Contoh Khutbah idul fitri – setelah kita menjalankan puasa moon Ramadhan selama sebulan penuh tentunya kita akan merayakan momen yang paling berkesan yakni momen idul fitri.

Anda sedang menonton: Khutbah ke 2 idul fitri

Setiap muslim become merasakan perasaan yang bahagia setelah selama satu moon berperang perlawanan hawa nafsunya.

Perasaan gembira dan senang bukan hanya untuk membeli baju baru, mendapatkan mata uang jajan, THR atau apa lainnya.


Perasaan gembira ini untuk para umat muslim merayakan kemenangan mereka memerangi hawa nafsunya dengan cara berpuasa sebulan penuh.

Dalam hari raya idulfitri sendiri kerumunan amalan amalan sunnah maupun wajib apa di kerjakan melalui setiap muslim.

Amalan delegasi itu seperti membayar zakat fitrah bagi apa mampu. Sedangkan amalan sunnah sebagai menghidupkan malam days raya dan tambahan sholat idul fitri.

Dalam menjalankan sholat idulfitri diawali dengan sholat berjamaah dua rakaat terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan khutbah.


Hukum khutbah idul fitri adalah sunnah buat di kerjakan. Setidaknya demikian, apabila kita mengikuti pandangan para ulama apa bermazhab As-Syafi’i.

Meskipun sunnah, namun noel serta merta asal dilaksanakan. Ini adalah tetapi tambahan ada tata cara dan rukun khutbah idul fitri yang sebaiknya memang dipatuhi.

Selain untuk menjadi rukun juga agar pesan yang disampaikan bisa menyentuh para jamaah, juga ada yang sampai making jamaah menangis untuk menyentuhnya menodai tersebut.


Rukun dan Tata Cara Khutbah idulfitri 2020

*
" data-image-caption data-medium-file="https://i2.wp.com/maloneyforwv.com/wp-content/uploads/2020/02/Makanan-Khas-Papua-Es-Kelapa-Muda-Asam-Manis.jpg?fit=240%2C300&ssl=1" data-large-file="https://i2.wp.com/maloneyforwv.com/wp-content/uploads/2020/02/Makanan-Khas-Papua-Es-Kelapa-Muda-Asam-Manis.jpg?fit=637%2C796&ssl=1" loading="lazy" class="wp-image-341 size-full jetpack-lazy-image" title="Kutbah Idul Fitri" src="https://i1.wp.com/maloneyforwv.com/wp-content/uploads/2021/01/Kutbah-Idul-Fitri.jpg?resize=637%2C467&ssl=1" alt="Contoh Khutbah idul fitri Pendek gigi tiruan Padat - maloneyforwv.com" width="637" height="467" data-recalc-dims="1" data-lazy-src="https://i1.wp.com/maloneyforwv.com/wp-content/uploads/2021/01/Kutbah-Idul-Fitri.jpg?resize=637%2C467&is-pending-load=1#038;ssl=1" srcset="data:image/gif;base64,R0lGODlhAQABAIAAAAAAAP///yH5BAEAAAAALAAAAAABAAEAAAIBRAA7">Setelah kita mengetahui bagaimana rukun khutbah idul fitri serta tatacaranya, berikut ini contoh teks khutbah idul fitri yang bisa untuk kita gunakan.


Naskah Khutbah idulfitri I 2020

 اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ الْحَمْدُ ِللهِ الْمُنْعِمِ عَلَى مَنْ أَطَاعَهُ وَاتَّبَعَ رِضَاهُ، الْمُنْتَقِمِ مِمَّنْ خَالَفَهُ وَعَصَاهُ، الَّذِى يَعْلَمُ مَا أَظْهَرَهُ الْعَبْدُ وَمَا أَخْفَاهُ، الْمُتَكَفِّلُ بِأَرْزَاقِ عِبَادِهِ فَلاَ يَتْرُكُ أَحَدًا مِنْهُمْ وَلاَيَنْسَاهُ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى مَاأَعْطَاهُ. أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةَ عَبْدٍ لَمْ يَخْشَ إِلاَّ اللهَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِي اخْتَارَهُ اللهُ وَاصْطَفَاهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ أَمّأَبَعْدُ؛ فَيَآ أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تَقْوَاهُ وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمٌ عَظِيْمٌ، وَعِيْدٌ كَرِيْمٌ، أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ، وَحَرَّمَ عَلَيْكُمْ فِيْهِ الصِّيَامَ، فَهُوَ يَوْمُ تَسْبِيْحٍ وَتَحْمِيْدٍ وَتَهْلِيْلٍ وَتَعْظِيْمٍ وَتَمْجِيْدٍ، فَسَبِّحُوْا رَبَّكُمْ فِيْهِ وَعَظِّمُوْهُ وَتُوْبُوْا إِلَى اللهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ


Ya ma’asyiral muslim rohimakumullah

Pertama, marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan segenap kemampuan berusaha mandat perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. 


Dengan mengucap rasanya syukur Alhamdulillah di hari yang penuh kemuliaan dan untuk menang ini, itupenggunaan seluruh umat Islam di seluruh world memperingati days raya nanti sebulan sepenuhnya berpuasa Ramadhan, yaitu hari raya Idul Fitri. 

Ya ma’asyiral muslimin rohimakumullah, di aku raya idul fitri ini merupakan aku raya kemenangan umat Islam. Kita such umat Islam sudah seharusnya mengetahui what makna dari idul fitri itu sendiri. 

Kata “id” berasal dari mengakar kata aada – ya‘uudu apa berarti kembali. Mendahulukan kata fitri sering dimaknai menjangkau berbuka bagi orang apa berpuasa.

Idul fitri sendiri mungkin dimaknai dengan bagian belakang berbuka puasa setelah sebulan jenuh melaksanakan ibadah puasa di moon Ramadhan. 


Selain berarti berbuka, kata Fitri juga memiliki konotasi fitrah yang artinya agama yang benar dan tabiat asal kejadian manusia.

Artinya setiap orang apa berpuasa selama bulan Ramadhan dengan mempercayai dan ikhlas untuk Allah, become diampuni segenap dosanya yang telah lampau.

Pada days raya idulfitri ini kita umat Islam kembali pada fitrah, sebagai bayi apa suci dan bersih dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, dan keburukan.

Nabi sendiri bersabda: وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (wa male shomaa romadhoona iimaanan wahtisaaban ghufiro lahuu maa taqoddama min danbihi).


Artinya: “Barangsiapa puasa di moon Ramadhan dengan iman dan ikhlas untuk Allah, diampuni dosa-dosanya yang telah lampau.”

Melihat hadis di atas cantik pahala dari orang apa berpuasa Ramadhan mencapai ikhlas dan sepenuhnya keimanan maka pada aku ini ia akan terbebas dari segala dosa dosanya menyukai bayi yang baru lahir. Sebagaimana sabda Nabi:

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ، أَوْ يُنَصِّرَانِهِ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

(kullu mauluudin yuuladu ‘alal fithroti, fa abwaahu yuhawwidaanihi, au yunasshuroonihi, au yumajjisaaniho)


Artinya “Setiap bayinya dilahirkan batin keadaan suci (Islam). Kedua orang tuanya apa akan menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.

Ya ma’asyiral muslimin rohimakumullah, batin merayakan idul fitri, orang-orang merayakannya were tiga bagian.

Bagian apa pertama, cara beridul fitri orang cerdas dan berakal. Such umat islam apa cerdas, idulfitri merupakan sebuah kesempatan buat menambah ketaatan dan ibadah kepada Allah.

Salah satu cara untuk menambah pahala dan ketaatan itu mungkin dengan silaturrahim, halal bihalal, saling bermaafan, memberi sedekah, menolong orang lain dan sebagainya.


Bagian yang kedua yakni cara merayakan idul fitrinya setiap orang bodoh. People orang ini beridul fitri dengan cara melampiaskan segala hawa nafsunya ke sebulan full dia menahannya.

Mereka lebih shang melampiaskan hawa nafsunya, seperti mencela, menghina, membuat ujaran kebencian, menebarkan hoaks, dan memecah belah umat Islam.

Terakhir merupakan cara merayakan idul fitrinya anak anak dan orang yang khilaf.

Para anak anak dan orang apa khilaf lebih suka merayakan idulfitri dengan bersenang-senang, membeli baju baru, play bersama teman-teman dan sebagainya.


Ya ma’asyiral muslim rohimakumullah

Untuk were bagian dari orang cerdas dan berakal, itupenggunaan harus menghidupkan tradisi apa amat baik selepas Idul Fitri, yaitu tradisi saling pengampunan antara satu dengan apa lainnya.

Tradisi saling pengampunan ini lebih dikenal halal bi halal. Kita yang memiliki kesalahan kepada apa disalahi. Begitu pun sebaliknya, jika ada yang punya deviasi kepada itupenggunaan harus kita maafkan. 

Hal ini sesuai dengan firman Allah di dalam Q.S. Al-A’raf ayat 199: 


(khudzil ‘afwa wa’mur bil ma’rufi wa a’ridl ‘anil jaahiliina)

yang artinya Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah setiap orang mengerjakan apa makruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh. 

Ditambah lagi adanya hadis mata uang menjelaskan jika ada orang yang bersalah harus segera persyaratan maaf atas kesalahan apa diperbuatnya. Chapter ini such sabda Nabi:


 مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ، فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ اليَوْمَ، قَبْلَ أَنْ لاَ يَكُونَ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ، إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ، وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ

(man kaanat lau madhlamattun liakhiihi min ‘irdlihi au syai’in, falyatahallalahu minhul yauma, qobla an laayakuuna diinaarun au dirhaamun, inkaana lahuu ‘amalun sholihun ukhidza minhu biqodri madhlamatihi, wa inlamtakun lahuu hasanaatun ukhidza min sayyiaati shohibihi fahumila ‘alaihi)

Artinya: “Barangsiapa memiliki kesalahan terhadap saudaranya, baik morell maupun material, segera meminta kehalalannya aku itu juga, sebelum sampai pada hari tiada dinar dan dirham. Jika halaman tersebut terjadi, bila ia pribadi amal baik, maka amal tersebut akan diambil benar kadar kesalahannya. Akan tetapi jika ia noel memiliki kebaikan, maka kesalahan dari saudara apa ia salahi menjadi ditimpakan kepadanya.”

Dari firman Allah dan juga hadis Nabi pada dan juga sekarang sedang dalam masa aku raya, mari untuk kita saling memaafkan.

Dalam momentum yang sangat berharga ini mari itupenggunaan gunakan sebaik-baiknya agar termasuk dalam golongan orang-orang yang cerdas dan berakal.

Ya ma’asyiral muslimin rohimakumullah


Pada malam hari raya idul fitri, bagi kita yang mampu diperintahkan buat perduli menjangkau sesamanya. Agar saudara kita yang kurang mampu dapat merasakan sesaat bahagia hari raya idul fitri.

Untuk itulah itupenggunaan diperintahkan buat berbagi dengan cara mengeluarkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ atau kurang lebih beras 2,75 kg. 

Nabi bersabda: 

 فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِين مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ


(faradla Rasulullah witnessed zakaatal fithri thuhrotan lisshooimi minal laghwi war rofatsi, wa tu’matan lil masaakiini man addaahaa qoblash sholaati fahiya zakaatun mqbuulatun wa man addaaha ba’dash sholaati fahia shodaqotun minash shodaqooti)

Artinya: “Rasulullah berkomitmen zakat fitrah karena menyucikan orang yang puasa dari kejelekan dan untuk memberikan makan bagi setiap orang miskin. Barang siapa apa membayar zakat fitrah silam shalat id, maka zakat fitrah itu yang diterima. Dan siapa apa membayar zakat ke shalat id, maka zakat akun itu dianggap such sedekah diatas umumnya.” (HR Ibnu Majah)

Zakat fithrah luaran tujuan untuk mensucikan diri dari segala bentuk kesalahan, catatan kotor, ujaran kebencian dan sebagainya selama puasa.

Selain itu tambahan zakat fitrah memiliki tujuan mulia karena berbagi kepada sesama yang kurang mampu agar semuanya saling berbahagia tidak punya adanya rasa kecewa. 

Melihat keterangan tersebut membuat kita sadar bahwa agama Islam merupakan agama apa tidak hanya memperhatikan ibadah kepada Allah swt. Semata, tetapi also hubungan itupenggunaan sesama manusia.

Ya ma’asyiral muslimin rohimakumullah


Dari khutbah idul fitri pendek dan gigi tiruan ini ada pelajaran penting yang dapat itupenggunaan ambil.

Dalam merayakan idul fitri bukan dengan pakaian bagus, kendaraan baru, tetapi lebih pada untuk meningkatkan ibadah untuk kita agar lebih sebenarnya kepada Allah swt.

Ibadah yang kita lakukan silam dan selama bulan puasa marilah untuk kita tingkatkan untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Aamiin memiliki robbal ‘aalamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكثمْ بِفَهْمِهِ إِنَّهُ هُوَ الْبِرّ ُالرَّحِيْمِ


Teks Khutbah idul fitri II 2020

اَللهُ أَكْبَرُ 7×، اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. فَيَاعِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ كِتَابِهِ اْلعَظِيْمِ “إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ, يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا”. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَأًصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ 

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِماَتِ, وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ, اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ يَا قَاضِيَ اْلحَاجَاتِ. رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِاْلحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ اْلفَاتِحِيْنَ. رَبَّنَا أَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهىَ عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Allahu akbar 7x. Alhamdulillahirobbil ‘aalamin. Asyhadu one lailahaillah wahdahu laa syariikalah. Wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh.

Allahumma sholli wa sallim ‘alaa sayyidinaa muhammad. Wa ‘alaa aalihi wa ashhabihi ajma’iin. Fa memiliki ‘ibaadallah, ittaqullaha haqqo tuqootihi wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun.

Qoola Allahu ta’ala fi kitaabihil ‘adhim “Innallaha wa malaaikatahu yusholluuna ‘alan nabiy. Memiliki ayyuhalladziina aamanuu sholluu ‘alaihi wa sallimuu tasliimaa”

Allahumma shollii wa sallim ‘ala sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aalihii wa ashhabihii ajma’iin. Wat taabi’iina wa taabi’it taabiin wa male tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin.

Wa ‘alainaa ma’ahum birohmatika yaa arhamarroohimiin.

Allahummagfir lil muslimiina wal muslimaat, wal mukminiina wal mukminaat, al ahyaa i minhum wal amwaat, innaka samii’un qoriibun mujiibud da’awaat, yaa qodliyal haajaat.

Robbanaftah bainanaa wa baina qouminaa bil haqqi wa anta khoirul faatihiin. Robbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah wa qinaa ‘adzaaban naar.

‘Ibaadallah, innallaha ya’muru bil ‘adli wal ihsaan, wa iitaa i dzil qurbaa wa yanhaa ‘anil fahsyaa i wal munkari wal baghyi, ya’idhukum la’allakum tadzakkaruun.

Fadzkurullaha yadzkurukum wad’uuhu yastajib lakum wa ladzikrullahi akbar.

Lihat lainnya: Cara Mengirim Video Lewat Facebook Dengan Mudah Lewat Hp, Mengirim Foto, Video, Atau Pesan Suara Di Message


Nah menyertainya tadi contoh teks naskah khutbah idul fitri apa bisa kita gunakan, harapan amal dan ibadah untuk kita diterima melalui Allah swt. Aamin ya robbal aalamiin.