mengetahui what yang ada di belakangnya.

Memulai Malam Isra Mi’raj

Perjalanan isra’ mi’raj menempatkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di kedudukan apa tinggi. Sebuah kedudukan apa mengantarkan beliau pada tingkat dengan limpahan kenikmatan. Ditampakkan perkara-perkara gaib yang noël diketahu human selain beliau. Allah Ta’ala berfirman:

لَقَدْ رَأَى مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى}

“Sesungguhnya dialah telah lanskap sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” .

Usai shalat isya’ dan atas sejenak, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apa saat menemani itu berbaring di Masjidil haram didatangi malaikat Jibril. Dada beliau dibelah.

“Lalu hatiku dikeluarkan dan perlakuan dengan wait zamzam then dikembalikan setelah tempatnya dan memenuhinya dengan mempercayai dan hikmah,” sabda beliau dalam riwayat Imam Bukhari dari Malik bin Sha’sha’ah.

Setelah itu didatangkanlah buraq yang nantinya menjadi kendaraan beliau sewaktu isra. Buraq berarti barq yang artinya kilat.

“Didatangkan kepadaku Buraq –yakni seekor tunggangan berwarna putih, tinggi, lebih besar dari keledai dan lebih kekurangan dari bighal, ia meletakkan tirinya sejauh pandangannya,” sabda Rasulullah di dalam riwayat Imam Muslim dari Anas bin Malik.

Setiba di karyawan Aqsa, beliau shalat dua rakaat, mengimami ruh para Nabi. Usai shalat dan keluar dari masjid Al Aqsa, Malaikat Jibril datang bawa dua wadah minuman. Satu berisi susu dan satu lagi khamar. Rasulullah pun memilih susu. “Sungguh engkau telah pilihan kesucian,” kata Jibril batin lanjutan hadis tersebut.

Perjalanan Suci saga Isra Mi’raj Nabi Muhammad

Kisah isra mi’raj pun dimulai. Rasulullah naik buraq together Jibril hingga tiba di tee pertama. Mari itupenggunaan simak saga beliau batin hadits apa panjang, lanjutan dari hadis Shahih Bukhari dari Malik bin Sha’sha’ah di atas.

“Lalu aku dibawa pada punggung Buraq dan Jibril pun berangkat bersamaku hingga aku sampai ke langit dunia lalu itu meminta dibukakan pintu langit.“Dia ditanya, “Siapakah ini?”Ia menjawab, “Jibril.”Jibril diminta lagi, “Siapakah apa bersamamu?”Jibril menjawab, “Muhammad.”“Apakah dia telah diutus?”“Dia telah diutus.”Kami pun dibukakan pintu, lalu aku pertemuan Nabi Adam ‘alaihis salam. Ia menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.

Kemudian Buraq tersebut naik bersama kami usai langit kedua. Maka Jibril untuk bertanya dibukakan pintu.“Siapakah ini?”“Jibril.”“Siapakah yang bersamamu?”“Muhammad.”“Apakah dialah telah diutus kepadaNya?”“Dia telah diutus kepadaNya.”Kami pun dibukakan pintu, lalu aku temu dengan dua rakyat sepupuku yaitu Isa bin Maryam dan Yahya bin Zakaria ‘alaihimussalam. Maka keduanya menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.

Kemudian Buraq tersebut naik bersama kami setelah langit ketiga. Maka Jibril bertanya tentang dibukakan pintu.“Siapakah ini?”“Jibril.”“Siapakah yang bersamamu?”“Muhammad.”“Apakah dialah telah diutus kepadaNya?”“Dia telah diutus kepadaNya.”Kami pun dibukakan pintu, lalu aku pertemuan Nabi Yusuf yang telah memaafkan setengah dari ketampanan manusia sejagat. Maka Yusuf menyambutku dan mendoakan jenis untukku.

Lalu berlanjut hingga di langit setelah tujuh. Kami pun dibukakan pintu, lalu aku pertemuan dengan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam apa sedang menyandarkan punggungnya di Baitul makmur. Bagaimana tempat itu setiap harinya dimasuki oleh 70.000 malaikat dan mereka tidak kembali lagi sesudahnya.

Menuju Sidratul Muntaha

Kemudian Buraq tersebut televisi bersamaku ke sidratul muntaha yang lebar daun-daunnya sebagai telinga gajah dan besar buah-buahnya kemudian tempayan besar. Jika perintah Allah memenuhi sidratul muntaha, sidratul muntaha berubah dan noël ada seorangpun dari intisari Allah apa bisa demisioner sifat-sifat Sidratul Muntaha karena keindahannya. Maka Allah memberiku wahyu dan saya bersedia mengurus kepadaku sholat 50 kali di dalam sehari semalam.

Kemudian aku dibawah dan temu Musa lalu ia bertanya, “Apa yang diwajibkan Rabbmu terhadap umatmu?”Aku menjawab, “Sholat 50 kali.”Musa berkata, “Kembalilah kepada Rabbmu, mintalah keringanan buat sesungguhnya umatmu tidak akan mampu does hal itu. Sebenarnya aku telah menguji Bani Israel dan aku telah mengetahui bagaimana kenyataan mereka.”“Aku akan back kepada Rabbku.”

Lalu aku memohon, “Ya Rabb, berilah keringanan kepada umatku.” Aku diberi keringanan lima sholat. Lalu aku kembali kepada Musa ‘alaihis salam. Aku berkata kepadanya, “Allah telah memberikan keringanan lima kali.” Musa mengatakan, “Sesungguhnya umatmu noël akan mampu melakukan hal itu, maka kembalilah kepada Rabbmu dan minta keringanan.”

Aku terus saling antara Rabbku mencapai Musa hingga Rabbku berfirman, “Wahai Muhammad sebenarnya kewajiban sholat itu five kali dalam sehari semalam. Setiap sholat mendapat pahala 10 kali lipat, maka 5 kali sholat sama dengan 50 kali sholat. Barangsiapa berniat melakukan satu kebaikan apa dia noël melaksanakannya maka dicatat untuknya satu kebaikan. Dan jika ia melaksanakannya, maka dicatat untuknya sepuluh kebaikan. Barangsiapa berniat does satu kejelekan namun dia tidak melaksanakannya maka kejelekan tersebut noël dicatat sama sekali. Dan jika ia melakukannya, maka dicatat kemudian satu kejelekkan.”

Kemudian aku turun hingga pertemuan Musa lalu aku beritahukan kepadanya. Maka ia mengatakan, “Kembalilah kepada Rabbmu dan mintalah keringanan lagi.”Aku menjawab, “Aku telah berulang kali kembali kepada Rabbku hingga aku merasa malu kepadaNya.”

Baca juga: since Lahir Sudah jadi Hafizh! Begini 10 töre Ampuh saya dilatih Anak menjadi Hafizh

Hal-Hal Gaib di kematian Isra Mi’raj

Pertama:Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pemandangan Jibril menjangkau Wujud Aslinya

Penampakan Jibril ‘alaihissalam dengan wujud aslinya adalah salah satu dari tanda-tanda besar force Allah. Rasulullah menyaksikan chapter itu di atas malam perjalanan yang suci itu. Di saat isra’ dan mi’raj. Biasanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pertemuan Jibril di dalam wujud manusia. Ia sering datang dalam wujud Dihyah al-Kalbi radhiallahu ‘anhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَإِنَّهُ لَجِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ نَزَلَ فِي صُورَةِ دِحْيَةَ الْكَلْبِيِّ

“Sesungguhnya dia itu Jibril. Ia dibawah dengan tampilan Dihyah al-Kalbi.” (HR. An-Nasai dalam Kitab al-Iman wa Syara’ihi, Shifatul iman wal Islam (11722) dishahihkan al-Albani).

Kedatangan Jibril dengan wujud manusia, apalagi di dalam tampilan sahabat Nabi, adalah cara Allah di dalam menjaga kondisi batin Nabi. Untuk manusia ini adalah merasa nyaman mencapai manusia. Memengaruhi psikis yang ditimbulkan saat berinteraksi menjangkau manusa, tentu akan berbeda dengan interaksi mencapai malaikat. Apalagi dengan wujud nguyên mereka.

Tapi di lain sisi, Allah hendak memuliakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mencapai sesuatu yang istimewa. Sesuatu yang tak pernah kita dengar pernah terjadi di ~ keturunan Adam yang lainnya. Yaitu pemandangan Jibril ‘alaihissalam mencapai wujud aslinya.

Apa yang beliau lihat then dikabarkan kepada kita. Tentu saja hal ini menjadi ujian. Apakah kita ini adalah membenarkan keajaiban yang beliau sampaikan. Ataukah malah menolaknya. Terdapat sebuah riwayat dari Muslim tentang penjelasan Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu ‘anha. Dari Masruq, ia meminta pada Aisyah:

فَأَيْنَ قَوْلُهُ؟ ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّى (8) فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى (9) فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى <النجم: 8 -10>، قَالَتْ: “إِنَّمَا ذَاكَ جِبْرِيلُ عليه السلام كَانَ يَأْتِيهِ فِي صُورَةِ الرِّجَالِ، وَإِنَّهُ أَتَاهُ فِي هَذِهِ الْمَرَّةِ فِي صُورَتِهِ الَّتِي هِيَ صُورَتُهُ فَسَدَّ أُفُقَ السَّمَاءِ

“Bagaimana mencapai firman Allah: ‘Kemudian dia mendekat, lalu bertambah menutup lagi. Maka jadilah itu dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung sujud panah ataukah lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) what yang telah Allah wahyukan.” .

Aisyah menjawab, “Sesungguhnya yang dimaksud adalah Jibril ‘alaihissalam. Tradisional ia datang menemui Nabi di dalam sosok seorang laki-laki. Tapi diatas kesempatan itu, ia menemuinya mencapai wujud aslinya apa menutupi langit’.” (HR. Muslim batin Kitabul Iman, 177).

Pertemuan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjangkau Jibril batin wujud aslinya buat kali senin terjadi di sisi Sidrataul Muntaha. Diriwayatkan melalui Ahmad dari Abdullah bin Mas’ud dengan sanad yang shahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَأَيْتُ جِبْرِيلَ عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى، عَلَيْهِ سِتُّمِائَةِ جَنَاحٍ، يُنْتَثَرُ مِنْ رِيشِهِ التَّهَاوِيلُ: الدُّرُّ وَالْيَاقُوتُ

“Aku pemandangan Jibril di sisi Sidratul Muntaha. Ia memiliki 600 sayap. Dari bulu sayapnya bertaburan permata dan batu-batu mulia.” (HR. Ahmad 3915 dan selainnya).

Kedua:Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pemandangan Baitul Ma’mur di kematian Isra Mi’raj

Dalam bepergian isra’ mi’raj ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Beliau melihat bapak para nabi akun itu tengah jatuh di Baitul Ma’mur. Terjadilah percakapan antara detik rasul. Sebagaimana yang sudah kita debat di jadwal acara sebelumnya. Namun, ada poin penting lainnya di dalam kejadian tersebut yang belum itupenggunaan bahas. Yaitu circa Baitul Ma’mur. Apa itu Baitul Ma’mur?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثُمَّ رُفِعَ لِي البَيْتُ المَعْمُورُ”. وفي رواية مسلم: “ثُمَّ رُفِعَ لِي الْبَيْتُ الْمَعْمُورُ، فَقُلْتُ: يَا جِبْرِيلُ مَا هَذَا؟ قَالَ: هَذَا الْبَيْتُ الْمَعْمُورُ يَدْخُلُهُ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ، إِذَا خَرَجُوا مِنْهُ لَمْ يَعُودُوا فِيهِ آخِرُ مَا عَلَيْهِمْ

“Kemudian aku dinaikkan menuju Baitul Ma’mur.” batin riwayat lain, “Kemudian ditampakkan padaku Baitul Ma’mur. Aku bertanya, ‘Apa ini Jibril?’ Ia menjawab, ‘Ini adalah Baitul Ma’mur yang setiap aku dimasuki malalui 70.000 malaikat. Jika mereka telah memasukinya, mereka tak menjadi kembali. Itulah kali duluan dan untuk terakhir mereka masuk nanti dalamnya’.”

Dalam riwayat an-Nasai terdapat deskripsi tambahan:

إِذَا خَرَجُوا مِنْهُ لاَ يَعُودُونَ إِلَيْهِ أَبَدًا

“Kalau mereka telah diambil dari Baitul Ma’mur, mereka tak akan kembali lagi selama-lamanya.” (HR. An-Nasai batin Kitab at-Tafsir surat ath-Thur (11530) dari Anas radhiallahu ‘anhu).

Malaikat hanya sakali seumur lives mereka menjamu Baitul Ma’mur. Teringat become kewajiban apa Allah berikan kepada kita, wajib usai Baitullah al-Haram seumur kehidupan satu kali. Just saja bedanya, kita sanggup dan diizinkan buat melakukannya lebih dari satu kali.

Merenungkan hadis ini menimbulkan rasa khusyuk dan tunduk kepada Allah Ta’ala. Sejak Baitul Ma’mur diciptakan, setiap days 70.000 malaikat memasukinya. Dan noël mengulanginya. Alangkah banyaknya jumlah malaikat-malaikat apa mereka itu mendesak taat dan tunduk kepada Allah. Dan kita tambahan semakin dipahami sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

إِنِّي أَرَى مَا لاَ تَرَوْنَ، وَأَسْمَعُ مَا لاَ تَسْمَعُونَ أَطَّتِ السَّمَاءُ، وَحُقَّ لَهَا أَنْ تَئِطَّ مَا فِيهَا مَوْضِعُ أَرْبَعِ أَصَابِعَ إِلاَّ وَمَلَكٌ وَاضِعٌ جَبْهَتَهُ سَاجِدًا لِلهِ .

“Sesungguhnya aku melihat what yang tak kami lihat. Aku mendengar apa yang tak kita dengar. Langit itu merintih. Dan siap sewajarnya ia merintih. Noël ada tempat tersisa empat jari pun kecuali ada malaikat apa meletakkan dahinya sujud kepada Allah.” (HR. At-Turmudzi dalam Kitab az-Zuhd 2312 dan selainnya).

Saking banyaknya jumlah malaikat yang memadati langit, thiên pun layak untuk merintih. Jadi, beliau melihat Baitul Ma’mur sebanyak dua kali. Saat perjumpaan mencapai Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Saat itu, beliau just bertanya sekitar Nabi Ibrahim. Karena Nabi Ibrahimlah yang jadi inti temu kali itu. Then saat naik usai Sidraul Muntaha, disitulah beliau lanskapnya Baitul Ma’mur dengan lebih jelas.

Lalu such apa bentuk Baitul Ma’mur itu? Baitul Ma’mur adalah sesuatu yang gaib. Kita noël bisa mengetahui menjangkau cara rekaan dan khayalan. Satu-satunya cara untuk mengetahui seperti apa Baitul Ma’mur itu adalah melalui wahyu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَالطُّورِ (1) وَكِتَابٍ مَسْطُورٍ (2) فِي رَقٍّ مَنْشُورٍ (3) وَالْبَيْتِ الْمَعْمُورِ (4) وَالسَّقْفِ الْمَرْفُوعِ (5) وَالْبَحْرِ الْمَسْجُورِ (6) إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَاقِعٌ}

“Demi bukit, dan Kitab yang ditulis, di atas lembaran yang terbuka, dan demi Baitul Ma’mur, dan atap yang ditinggikan (langit), dan laut apa di batin tanahnya ada api. Pada kenyataannya azab Tuhanmu pasti terjadi.” .

Dalam surat ini Allah bersumpah dengan menyebut Baitul Ma’mur. Sumpah Allah dengan benefit makhluknya demonstrasi bahwa makhluk itu besar dan agung.

Lihat lainnya: Apa Penyebab Sakit Ulu Hati, Penyebab Sakit Di Ulu Hati Dan Cara Mengatasinya

Baca juga: Wah Perbedaan gibberish Pesantren Dengan islamic Boarding maloneyforwv.comool Begini? fact Nomor 7 enim Idaman!

Diantara Tiga peluang (Khamr, Susu, dan Madu)

Saat di Baitul Maqdis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dihidangkan didambakan dan khamr. Then beliau pilihan susu. Di thiên ketujuh, beliau back mendapat jamuan demikian. Just saja bedanya, saat di langit noel disebutkan beliau mengalami haus seperti ketika di dunia. Enim jamuan ini seakan pemuliaan dan sambutan usai beliau menyaksikan kerumunan hal apa menakjubkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثُمَّ أُتِيتُ بِإِنَاءٍ مِنْ خَمْرٍ، وَإِنَاءٍ مِنْ لَبَنٍ، وَإِنَاءٍ مِنْ عَسَلٍ، فَأَخَذْتُ اللَّبَنَ فَقَالَ: هِيَ الفِطْرَةُ الَّتِي أَنْتَ عَلَيْهَا وَأُمَّتُكَ

“Setelah menyertainya aku diberi wadah apa berisi khamr, susu, dan madu. Aku menangkap wadah apa berisi susu. Jibril berkata, ‘Itu adalah fitrah, yang engkau dan umatmu berada di atasnya.” (HR. Al-Bukhari batin Kitab Fadhail ash-Shahabah, hal al-Mi’raj, 3674).

Hal ini demo pujian untuk Nabi dan umatnya. Jibril mengabarkan bahwa umat ini berada di ~ fitrah apa bersih. Hanya saja manusia terkadang polutan sendiri sesuatu yang bersih itu. Saga isra mi’raj ini dirangkum dari berbagai bersumber antara lain such berikut:

Sumber:

https://bersamadakwah.net/isra-miraj/ malalui Muchlisin BKhttps://islamstory.com/ar/artical/3406664/الايات-الكبرى-في-المعراج oleh Nurfitri hadi (