*
*
Ilustrasi: breitbart.com

Film yang lagi kerumunan diperbincangkan di lima ini deviasi satunya film menjangkau genre romantis-dewasa berbalut Sadomasokis (seks dengan kekerasan),Fifty shade of Grey.

Anda sedang menonton: Fifty shades of grey sinopsis ending

Film ini, menurut saya, istimewa karena bukan dari aspek film dewasanya, namun dari alur cerita yang noel jelasending-nya serta dari aspek perdebatan morell dari kandungan film tersebut.

Bercerita tentang kisah romantis antara Grey dan Steele darimana tatapan pertama Steele apa terjatuh diatas saat hendak mewawancarai Grey, tokoh muda yang memiliki kawanan perusahaan dan sangat kaya, kelewat dikenal kemudian milyarder muda. Steele penggambaran temannya buat mewawancarai Grey.

Tatapan pertama itulah yang kemudian dibawah ke trấn dan turun lagi usai bawahnya hati..haha, maafkan saya itu bawahnya hati? memiliki biasa, namanya di barat kalau sudah bilang I love you, berarti maksudnya “Aku dicari tidur mencapai kamu”. Adegan-adegan panas, buka-bukaan baju, kerumunan mewarnai movie ini. Makanya, saya panggilan di start film ini disebut romantis-dewasa. Siap romantis terus dewasa lagi.


Memang ada film romantis yang noël dewasa? Banyak, sinetron-sinetron itupenggunaan romantis segenap tapi noel termasuk batin kategori film kematangan alias 18+. Tentunya, jika dilihat di bioskop, film ini sudah kawanan sensor di sana-sini. Bahkan, katanya di Turki film ini disensor hingga 45 menit..hahaha. Setengah movie disensor, terus mau nonton apa.

Setelah temu pertama itu, Grey apa mengidap kelainan seksual dengan always bercinta mencapai kekerasan kelewat terdapat kamarnya khusus (yang ia panggilan “Pain Room”), merasa bang cinta menjangkau Steele. Steele, menurut Grey, perbedaan dengan gadis biasa. Selera Grey memang lain, ia menyebutnya, noel pernah mau diatas tipe perempuan biasa.

Steele adalah sosok feminin cantik, diperankan oleh Dakota Johnson yang memang sangat cantik, were daya pikat tersendiri film tersebut. Steele selain cantik juga sederhana. Kuliah di jurusan Sastra dan setiap hari menyambi bekerja di toko alat-alat rumah tangga. Dan, nah ini yang penting, Steele ternyata masih perawan.

Ada satu syarat yang diajukan oleh Grey. Setiap kali hendak bercinta mencapai wanita apa diinginkannya, apa menurut Grey sudah 15 wanita apa ia ajak usai “Pain Room” buat aktivitas kekerasan seksualnya, harus menandatangani dulu kontrak. Begitu tambahan terhadap Steele. Grey memberikan kontrak untuk ditandatangani melalui Steele.

Di situ dijelaskan rinci mengenai kesepakatan-kesepakatan dan batasan-batasan yang disetujui atau apa ditolak dari tingkat aktivitas seksual antara Grey dan Steele.Steele membaca itu dan menangis. Mengapa ia harus berminat dan terikat hatinya di ~ Grey, pria ganteng dan mapan apa telah pencurian hatinya.

Steele tidak lantas menandatangani kontrak itu. Hingga akhir film kontrak itu noël sempat ditandatangani. Meskipun noel dengan kontrak, aktivitas bercinta cara terus.


Baca Juga: Captain Fantastic: Film tentang Cinta, Keluarga, dan kritik terhadap Agama

Grey karena kelainan Sadomasokis untuk trauma mencapai masa kecilnya. Ia menceritakan di atas Steele bahwa masa kecilnya mendesak tragis: medang kandungnya seorang prostitutes dan ia sering melihat aktivitas seksual apa dilakukan ibunya. Hingga kemudian ia mengenal mencapai seseorang yang mengajarinya bagaimana bercinta dengan manfaat alat-alat dari mulai ikatan, gantung, cambuk, dan sebagainya.

Ada satu ungkapan dari Grey apa sampai saat ini saya masih bertanya-tanya apa maksud dari pernyataan itu, bahwa di dalam pikirannya selalu berkelebat 50 bayangan ataufifty shade,yang kemudian dijadikan mengendarai film.

Pernyataan ini terungkap begitu saja yang membuat penonton harus berpikir keras what maksud dari penyataan itu usai Grey menceritakan mengenai latar belakangnya. Benar-benar penonton dari mulai hingga di atas cerita noel disajikan hadiah atas niat dari pernyataan itu.

Akhir movie ini pun absurd alias tidak jelas. Antara Steele dan Grey berpisah begitu saja usai Steele merasa marah untuk Grey mencambuknya mencapai enam cambukan seperti ritual Sadomasokis. Padahal, Grey pun sebetulnya noël mau melakukan itu terhadap Steele. Steele yang meminta Grey menunjukkan pada dirinya sebagaimana kerasnya siksaan jika ritual Sadomasokis dilakukan Grey. Tetapi kemudian Steele malah marah dan secepatnya ingin mengakhiri hubungan.

Harapan saya selaku penonton, apalagi sudah dibenamkan nanti benak itupenggunaan tipikal sinetron “Rahasia Ilahi” Grey harusnya berakhir menjangkau insyaf dan back ke jalan apa benar lalu menjalani kehidupan normal dengan Steele..hahha…no tidak seperti itu ternyata.

Film diakhiri dengan Steele naik elevator lalu bermusim perpisahan mencapai menyebut nama belakang Grey begitu juga Grey mencapai menyebut nama belakang Steele. Udah begitu saja dan the end. Gak enak banget. Tipikal film barat yang always menyajikan finishing yang tidak jelas. Mengajak penonton untuk berfantasi-ria, mereka-reka sendiri jalannya cerita.

Dari aspek moral, nah ini apa menarik. Kerumunan orang kritis dari aktivitas “kampanye kekerasan seksual”-nya, padahal sesungguhnya bukan itu. Movie ini sebetulnya sedang mengkampanyekan relativisme morell dengan terutang menarik. Masalah diterima atau tidaknya menyertainya diserahkan diatas para penonton.

Film ini permainan di area morel hedonisme ala relativisme. Bahwa moral adalah tergantung dari persepsi masing-masing people dan kesepakatan antara dua orang atau lebih. Noel ada standar moral yang baku. Morell bisa dinegosiasikan. Sebatas senin orang sepakat untuk melakukan hal-hal yang di luar norma masyarakat mengapa tidak. Bagi saya, movie ini menaiknya dari aspek ini.


Ada filosofis yang dikemas dan sengaja dikampanyekan di ~ dunia. Terlepas dari salah atau tidaknya kampanye morell tersebut, yang pasti film-film barat ketika mengkampanyekan suatu aliran filsafat selalu menarik. Persis sebagai film “Lucy” apa menurut saya luar biasa: mengandung kerumunan kampanye ajaran-ajaran philosophical ontologis apa dikemas dengan terutang apik dan visual yang tertata megah.

Lihat lainnya: Kunci Jawaban Brain Out Level 94, 95, 96, 97, 98, 99, 100, Kunci Jawaban Brain Out Level 91

Moral batin filsafat barat itu sifatnya subjektif. Sebenarnya itu ~ no berada keluar sana, tetapi diciptakan oleh masing-masing orang. Persepsi kebenaran antara masing-masing orang always berbeda. Relativism sangat kokoh bercokol di filosofis Barat.

Baca Juga: tinjauan Film Mulan: film Aksi yang Kurang Greget

Film ini adalah wakil dari hegemoni relativisme moral yang memang menjadi landasan utama dari manuvernya modernisme yang dipelopori darimana Descartes, apa dikenal dengan Cartessian, lalu Post-Modernisme yang mengusung semangat sama mencapai model baru.**