indikasi harga karet every Selasa (15/6) mengalami kenaikan Rp12 per kg dibandingkan whistleblower pada kedua (14/6).
Palembang (ANTARA) - Harga komoditas ekspornya karet di sumatra Selatan untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen mengalami kenaikan tipis, Selasa.Kepala bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil melayani Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian di Palembang, Selasa, mengatakan lingkar dalam harga karet every Selasa (15/6) mengalami kenaikan Rp12 per kg dibandingkan lingkar dalam pada kedua (14/6).Berdasarkan data Singapore Commodity apa diolah dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama komposit Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen di ~ 14 Juni 2021 Rp19.612 every Kg.Baca juga: cost ekspor karet Sumut kuartal 1 five 2021 naik 63,83 persenHarga karet, Selasa (15/6) karena KKK 100 persennya di harga Rp19.623 per Kg, artinya ada kenaikan Rp 12 every Kg dibandingkan harga days Senin.Lalu karena KKK 70 persen dihargai Rp13.736 per Kg, KKK 60 persen dihargai Rp11.774 per Kg, KKK 50 persen dihargai Rp9.812 per Kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 7.849 every Kg.Menurut Rudi, pada Juni diprediksi produksi karet makhluk global diatas Juni 2021 akan meningkat 15,8 persen dibandingkan Mei 2021. Hal ini berdasarkan data statistik association of organic Rubber Producing nations (ANRPC)."Walaupun ada melepaskan kenaikan produksi, namun pengaruh negara eksportir besar sebagai Vietnam, Malaysia, Thailand yang tersandung peningkatan COVID-19 ini menjadi menghambat penurunan harga karet," kata dia.Baca juga: musei Banyuasin dorong hilirisasi karet dan sawitHarga karet diperkirakan akan naik bagian belakang seiring mencapai pemberlakuan lockdown di beberapa negara penghasil karet.Sementara itu, harga getah karet untuk KKK 50 persen di tingkat petani di Kabupaten ogan Komering Ulu, sumatera Selatan dari beberapa pekan terakhir menembus nomor Rp13.000 every kilogram atau naik dari terdepan kisaran Rp12.000/Kg."Tentu senang karena kenaikkan harga dapat tolong memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Gusep, penyimpangan seorang petani karet origin Kecamatan lubuk Batang, ogan Komering Ulu (OKU).Kenaikan harga komoditas ini produksi sejumlah petani karet di banyak kecamatan di Kabupaten OKU mengaku senang karena dapat minum perekonomian di tengah pandemi COVID-19.Selain karet bulanan harga getah mingguan juga mengalami kenaikan dari Rp7.500 dulu Rp8.500 per Kg.Begitu juga harga getah karet dua mingguan saat ini menyentuh nomor Rp10.000 every kilogram atau naik dari terdepan kisaran Rp9.000/Kg."Rata-rata harga getah ini naik senilai Rp1.000 karena setiap kilogram," ujar dia.Novi, petani karet origin Kecamatan Peninjauan mengatakan selain harga naik, membuat karet saat ini juga berangsur normal untuk didukung faktor cuaca.Menurutnya, cuaca normal kemudian sekarang ini untuk membuat produksi getah karet petani meningkat 20-30 persen dari biasanya."Saat musim hujan membuat turun untuk getah bercampur dengan air. Begitupun selama kemarau kawanan pohon yang disadap getahnya mengering disebabkan dirampas kadar air," ujar dia.