LONDON, maloneyforwv.com -Jihyun Park, together putranya pada 2005 silam selamat dalam pelarian mereka dari Korea Utara nanti China di mana dia dijual melalui aset perdagangan manusia.

Anda sedang menonton: Kabur dari rumah dan sukses

Dari China, Park berusaha pergi usai Mongolia dengan memanjat ranh perbatasan bersama putranya yang masih berusia 6 lima kala itu.

Dia berusaha agar noël ditangkap polisi. Jika sampai ditangkap, dia akan dideportasi setelah Korea utara dan sekian lagi dikurung di kamp action paksa DPRK Korut.

Kepada The Sun, Jihyun Park menceritakan pengalaman pahit hidupnya.

"Kim Jong Un adalah seorang pembunuh dan dialah telah membunuh kerumunan orang," ujar Jihyun Park. "Dia sedang membunuh 25 juta people di Korea Utara, kita harus ingat itu."

Baca juga: Cegah Adanya Pembelot, Korea utara Terapkan policy Berlapis

Mati kelaparan

Sebelum melarikan diri, Park menyaksikan ribuan people kelaparan termasuk anggota keluarganya sendiri selama Kelaparan hebat sekitar tahun 1990-an.


Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.Daftarkan email


Park terangkat di town Chongjin, bagian utara Provinsi Hamgyung, Korea Utara.

Di sana, itu bekerja such guru sekolah. Untuk ibunya seorang pengusaha dan ayahnya seorang anggota dari Partai Buruh Korea Utara, itu hidup di dalam perekonomian yang relatif stabil sebelum kelaparan dimulai.

Di di dalam rumahnya, terdapat lukisan sosok pendiri bangsa itu, Kim Il Sung, sebagaimana hatim oleh kebanyakan setiap orang lainnya.

"Sampai lima 1990, saya tidak mengerti makna dari kelaparan," ungkap Park kepada The Sun.


Namun, setelah tahun 1990, bisnis ibunya hancur dan keluarganya mengalami maju perekonomian.

Karena Uni soviet hancur pada 1991, Korea north berhenti penerimaan bantuan dari negara geram itu.

Kurangnya dukungan produksi negara menyertainya lemah dalam perekonomian dan mengalami period kelaparan asibe kekurangan bahan pangan.

Menurut Park, dialah melihat kerumunan mayat berjatuhan di jalan.

"Tidak ada makanan," ujar banci itu, "Pada 1996, paman saya meninggal untuk kelaparan di hadapan kami."

"Ketika itu meninggal, dia noel tampak such manusia. Tubuhnya tinggal tulang. Di jalanan, semua people muram."

Saat itu, ayahnya awal sakit-sakitan.

Di pagi hari, Park become meninggalkan mangkuk nasi untuk sang ayah dan pergi bekerja. Namun selama kembali, ayahnya noël memakan nasi itu.

Ayahnya noël memakannya untuk tidak ingin anak laki-lakinya kelaparan.

Lambat laun, terms ayah Park semakin parah dan noel bisa berkomunikasi melalui verbal. Dia just bisa berkomunikasi malalui tulisan dengan manuvernya lemah.


Selain kelaparan hebat, adik laki-laki Park tambahan terlibat melecehkan serius selama bekerja dengan tentara Korut sehingga aparat mengincarnya.

"Harapan last ayah saya adalah menyelamatkan adik laki-laki saya," ujar Park, "Suatu hari dia membangkitkan dan memberi sinyal kepada saya agar saya pergi."

"Itulah alasan mengapa saya luput dari Korea Utara."

Seperginya Jihyun Park, sang ayah apa sekarat pun meninggal dunia untuk kelaparan.

Baca juga: Pembelot Korea Utara apa Dicurigai Terinfeksi Covid-19, Tersandung Kasus Pelecehan Seksual

Pergi dari Korea Utara

Kebanyakan roti isi daging Korut yang membelot melintasi perbatasan ke China sebelum does perjalanan setelah negara ketiga, konvensional negara-negara Asia Tenggara, tempat di mana mereka bisa profil permohonan suaka.

Pelarian itu mendesak berbahaya, bahkan bagi mereka yang berhasil meloloskan diri. Mereka dianggap imigran ilegal dan sanggup dideportasi while saja jika tertangkap di China.

Mereka apa dideportasi ke Korut biasanya menjadi menghadapi hukuman secara brutal di pusat-pusat penahanan, termasuk kerja paksa, kamp re-edukasi dan penyiksaan.

Pada Februari 1998, Park dan adik laki-lakinya berhasil lolos melewati sungai beku dan pegunungan nanti China dengan bantuan seorang pria apa menjanjikan hayatnya lebih baik di negara baru.

Namun, selama sampai di angkasa tujuan, Park menyadari kalau dirinya ditipu. Dia were korban menyamai manusia.

"Saya dijual dan dipisahkan dari adik saya," ujar Park, "Dia dikirim kembali ke Korea Utara. Sampai saat ini saya tidak tahu apakah dia kehidupan atau mati."


Di China, Park ditahan melalui orang yang menipunya sampai mengeksplorasi pembeli yang tepat.

"Saya dijual ke seorang pria China seharga 5.000 yuan," ujar Park. Orang apa menipunya mengancam dengan kekerasan apabila dia noël menurut dan bahkan akan mendeportasinya jika Park tidak melakukan perintah.

Park juga punya anak dari gawangnya hubungannya mencapai pria penipu itu, dan dia dipaksa bekerja selama 5 tahun dalam ketakutan.

Hingga tiba suatu malam pada 2004, kompeten China datang nanti rumahnya dan menangkap Park. Itu pun dideportasi usai Korea Utara.

Lebih parahnya, dia dipisahkan dari anak laki-lakinya apa masih berusia 5 tahun.

"Anak saya adalah keluarga terakhir yang saya miliki," ungkap Park. "Saya terutang takut noël bisa kembali. Saya katakan pada anak saya, "tunggu Mama, Nak." buat polisi noël memberi saya dan anak saya kesempatan terakhir buat saling bicara."

Kembali nanti Korea Utara untuk kerja paksa

Kembali usai tanah airnya, Jihyun Park dimasukkan setelah pusat penahanan dan kamp merencanakan paksa negara itu.

Puluhan tahanan dijejalkan nanti sel lembab tanpa listrik ataukah toilet (hanya ada sebuah ember karena buang hajat).

"Bau teres mengerikan," kenang Park. "Di pagi hari, area ember itu menjijikkan untuk tidak ada cahaya."


Kondisi menghebohkan itu ditambah mencapai para tahanan yang diserang kutu, para wanita yang noël boleh pakai pembalut dan such gantinya menggunakan robekan kain yang tak boleh dicuci.

Tempat Park berada adalah kamp merencanakan paksa Chongjin, tidak jauh dari tempat asalnya.

Di sana, dia mulailah bekerja sejak pukul 4.30 pagi dan terus berlangsung sampai larut malam dan diwajibkan lagu lagu-lagu patriotik serta kata sandi prinsip-prinsip partai buruh negara itu.

"Mereka memperlakukan kami such binatang," ujar Park. "Kami noel dianggap manusia. Kalian bekerja menggunakan groep dan kaki kami noel memakai alas."

Mereka ditegakkan bekerja di sisi gunung untuk membuat lahan estat dan persawahan menjangkau tangan-tangan mereka, tanpa alat apa pun.

Para feminin dipaksa menarik berton-ton hasil ladang dan di bulan-bulan musim hujan panas, para tahanan menjadi memakan kentang mentah apa mereka temukan di dalam keadaan kotor karena membuat ourselves mereka tetap hidup.

"Kami benar-benar merasa kemudian mau mati, untuk saat itu lives kami sangat keras," ujar Park.

Dia mengatakan kalau para tahanan mendesak lapar untuk makanan yang disediakan noël layak. Mereka also kekurangan waiting mau pun obat-obatan.

"Yang saya pikirkan adalah putra saya. Saya bukan orang apa relijius tapi saya berdoa setiap hari. Kepada Buddha, kepada Tuhan, kepada Bunda Maria, sila selamatkan putra saya. Suatu hari saya berharap bisa berkumpul kembali dengannya.

Saya hanya memikirkan itu, itulah yang membuat saya bertahan di kamp action paksa."


Suatu pagi, Jihyun Park terbangun dengan rasanya sakit terlalu tinggi di kakinya. Dia meminta tolong kepada penjaga untuk menolongnya.

Namun, bukannya ditolong, Park malah membedah habis-habisan untuk dianggap telah berdusta.

Pada days berikutnya, kaki Park bengkak dan bernanah. Dialah akhirnya dibawa karena diperiksa.

"Mereka akhirnya membebaskan saya untuk mereka pikir saya tak akan selamat," ujar Park. "Infeksinya mendesak buruk."

Dia dibebaskan usai kehidupan kesatuan Korea utara dengan kondisi such itu, tidak punya uang, noël ada rumah yang dituju dan kapak kesehatan yang sangat mengerikan.

Baca juga: Dari memperkosa sampai Sterilisasi, Ini membujuk Muslim Uighur apa Berhasil Bebas

Berjuang setelah China another demi berjumpa anak

Keinginan Park konsensus dengan putranya terutang kuat. Jihyun Park sekian lagi memutuskan buat menyelinap dan melarikan diri ke China.

Kali ini dia kenal dia menjadi diperdagangkan di bangsa tujuannya namun dia tetap memilih pergi.

"Saya resepsi - saya noël punya pilihan karena saya tidak punya uang, dan kesehatan saya sangat buruk," kata Jihyun.

Menurut Park, setiap orang yang dulu perantaranya setelah China iba melihat kondisinya dan help dia pertemuan dengan anaknya di negeri "Panda" itu.

Melalui people yang were perantaranya, Park berhasil bertemu dengan putranya apa selama ini diberitahu bahwa ibunya telah meninggalkannya.


"Nak, ini ibu," ujar Park kepada putranya melalui telepon yang hanya menjawab, "Ibu?" Lalu, itu dan putranya sama-sama menangis.

Singkat kata, nanti berhasil bersatu back dengan putranya, mereka knows bahwa mereka noël bisa tinggal di China.

"Tapi, jika saya dikirim back ke Korea Utara buat kedua kalinya, saya kenal saya noël akan sanggup bertahan hidup."

Baca juga: Muslim Uighur Diduga di Kamp Re-Edukasi terancam Terjangkit Covid-19

Berhasil melarikan diri

Jihyun Park dan putranya memutuskan buat bergabung mencapai Partai Sembilan para pembelot Korea Utara apa berusaha menyeberang ke Mongolia dari China.

Mereka harus memanjat 3 pagar karena melintasi perbatasan, alles tanpa terdeteksi otoritas China apa terus menerus berpatroli di perbatasan.

Di bawah nuansa kegelapan malam, semua doan berhasil melewati ranh kecuali Jihyun Park dan putranya.

"Anak saya takut," ujar Park. "Kami duduk, kami noel bisa berjalan. Saya just memegang memanggang anak saya andi melihat bersinar mobil. Saya pikir menyertainya adalah pengangkutan polisi China. Saya benar-benar takut."

Lebih buruk lagi, itu melihat seorang pria berlari usai arah mereka. Saat itu, Park yakin dirinya akan kembali ditangkap.

Namun, keajaiban terjadi. Pria menemani itu meraih rumbai Jihyun, menggendong putranya dan tolong mereka melintasi perbatasan mencapai memotong ranh kawat.

Pria menyertainya rupanya deviasi seorang pembelot lain apa menyaksikan kesulitan Jihyun Park dan anaknya dan memutuskan karena membantu mereka.


Akhirnya...

Setelah sukses melarikan diri, Jihyun Park, putranya dan pria apa menolongnya membangun kehidupan bersama di Mongolia.

"Dia pria apa sangat baik, saya bang cinta dengannya," ujar Park, "Itu pertama kalinya saya bang cinta."

Setelah bertahun-tahun hidup di Mongolia dan China, mereka tiba di Inggris di atas 2008. Di Inggris, Jihyun Park dan suaminya serta 3 anaknya hidup bahagia di kota Manchester.

Park bekerja such aktivis HAM dan bekerja juga bersama Connect, sebuah organisasi apa mendukung pengungsi Korea Utara untuk tinggal di Inggris.

Lihat lainnya: Cara Memasukkan Foto Ke Twibbon Tanpa Aplikasi Terbaru, Cara Memasukkan Foto Ke Twibbon Tanpa Aplikasi

Baca juga: gagal Kabur dari Korut, Para Pembelot perempuan Diperkosa dan Diaborsi

Dapatkan update berita pilihan
dan breaking news setiap aku dari maloneyforwv.com. Mari bergabung di Grup telegram "maloneyforwv.com news Update", caranya klik link https://t.me/maloneyforwv.comcomupdate, kemudian join. Milik mereka harus install aplikasi telegram terlebih dulu di ponsel.