Dzikir pagi dan petang adalah satu diantara sekian kawanan kebutuhan seorang muslim. Jika makan dan minum buat kebutuhan jasmani, dzikir pagi dan petang untuk kebutuhan ruhani. Latar belakang ini apa mendorong saya untuk menyusun konten Dzikir Pagi dan Petang sesuai dengan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan then menyajikannya batin bentuk konten apa bervariasi.

Anda sedang menonton: Dzikir pagi petang rodja pdf

Di sini dari mereka akan mendapatkan konten Dzikir Pagi dan Petang batin bentuk: (1) video (lengkap mencapai tulisan arab, tulisan latin, dan terjemahan di dalam bahasa Indonesia). (2) Dzikir Pagi dan Petang MP3. (3) Dzikir Pagi dan Petang PDF.

Silakan teruskan membaca ya ^^

***

Dzikir Pagi dan Petang Rumaysho

Sumber utama Dzikir Pagi dan Petang yang saya susun ini adalah Dzikir Pagi dan Dzikir Petang Rumaysho yang disusun malalui ustadz Muhammad Abduh Tuasikal. Konten yang sudah disusun melalui ustadz Muhammad Abduh Tuasikal saya cek kembali teks hadisnya serta saya sesuaikan teks terjemahannya. Saya keuntungan 2 aplikasi android untuk mengecek teks hadis, yaitu aplikasi android جامع الكتب التسعة dan الباحث الحديثي

Selain itu, saya juga menambah referensi apa lainnya untuk mereview Dzikir Pagi dan Petang apa saya susun. Yang pertama adalah buku Hisnul Muslim karya Syaikh stated bin Ali bin Wahf al-Qohthooni. Yang kedua adalah booker Shahih Zikir Pagi Petang dan Sesudah Shalat Fardhu apa disusun melalui ustadz Abu Najib Abdillah.

***

Dzikir Pagi dan Petang Rodja (Radio Rodja & Rodja TV)

Salah satu sumber inspirasi saya menyusun Dzikir Pagi dan Petang (Sore) dalam bentuk audio visual (Video publication dan MP3) adalah Dzikir Pagi dan Petang apa disiarkan di Radio Rodja dan Rodja TV. Konten video apa lengkap menjangkau tulisan arab, tulisan latin buat bacaan dzikirnya, ditambah ada terjemahnya batin bahasa indonesia. Ditambah pula panduan suara di video tersebut. Ini terutang menarik sekali. Tentu saja saja, mudah-mudahan bermanfaat.

***

Dzikir Pagi dan Petang sesuai Sunnah

Kriteria Dzikir Pagi dan Petang pantas Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang saya maksud here adalah dzikir pagi dan petang yang bersumber dari hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih. Dzikir apa bersumber dari hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih berarti dapat dijadikan pegangan untuk beramal. Beda halnya jika ada dzikir yang noël bersumber dari hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apa shahih, maka jangan coba-coba karena diamalkan, karena amalannya menjadi tertolak. Sebagaimana Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa mengerjakan suatu amalan apa amalan tersebut bukan berasal dari kami, maka amalannya tersebut tertolak.” (HR. Muslim no. 1718)

Jika anda sebelumnya praktek dzikir pagi dan sore ataukah al-Matsurat ataukah berbagai wirid lainnya, maka pastikan semua apa Anda amalkan tersebut berasal dari hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih.

***

Dzikir dan Petang di dalam Berbagai Bentuk Konten (DOWNLOAD)

Berikut ini adalah beberapa Dzikir Pagi dan Petang di dalam beberapa packaging konten apa saya susun. Their boleh mendownloadnnya, then Anda simpan di HP milik mereka sehingga anda bisa setiap pagi dan petang menggunakannya seperti referensi atau pegangan ketika anda membaca dzikir pagi dan dzikir petang.

Dalam penyusunan packaging Dzikir Pagi dan Petang ini, saya pisahkan antara dzikir pagi dan petang. Dzikir Pagi saya susun koneksi rusak dari Dzikir Petang (Dzikir Sore). Ini tujuannya karena memudahkan anda membukanya; untuk jika digabung menjadi mengesankan banyak sekali. Apalagi Dzikir Petang (Dzikir Sore) apa letaknya di belakang, tentu akan menyulitkan dari mereka membukanya ketika dari mereka ingin membaca Dzikir Petang. Pasalnya, segenap konten ini batin bentuk digital, ~ no bentuk tercetak seperti buku apa mudah dibolak-balik.

***

Berikut ini beberapa Dzikir Pagi Petang di dalam beberapa variasi konten apa saya maksud:

Dzikir Pagi dan Petang dalam Bentuk video clip Book (lengkap mencapai huruf latin dan terjemah bahasa indonesia)

Dzikir pagi dan petang dalam bentuk video clip book ini layaknya sebagai buku digital yang bisa berbicara. Wujudnya video namun content kontennya adalah buku. Ada tulisan arabnya. Ada tulisan latinnya bagi Anda apa belum ahli membaca arab. Ada laporan suaranya apa akan membacakan karena Anda. Ini mudah Anda yang ingin berdzikir sambil mengemudi kendaraan atau selagi sedang dalam perjalanan.

***

Dzikir Pagi dalam Bentuk video clip Book (lengkap mencapai huruf latin dan terjemah bahasa indonesia)

***

Dzikir Petang di dalam Bentuk video clip Book (lengkap dengan huruf latin dan terjemah bahasa indonesia)

***

Dzikir Pagi dan Petang PDF (lengkap mencapai huruf latin dan terjemah bahasa indonesia)

Dzikir pagi petang PDF ini boleh their download dan simpan di HP Anda. Sewaktu-waktu their bisa membacanya di times pagi dan dimensional hari. Their pun bisa mencetaknya. Milik mereka bisa jilid menjadi bentuk buku. Dzikir Pagi dan Petang PDF ini isinya kemiripannya persis menjangkau Dzikir Pagi Petang bentuk video book.

Download Dzikir Pagi dan Petang PDF di ~ link ini.

***

Dzikir Pagi PDF (lengkap menjangkau huruf latin dan terjemah bahasa indonesia)

Download Dzikir Pagi PDF di ~ link ini.

***

Dzikir Petang PDF (lengkap mencapai huruf latin dan terjemah bahasa indonesia)

Download Dzikir Petang PDF diatas link ini.

***

Dzikir Pagi dan Petang MP3

Dzikir Pagi Petang MP3 ini dapat milik mereka simpan di HP dan komputer Anda. Dari mereka dapat mendengarkannya sewaktu pagi dan sore hari. Ini insya Allah sangat help sekali bagi Anda yang mobile; ketika anda di dalam perjalanan di atas kendaraan misalnya.

Download Dzikir Pagi Petang MP3 di atas link ini.

***

Dzikir Pagi MP3

Download Dzikir Pagi MP3 pada link ini.

***

Dzikir Petang MP3

Download Dzikir Petang MP3 pada link ini.

***

*

*

*

IKLAN POSTER DZIKIR PAGI PETANG & DZIKIR usai SHOLAT FARDHU

*

***

*

*

*

Dzikir Pagi dan Petang batin Bentuk Teks

Di bawah ini anda boleh baca secara terpisah Dzikir Pagi dan Petang di dalam bentuk teks. Their dapat langsung membacanya tidak punya mendownload Dzikir Pagi Sore di dalam berbagai packaging sebagai di atas:

***

Kapan baca secara terpisah Dzikir Pagi dan Petang?

Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah demisioner bahwa times membaca dzikir pagi adalah sesudah sholat subuh hingga terbitnya matahari. Dan times membaca dzikir petang adalah sesudah sholat ashar hingga terbenamnya matahari. (Shahih al-Wabil as-Shoyyib)

*

***

*

Dzikir Pagi

<1> kata sandi ta’awwudz (DIBACA 1x)

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

a-‘uu dzu bil-laahi minasy syaithoonir rojiim

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

<2> baca secara terpisah Ayat kursi (DIBACA 1x)

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allaahu laa ilaa ha illaa huwal hayyul qoyyuum. Laa ta’ khu dzu huu sinatuww walaa nauum. Lahuu maa fis samaawaa ti wamaa fil ard. Man-dzal ladzii yasy fa-‘u ‘indahuu illaa bi-idznih. Ya’-lamu maa baina ai-dii that wa maa khol fahum. Wa laa yuhii-thuu-na bi syai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaaaa’. Wa-si-‘a kursiyy-yuhus-samaa-waa-ti wal ard. Wa laa ya-uu duhu hif zhu humaa. Wa huwal ‘aliyy-yul ‘a-zhiim

“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia noël mengantuk dan noël tidur. Kepunyaan-Nya maafkan saya yang di tee dan di bumi. Tiada apa dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tidak punya seizin-Nya. Itu mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka noel mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan maafkan saya yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi thiên dan bumi. Dia tidak merasa memuat memelihara keduanya. Dan dialah Maha Tinggi lainnya Maha besar.” (QS. Al-Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)

Faedah baca secara terpisah Ayat Kursi: Siapa apa membacanya ketika petang, maka ia become dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa apa membacanya kapan pagi, maka ia become dilindungi hingga petang. (HR. Al-Hakim 1: 562). Syaikh al-Albani menshahihkan hadis tersebut batin Shahih at-Targhib wa at-Tarhib no. 655)

<3> Membaca surat al-Ikhlas (DIBACA 3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Bismil-laa-hir-rohmaa-nir-rohiim. Qul huwallaahu ahad. Allaahush shomad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakul lahuu kufu-wan ahad.

“Dengan menyebut nama belakang Allah apa Maha Pengasih another Maha Penyayang. Katakanlah: itu Allah, apa Maha Esa. Allah adalah ilah apa bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia noël beranak dan tiada pula diperanakkan, dan noël ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)

<4> Membaca surat al-Falaq (DIBACA 3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Bismil-laa-hir-rohmaa-nir-rohiim. Qul a-‘uu dzu bi rob-bil falaq. Min-syar-ri maa kholaq. Wamin-syar-ri qhoo siqin idzaa waqob. Wamin-syar-rin naffaa tsaa tifil ‘uqod. Wamin-syar-rihaa sidin idzaa hasad.

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lainnya Maha Penyayang. Katakanlah: Aku perlindungan kepada Rabb apa menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari keburukan malam apabila telah remang gulita, dan dari kejahatan-kejahatan perempuan tukang sihir apa menghembus pada buhul-buhul, dan dari ragum orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al-Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x)

<5> Membaca surat an-Naas (DIBACA 3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

Bismil-laa-hir-rohmaa-nir-rohiim. Qul a-‘uu dzu bi rob-bin-naas. Malikin-naas. Ilaahin-naas. Min-syar-ril waswaasil khon-naas. Al-ladzii yuwas wisu fii shuduu rin-naas. Minal jinnati wan-naas.

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku penampungan kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari keburukan (bisikan) syaitan apa biasa bersembunyi, apa membisikkan (kejahatan) nanti dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An-Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)

<6> Doa memohon jenis pada hari ini (DIBACA 1x)

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillaah walhamdulil-laah. Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah. Lahul mulku. Walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in-qodiir. Robbi as-aluka khoiro maa fii haa-dzal yauum wa khoiro maa ba’-dahu. Wa a-’uudzu bika min syar-ri maa fii haa-dzal yauum wa syar-ri maa ba’-dah. Robbi a-’uu-dzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Robbi a-’uudzu bika min ‘adzaa-bin-fin naari wa ‘adzaa-bin fil qobr.

“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan just milik Allah, segala puji bagi Allah. Noël ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah yang Mahakuasa overhead segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu jenis di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan days ini dan ragum sesudahnya. Wahai Rabbku, aku perlindungan kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di aku tua. Wahai Rabbku, aku perlindungan kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di intisari kubur.” (Dibaca 1x)

Faedah: Meminta pada Allah kebaikan di days ini dan kebaikan sesudahnya, also agar terhindar dari kejelekan di hari ini dan kejelekan sesudahnya. Di dalamnya berisi pula permintaan agar terhindar dari rasanya malas padahal mampu untuk beramal, tambahan agar terhindar dari kejelekan di masa tua. Di dalamnya tambahan berisi permintaan agar terselamatkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang merupakan siksa terberat di days kiamat kelak. (HR. Muslim no. 2723. Melihat keterangan Syarh Hisnul Muslim)

<7> Menyatakan pasrah lives dan dies hanya kepada Allah (DIBACA 1x)

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

Allaahumma bika ash-bahnaa wa bika amsainaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.

“Ya Allah, menjangkau rahmat dan pertolongan-Mu kita memasuki waktu pagi, dan mencapai rahmat dan pertolongan-Mu kita memasuki waktu petang. Mencapai rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan mencapai kehendak-Mu kita mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi setiap orang makhluk).” (Dibaca 1 x) (HR. Tirmidzi no. 3391 dan Abu Daud no. 5068. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih)

*

<8> kata sandi Sayyidul Istighfar (DIBACA 1x)

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

*

Allaahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta. Kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A-’uudzu bika min syar-ri maa shona’-tu. Abuu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abuu-u bi dzam-bii. Fagh-firlii fa-innahu laa yagh-firudz dzunuuba illaa anta.

*

“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, noël ada ilah apa berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah apa menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku ini adalah setia diatas perjanjianku pada-Mu (yaitu aku menjadi mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin menjadi janji-Mu (berupa surga untukku). Aku penampungan kepada-Mu dari kejelekan apa kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh buat itu, ampunilah aku. Sebenarnya tiada apa mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca 1x)

*

Faedah: Barangsiapa bermusim dzikir ini di siang aku dalam keadaan sepenuhnya keyakinan, lalu ia mati pada days tersebut silam petang hari, maka ia tersirat penghuni surga. Barangsiapa apa mengucapkannya di malam aku dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia dies sebelum pagi, maka ia tersirat penghuni surga. (HR. Bukhari no. 6306)

*

<9> Mohon kesehatan. Mohon dilindungi dari kekafiran, kefakiran, dan azab kubur. (DIBACA 3x)

اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

Allaahumma ‘aafinii fii badanii, Allaahumma ‘aafinii fii sam-’ii, Allaahumma ‘aafinii fii bashorii, laa ilaaha illaa anta. Allaahumma innii a-‘uudzubika minal kufri wal faqri, wa a-‘uudzubika min ‘adzaabil qobri, laa ilaaha illaa anta.

“Ya Allah, berikanlah kesehatan untuk badanku, bagi pendengaranku dan penglihatanku, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Memiliki Allah, sebetulnya aku berlindung ourselves kepada-Mu dari kekufuran, dan kefakiran. Memiliki Allah, pada kenyataannya aku penampungan kepada-Mu dari siksa kubur, noël ada sembahan apa berhak disembah selain Engkau.” (HR. Abu Dawud: 4/324, Ahmad 5/42, al-Adabul Mufrad al-Bukhari)

<10> Menyatakan noel ada ilah yang berhak disembah selain Allah. (DIBACA 4x)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ

Allaahumma innii ash-bahtu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikataka wa jamii-’a kholqika. Annaka antallaahu laa ilaaha illaa anta wahdaka laa syariika laka, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rosuuluk.

“Ya Allah, pada kenyataannya aku di waktu pagi ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sebetulnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sebetulnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (Dibaca 4x)

Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini selama pagi dan petang hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa neraka. (HR. Abu Daud no. 5069. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini hasan)

<11> Memohon keselamatan di dalam agama, dunia, akhirat, keluarga, dan harta. (DIBACA 1x)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fii diinii wa dun-yaaya wa ahlii wa maalii. Allaahummas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummah-fazh-nii mim bayni yaday-ya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a-’udzu bi ‘azhomatika an ughtaala min tahtii.

“Ya Allah, sebenarnya aku memohon kebajikan dan berani di dunia dan akhirat. Memiliki Allah, pada kenyataannya aku memohon virtue dan keselamatan di dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Memiliki Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku perlindungan dengan kebesaran-Mu, agar aku noël disambar dari bawahku (oleh garis atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (Dibaca 1 x)

Faedah: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam noël pernah ditinggalkan doa ini di pagi dan petang hari. Aku memilikinya berisi maju dan keselamatan diatas agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai macam gangguan yang datang dari berbagai arah. (HR. Abu Daud no. 5074 dan Ibnu Majah no. 3871. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih)

<12> Memohon maju dari ragum jiwa, setan, dan perbuatan maksiat. (DIBACA 1x)

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Allaahumma ‘aalimal ghoybi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu allaa ilaaha illaa anta. A-’udzu bika min syar-ri nafsii wa min syar-risy syaithooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrahu ilaa muslim.

“Ya Allah, apa Maha Mengetahui yang ghaib dan apa nyata, wahai Rabb pencipta tee dan bumi, Rabb segala sesuatu dan apa merajainya. Aku bersaksi bahwa noel ada ilah apa berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan diriku, setan dan balatentaranya (godaan buat berbuat syirik di ~ Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (Dibaca 1x)

Faedah: Doa ini diajarkan melalui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas Abu Bakr ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu untuk dibaca di ~ pagi, petang dan saat beranjak tidur. (HR. Tirmidzi no. 3392 dan Abu Daud no. 5067. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Adapun kalimat terakhir (وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ) adalah ekstra dari riwayat Ahmad 2: 196. Dikomentari melalui Syaikh Syu’aib al-Arnauth bahwa hadis tersebut shahih dilihat dari cara lainnya atau shahih lighoirihi)

<13> Memohon maju dari setiap orang bahaya. (DIBACA 3x)

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillaahilladzii laa yadhurru ma-’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii-’ul ‘aliim.

“Dengan namu Allah apa bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit noël akan berbahaya, Dia-lah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3x)

Faedah: Barangsiapa apa mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di pagi aku dan tiga kali di petang hari, maka tidak akan ada bahaya apa tiba-tiba membahayakannya. (HR. Abu Daud no. 5088, 5089, Tirmidzi no. 3388, dan Ibnu Majah no. 3869. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini hasan)

<14> Menyatakan ridho terhadap Allah, Islam, dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. (DIBACA 3x)

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا

Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin nabiyyaa.

“Aku ridha Allah such Rabbku, Islam such agamaku dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian nabiku.” (Dibaca 3x)

Faedah: Barangsiapa apa mengucapkan dzikir ini sebanyak tiga kali di pagi aku dan tiga kali di petang hari, maka sesuai baginya mendapatkan ridha Allah. (HR. Abu Daud no. 5072, Tirmidzi no. 3389. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini hasan)

<15> Memohon dimudahkan dan diperbaiki segala urusan. (DIBACA 1x)

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghii-tsu, wa ash-lih lii sya’-nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.

“Wahai Rabb apa Maha Hidup, wahai Rabb yang Berdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu), mencapai rahmat-Mu aku untuk bertanya pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekian pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” (Dibaca 1x)

<16> Menyatakan diri kemudian seorang muslim yang lurus di atas fitrah Islam. (DIBACA 1x)

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Ash-bahnaa ‘ala fithrotil islaam wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiina Ibroohiima haniifam muslimaa. Wa maa kaana minal musyrikiin.

“Di times pagi kita memegang religius Islam, kalimat ikhlas (kalimat syahadat), keagamaan Nabi kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan religius bapak kalian Ibrahim, apa berdiri diatas jalan yang lurus, muslim dan noel tergolong orang-orang musyrik.” (Dibaca 1 x di pagi days saja) (HR. Ahmad (3: 406). Syaikh Syu’aib al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih pantas syarat al-Bukhari dan Muslim. Using pula as-Silsilah ash-Shahihah no. 2989)

<17> Bertasbih dipuji Allah. (DIBACA 100x)

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

Subhaanallaahi wa bi-hamdih.

“Maha bermusim Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca 100x)

Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan sentence ‘subhaanallaahi wa bi hamdih’ di pagi dan petang hari sebanyak 100x, maka tidak ada apa datang pada aku kiamat apa lebih baik dari apa ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu. (HR. Muslim no. 2692)

<18> Membaca perkataan terbaik para Nabi. (DIBACA 10x ataukah 100x)

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر

Laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir.

“Tidak ada ilah apa berhak disembah selain Allah semata, noel ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kaya dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10x atau 100x)

Faedah kata sandi 10x: Barangsiapa apa membaca dzikir tersebut di pagi days sebanyak 10 kali, Allah menjadi mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan jenis semisal memerdekakan 10 budak, Allah menjadi melindunginya dari gangguan setan hingg petang hari. Siapa apa mengucapkannya di petang hari, ia become mendapatkan keutamaan semisal akun itu pula. (HR. An-Nasaa-i al-Kubra 6: 10)

Faedah baca secara terpisah 100x: Barangsiapa apa mengucapkan dzikir tersebut dalam sehari sebanyak 100x, maka itu such membebaskan 10 setiap orang budak, dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus baginya 100 kesalahan, dirinya akan terjaga dari perambahan setan dari pagi hingga petang hari, dan noel ada seorang pun apa lebih baik dari apa ia lakukan kecuali melalui orang apa mengamalkan lebih dari itu. (HR. Al-Bukhari no. 3293 dan Muslim no. 2691)

<19> kata sandi tasbih dan tahmid, dipuji Allah. (DIBACA 3x)

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Subhaanallaahi wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih. Wazinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.

“Maha suci Allah, aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, berat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya.” (Dibaca 3x di times pagi saja)

Faedah: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan di atas Juwairiyah bahwa dzikir ini telah mengalahkan dzikir apa dibaca malalui Juwairiyah dari selepas subuh sampai times Dhuha. (HR. Muslim no. 2726)

<20> Memohon ilmu yang bermanfaat, rezeki apa halal, dan amal apa diterima. (DIBACA 1x)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allaahumma innii as-aluka ‘ilman naafi-’aa, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa. “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu apa bermanfaat (bagi diriku dan people lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (Dibaca 1x setelah salam dari Sholat Shubuh) (HR. Ibnu Majah no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini shahih)

<21> Memohon ampunan dan bertobat kepada Allah. (DIBACA 100x)

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astagh-firullaaha wa atuubu ilaiih.

“Aku memohon pengampunan kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.” (Dibaca 100x dalam sehari) (HR. Al-Bukhari no. 6307 dan Muslim no. 2702)

***

*

Dzikir Petang

<1> melafalkan ta’awwudz (DIBACA 1x)

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

a-‘uu dzu bil-laahi minasy syaithoonir rojiim

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

<2> baca secara terpisah Ayat seyss (DIBACA 1x)

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allaahu laa ilaa ha illaa huwal hayyul qoyyuum. Laa ta’ khu dzu huu sinatuww walaa nauum. Lahuu maa fis samaawaa ti wamaa fil ard. Man-dzal ladzii yasy fa-‘u ‘indahuu illaa bi-idznih. Ya’-lamu maa baina ai-dii the wa maa khol fahum. Wa laa yuhii-thuu-na bi syai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaaaa’. Wa-si-‘a kursiyy-yuhus-samaa-waa-ti wal ard. Wa laa ya-uu duhu hif zhu humaa. Wa huwal ‘aliyy-yul ‘a-zhiim

“Allah, noël ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup selama-lamanya lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia noel mengantuk dan noël tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di thiên dan di bumi. Tiada apa dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dialah mengetahui apa-apa apa di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka noël mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan what yang dikehendaki-Nya. Tumpukan Allah meliputi thiên dan bumi. Dia tidak merasa bobot memelihara keduanya. Dan itu Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al-Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)

Faedah melafalkan Ayat Kursi: Siapa apa membacanya selama petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa apa membacanya selagi pagi, maka ia ini adalah dilindungi hingga petang. (HR. Al-Hakim 1: 562). Syaikh al-Albani menshahihkan hadis tersebut dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib no. 655)

<3> Membaca suratnya al-Ikhlas (DIBACA 3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Bismil-laa-hir-rohmaa-nir-rohiim. Qul huwallaahu ahad. Allaahush shomad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakul lahuu kufu-wan ahad.

“Dengan menyebut namu Allah apa Maha Pengasih lainnya Maha Penyayang. Katakanlah: dialah Allah, apa Maha Esa. Allah adalah ilah apa bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia noël beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun apa setara mencapai Dia.” (QS. Al-Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)

<4> Membaca surat al-Falaq (DIBACA 3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Bismil-laa-hir-rohmaa-nir-rohiim. Qul a-‘uu dzu bi rob-bil falaq. Min-syar-ri maa kholaq. Wamin-syar-ri qhoo siqin idzaa waqob. Wamin-syar-rin naffaa tsaa tifil ‘uqod. Wamin-syar-rihaa sidin idzaa hasad.

“Dengan menyebut nama belakang Allah yang Maha Pengasih another Maha Penyayang. Katakanlah: Aku penampungan kepada Rabb apa menguasai Shubuh, dari vice makhluk-Nya, dan dari ragum malam apabila telah remang gulita, dan dari kejahatan-kejahatan banci tukang sihir apa menghembus di atas buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al-Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x)

<5> Membaca surat an-Naas (DIBACA 3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

Bismil-laa-hir-rohmaa-nir-rohiim. Qul a-‘uu dzu bi rob-bin-naas. Malikin-naas. Ilaahin-naas. Min-syar-ril waswaasil khon-naas. Al-ladzii yuwas wisu fii shuduu rin-naas. Minal jinnati wan-naas.

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih another Maha Penyayang. Katakanlah: Aku perlindungan kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari ragum (bisikan) syaitan apa biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) usai dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An-Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)

<6> Doa memohon jenis pada hari ini (DIBACA 1x)

أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Amsaynaa wa amsal mulku lil-laah walhamdulillah, laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir. Robbi as-aluka khoiro maa fii haadzihil lailah wa khoiro maa ba’dahaa, wa a-’uudzu bika min syar-ri maa fii haadzihil lailah wa syar-ri maa ba’dahaa. Robbi a-’uudzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Robbi a-’uudzu bika min ‘adzaabin fin naari wa ‘adzaabin fil qobri.

“Kami telah memasuki times petang dan kerajaan just milik Allah, segala puji bagi Allah. Noël ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah yang Mahakuasa overhead segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu jenis di malam ini dan jenis sesudahnya. Aku perlindungan kepada-Mu dari keburukan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku perlindungan kepada-Mu dari sifat malas dan kejelekan di days tua. Wahai Rabbku, aku penampungan kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur.” (Dibaca 1x)

Faedah: Meminta di atas Allah jenis di malam ini dan kebaikan sesudahnya, tambahan agar terhindar dari kejelekan di malam ini dan kejelekan sesudahnya. Lihat itu berisi pula permintaan agar terhindar dari rasa malas padahal mampu untuk beramal, tambahan agar terhindar dari kejelekan di masa tua. Di dalamnya juga berisi permintaan agar terselamatkan dari siksa kubur dan siksa neraka apa merupakan siksa terberat di hari kiamat kelak. (HR. Muslim no. 2723. Lihat keterangan Syarh Hisnul Muslim, hal. 161)

<7> Menyatakan pasrah lives dan sekarat hanya kepada Allah (DIBACA 1x)

اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا،وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

Allaahumma bika amsainaa wa bika ash-bahnaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikal mashiir.

“Ya Allah, menjangkau rahmat dan pertolongan-Mu kalian memasuki waktu petang, dan mencapai rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Mencapai rahmat dan pertolongan-Mu kami kehidupan dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi segenap makhluk).” (Dibaca 1x) (HR. Tirmidzi no. 3391 dan Abu Daud no. 5068. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih)

<8> membaca Sayyidul Istighfar (DIBACA 1x)

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Allaahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta. Kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A-’uudzu bika min syar-ri maa shona’-tu. Abuu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abuu-u bi dzam-bii. Fagh-firlii fa-innahu laa yagh-firudz dzunuuba illaa anta.

“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, noël ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku menjadi setia di atas perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin become janji-Mu (berupa surga untukku). Aku penampungan kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh untuk itu, ampunilah aku. Pada kenyataannya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca 1x)

Faedah: Barangsiapa penasaran dzikir ini di siang hari dalam keadaan full keyakinan, lalu ia sekarat pada days tersebut dahulu petang hari, maka ia tersirat penghuni surga. Barangsiapa apa mengucapkannya di malam aku dalam keadaan jenuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi, maka ia tersirat penghuni surga. (HR. Bukhari no. 6306)

<9> Mohon kesehatan. Mohon dilindungi dari kekafiran, kefakiran, dan azab kubur. (DIBACA 3x)

اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

Allaahumma ‘aafinii fii badanii, Allaahumma ‘aafinii fii sam-’ii, Allaahumma ‘aafinii fii bashorii, laa ilaaha illaa anta. Allaahumma innii a-‘uudzubika minal kufri wal faqri, wa a-‘uudzubika min ‘adzaabil qobri, laa ilaaha illaa anta.

“Ya Allah, berikanlah kesehatan untuk badanku, bagi pendengaranku dan penglihatanku, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Memiliki Allah, sesungguhnya aku berlindung diri kepada-Mu dari kekufuran, dan kefakiran. Memiliki Allah, pada kenyataannya aku perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur, noel ada sembahan yang berhak disembah selain Engkau.” (HR. Abu Dawud: 4/324, Ahmad 5/42, al-Adabul Mufrad al-Bukhari)

<10> Menyatakan tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah. (DIBACA 4x)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَمْسَيْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ

Allaahumma innii amsaitu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikataka wa jamii-’a kholqika. Annaka antallaahu laa ilaaha illaa anta wahdaka laa syariika laka, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rosuuluk.

“Ya Allah, sebetulnya aku di waktu petang ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah apa berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sebetulnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (Dibaca 4x)

Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini kapan pagi dan petang hari sebanyak empat kali, maka Allah menjadi membebaskan dirinya dari siksa neraka. (HR. Abu Daud no. 5069. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini hasan)

<11> Memohon keselamatan batin agama, dunia, akhirat, keluarga, dan harta. (DIBACA 1x)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fii diinii wa dun-yaaya wa ahlii wa maalii. Allaahummas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummah-fazh-nii mim bayni yaday-ya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a-’udzu bi ‘azhomatika an ughtaala min tahtii.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon virtue dan diversitas di dunia dan akhirat. Memiliki Allah, sebenarnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, familial dan hartaku. Memiliki Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang noel layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Miliki Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku penampungan dengan kebesaran-Mu, agar aku noël disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam batin bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (Dibaca 1 x)

Faedah: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam noël pernah ditinggalkan doa ini di pagi dan petang hari. Aku memilikinya berisi maju dan keselamatan diatas agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai macam gangguan yang datang dari berbagai arah. (HR. Abu Daud no. 5074 dan Ibnu Majah no. 3871. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih)

<12> Memohon maju dari kejahatan jiwa, setan, dan perbuatan maksiat. (DIBACA 1x)

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Allaahumma ‘aalimal ghoybi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu allaa ilaaha illaa anta. A-’udzu bika min syar-ri nafsii wa min syar-risy syaithooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrahu ilaa muslim.

“Ya Allah, yang Maha Mengetahui apa ghaib dan apa nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan apa merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah apa berhak disembah kecuali Engkau. Aku perlindungan kepada-Mu dari keburukan diriku, setan dan balatentaranya (godaan buat berbuat syirik diatas Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (Dibaca 1x)

Faedah: Doa ini diajarkan melalui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu buat dibaca pada pagi, petang dan saat di atas tidur. (HR. Tirmidzi no. 3392 dan Abu Daud no. 5067. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahawa sanad hadits ini shahih. Adapun kalimat last (وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ) adalah tambahan dari riwayat Ahmad 2: 196. Dikomentari malalui Syaikh Syu’aib al-Arnauth bahwa hadis tersebut shahih dilihat dari jalur lainnya atau shahih lighoirihi)

<13> Memohon maju dari segenap bahaya. (DIBACA 3x)

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillaahilladzii laa yadhurru ma-’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii-’ul ‘aliim.

“Dengan nama Allah apa bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah apa Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3x)

Faedah: Barangsiapa apa mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di pagi days dan tiga kali di petang hari, maka tidak akan ada bahaya yang tiba-tiba membahayakannya. (HR. Abu Daud no. 5088, 5089, Tirmidzi no. 3388, dan Ibnu Majah no. 3869. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini hasan)

<14> Menyatakan ridho terhadap Allah, Islam, dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. (DIBACA 3x)

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا

Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin nabiyyaa.

“Aku ridha Allah seperti Rabbku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam such nabiku.” (Dibaca 3x)

Faedah: Barangsiapa apa mengucapkan dzikir ini sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka pantas baginya mendapatkan ridha Allah.(HR. Abu Daud no. 5072, Tirmidzi no. 3389. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini hasan)

<15> Memohon dimudahkan dan diperbaiki segala urusan. (DIBACA 1x)

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghii-tsu, wa ash-lih lii sya’-nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.

“Wahai Rabb apa Maha Hidup, wahai Rabb yang Berdiri personally (tidak butuh segala sesuatu), menjangkau rahmat-Mu aku bertanya tentang pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” (Dibaca 1x)

<16> Bertasbih dipuji Allah. (DIBACA 100x)

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

Subhaanallaahi wa bi-hamdih.

“Maha bermusim Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca 100x)

Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan sentence ‘subhaanallaahi wa bi hamdih’ di pagi dan petang aku sebanyak 100x, maka noël ada yang datang pada days kiamat apa lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang apa mengucapkan semisal ataukah lebih dari itu. (HR. Muslim no. 2692)

<17> Membaca catatan terbaik para Nabi. (DIBACA 10x)

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر

Laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir.

“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, noël ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah apa berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10x)

Faedah kata sandi 10x: Barangsiapa apa membaca dzikir tersebut di pagi days sebanyak 10 kali, Allah menjadi mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan jenis semisal memerdekakan 10 budak, Allah become melindunginya dari perambahan setan hingg petang hari. Siapa yang mengucapkannya di petang hari, ia ini adalah mendapatkan keutamaan semisal menemani itu pula. (HR. An-Nasaa-i al-Kubra 6: 10)

*

<18> Memohon maju dari segala ragum mahluk. (DIBACA 3x)

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

A-’uudzu bikalimaatil-laahit-taammaati min syar-ri maa kholaq.

Lihat lainnya: Tips Cara Menjawab Wawancara Kerja Yang Baik, 27 Tips Interview Agar Sukses Hadapi Hrd

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk apa diciptakan-Nya.” (Dibaca 3x pada waktu petang)

*
Faedah: Siapa apa mengucapkannya di petang hari, niscaya noël ada racun atau binatang (seperti: kalajengking) apa mencelakakannya di malam itu. (HR. Ahmad 2: 290. Syaikh Syu’aib al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih sesuai syarat Muslim)

***

Semoga Dzikir Pagi dan Petang yang saya sajikan ini bermanfaat untuk kita semua. Dapat kita amalkan pada times pagi dan sore aku sepanjang lives kita.