Tips nota Al-Quran Ala Ustadz Yusuf Mansyur

Menghapal Al Qur’an. Jamaah Umroh tesis Madina yang dirahmati Allah SWT, kali ini kami become menginformasikan beberapa töre dan cara menghapal Al Qur’an menurut pemfitnahan ahlinya. Diantaranya Ustadz Yusuf Mansur.

Anda sedang menonton: Doa menghafal al quran yusuf mansyur

Berikut cara menghapal AlQur’an apa disampaikan Ustadz Yusuf Mansyur:


*
Ayo mengaji Al Qur’an tiap hari

1. Ketika seseorang mau ngafal, baru 1-2x or 4-5 berusaha ngafal, udah hafal. Langsung nanti ayat berikutnya. Harusnya jangan! mengulang dulu 20-40 kali

2. Ngafal menemani itu di nikmati, bukan dipercepat. Dinikmati, diresapi hingga ayat itu menyatu menjangkau darah dan daging kita. Dengan hati dan ingat kita


3. Baca ayat 1, 20-40 kali. Nanti juga hafal sendiri. Memakai dulu dalam shalat sunah. Ayat berikutnya harus baca 20-40 kali. Hafalnya hafal beneran dah tuch

=================================================================

DIBUKA PAKET UMROH senjata $1.500

UMROH bulan JANUARI – MARET

==================================================================

4. Lihat no ini 922 922 922. Trus tutup item ini. Pasti langsung hafal. Itulah “hafalan bohong”. Hafalan permukaan. Minggu depan? bulan depan? Lupa.

5. Kata sandi berulang-ulang adalah proses nota juga. Rajin-rajin aja baca berulang-ulang. Disabarin, dinikmatin. Tp truuuuuussss beraliran hingga tetap hafal 1 surat

6. Such an-naba 40 ayat, al-mulk 30 ayat. Selama 40 aku ngafal an-naba. 30 days ngafal al-mulk. Sambil liat-liat artinya

7. Untuk pengen cepat hafal, didefinisikan cepat lupa. Bukan dapat tambahan saripatinya. Gak dapat rasanya. Jangan kayak kejar setoran. Santai tapi pasti

8. 1 ayat di harus baca 20-40 kali. InsyaAllah pada saat kemudian akan hafal menjangkau sendirinya. Kl kepanjangan, 1 pengelolaan gak masalah. 1 hari 1 baris. Juz amma menyertainya terdiri dari 271 baris. Setahun hafal deh

9. 1 five kan 365 hari. Juz amma kan 271 baris. Itu belum di potong surat-surat pendek yang kita hafal. Mungkin hanya 200 baris sisanya

10. Berita saya, benar-benar di nikmati. Gak pengen dimodernkan hafal crowd tapi lupanya tambahan banyak. Cuma sebutannya saja “sudah hafal”. Padahal sedikit apa nyangkut

11. Lagian ngafal Al-quran itu terlampaui nabung duit atau nabung emas

12. Ngafal menjangkau cara seriiiiinngg baca, berulang-ulang baca, subhanallah…itu kemiripan saja dengan menabung pahala dan jenis bergunung-gunung

13. Pahatan 1 di surat an-naba, 39 huruf. Hitung deh 40 huruf. Pahala 1 huruf 10 kali s/d 100 kali lipat. Coba berapa banyak tuch? Bila dibaca 20-40 kali ?

14. 40 huruf di ayat 1 an-naba kali 700 pahala/kebaikan x 40 kali =112 ribu. Kalo dicairkan? mungkin beli voucher. Tokonya also bisa kebeli

15. Pencairan pahala/kebaikan, kerap Allah lakukan. Semacam bonus sebelum the actual pembagian bonus di aku hisab. Nah bonus ini boleh di minta

16. Yang belum berjodoh, bertanya tentang sama Allah. Bonus ngafal berupa jodoh yang bisa sama-sama ngafal sehingga punya keturunan apa hafal Al-quran

17. Apa punya hutang, minta bonus ngafal kesamaan Allah berupa lunasnya hutang. Yg lainnya belajar, kuliah, minta bonus kuliah setelah jenjang yang lebih tinggi, etc

18. Termasuk apa pengen kaya, asal minta kayanya kemiripannya Allah. Why not? It’s just bonus. Jangan undang minta kerajaan sama Allah. Gak ngafal juga boleh minta

19. Gembirakan hati bahwa Allah tidak hanya Maha Kaya. Tapi tambahan Maha Pemurah. Sama yang gak sholeh aja pemurah. Bagaimana itu? lagi dengan yang berusaha sholeh

Sumber : https://iinparlina.wordpress.com/tsaqafah-islamiyah/kumpulan-tausiyah-dr-whats-app/tips-menghafal-al-quran-ala-ustadz-yusuf-mansyur/

 

15 Langkah Efektif karena Menghafal Al Qur’an
*
Tips menghapal Al Qur’an

Sesuatu yang paling berhak dihafal adalah Al Qur’an, untuk Al Qur’an adalah Firman Allah, pedoman kehidupan umat Islam, sumber dari segala sumber hukum, dan bacaan yang paling sering dulang-ulang melalui manusia. Oleh Karenanya, seorang penuntut ilmu hendaknya meletakan hafalan Al Qur’an seperti prioritas utamanya. Berkata Imam iwagawa : “ Hal duluan ( apa harus diperhatikan oleh seorang penuntut ilmu ) adalah memorandum Al Quran, untuk dia adalah ilmu apa terpenting, juga para ulama salaf noël akan mengajarkan hadis dan fiqh kecuali bagi siapa yang telah hafal Al Quran. Kalau siap hafal Al Quran jangan sekali- kali menyibukan diri dengan hadits dan fikih atau materi lainnya, buat akan menyebabkan hilangnya sebagian atau bahkan seluruh hafalan Al Quran. “()

( ) Imam Nawawi, Al Majmu’,( Beirut, Dar Al Fikri, 1996 ) Cet. Pertama, Juz : I, halaman : 66

Di bawah ini banyak langkah efektif karena menghafal Al Qur’an yang disebutkan para ulama, diantaranya adalah kemudian berikut :
*
Cara menghapal Al Qur’an

Langkah pertama : duluan kali seseorang yang ingin nota Al Qur’am hendaknya mengikhlaskan niatnya hanya untuk Allah saja. Mencapai niat ikhlas, maka Allah akan membantu anda dan menjauhkan dari mereka dari rasa malas dan bosan. Suatu pekerjaan apa diniatkan ikhlas, biasanya become terus dan noel berhenti. Berbeda kalau niatnya hanya untuk mengejar materi ujian atau just ingin ikut perlombaan, atau untuk yang lain.

Langkah kedua : Hendaknya usai itu, ia melakukan Sholat Hajat mencapai memohon kepada Allah agar dimudahkan di di dalam menghafal Al Qur’an. Times sholat hajat ini tidak ditentukan dan doa’anyapun menyerahkan masing-masing pribadi. Bab ini sebagaimana apa diriwayat Hudzaifah ra, yang berkata :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا حزبه أمر صلى

“ Bahwasanya Rosulullah saw jika ditimpa suatu masalah beliau langsung mengerjakan sholat. “()

Adapun riwayat yang menyebutkan doa tertentu batin sholat hajat adalah riwayat lemah, juga riwayat apa mungkar dan noël bisa dijadikan sandaran. ()

Begitu tambahan hadist yang diriwayatkan Ibnu abbas ra apa menjelaskan bahwa Rosulullah experienced mengajarkan Ali bin Abu Thalib sholat khusus buat meghafal Al Qur’an apa terdiri dari empat rekaat , rekaat pertama membaca Al Fatihah dan surat Yasin, rekaat kedua membaca surat Al Fatihah dan ad Dukhan, rekaat ketiga membaca surat Al Fatihah dan Sajdah, dan rekaat paling banyak membaca surat Al Fatihah dan Al Mulk, menyertainya adalah hadits maudhu’ dan noël boleh diamalkan. Sebagian ulama go mengatakan bahwa hadits tersebut adalah hadits dhoif . ()

Langkah Ketiga : Memperbanyak do’a untuk menghafal Al Qur’an. ()

Do’a ini memang noël terdapat batin hadits, akan tetapi seorang muslim sanggup berdo’a menurut kemampuan dan bahasa masing-masing. Could anda sanggup berdo’a seperti ini :

اللهم وفقني لحفظ القرآن الكريم ورزقني تلاوته أناء الليل وأطراف النهار على الوجه الذي يرضيك عنا يا أرحم الراحمين .

“ ya Allah berikanlah kepada saya taufik buat bisa menghafal Al Qur’an, dan berilah saya kekuatan buat terus membacanya siang dan malam benar dengan ridhal dan tuntunan-Mu , wahai yang Maha Pengasih “.

Langkah keempat : memutuskan salah satu metode untuk menghafal Al Qur’an. Asibe banyak sekali metode apa bisa digunakan untuk menghafal Al Qur’an, Masing-masing orang ini adalah mengambil metode apa sesuai mencapai dirinya. Akan tetapi di sini hanya become disebutkan dua metode apa sering dipakai oleh sebagian kalangan, dan terbukti sangat efektif :Metode pertama : memorandum per satu halaman ( keuntungan Mushaf Madinah ). Kita membaca satu lembar apa mau itupenggunaan hafal sebanyak tiga atau five kali secara benar, nanti itu itupenggunaan baru mulai menghafalnya. Ke hafal satu lembar, baru kita bersentuhan kepada lembaran berikutnya mencapai cara apa sama. Dan jangan sampai dipindah ke page berikutnya kecuali telah mengulang halaman- halaman yang siap kita hafal sebelumnya. Seperti contoh : jika kita cantik menghafal satu lembar kemudian kita lanjutkan diatas lembar ke-dua, maka dahulu menghafal halaman ke-tiga, kita harus mengulang dua halaman sebelumnya. Then sebelum menghafal halaman ke-empat, kita harus mengulangi tiga page yang sudah kita hafal. Kemudian sebelum meghafal halaman ke-lima, kita harus mengulangi empat halaman yang sudah kita hafal. Jadi, tiap days kita mengulangi tahun halaman : satu apa baru, empat yang lama. Jika kita dicari menghafal page ke-enam, maka untuk kita harus mengulangi dulu empat halaman sebelumnya, yaitu halaman dua, tiga, empat dan lima. Karena halaman satu kita membukukan dulu, karena sudah terulangi lima kali. Jika kita dicari menghafal page ke-tujuh, maka kita harus mengulangi dulu empat halaman sebelumnya, yaitu page tiga, empat, lima, dan enam. Buat halaman satu dan dua kita tinggal dulu, karena sudah terulangi lima kali, dan begitu seterusnya.

Perlu diperhatikan juga, setiap kita memorandum satu page sebaiknya ditambah satu ayat di halaman berikutnya, agar kita mungkin menyambungkan hafalan antara satu page dengan halaman berikutnya.

Metode kedua : nota per- ayat , yaitu kata sandi satu ayat yang mau kita hafal tiga atau tahun kali secara benar, nanti itu, untuk kita baru nota ayat tersebut. Nanti selesai, kita pindah nanti ayat berikutnya mencapai cara apa sama, dan begiu seterusnya sampai satu halaman. Become tetapi sebelum pindah nanti ayat berikutnya itupenggunaan harus mengulangi what yang siap kita hafal dari ayat sebelumnya. Usai satu halaman, maka itupenggunaan mengulanginya sebagaimana yang telah diterangkan pada metode pertama . ()

Untuk mudah hafalan juga, untuk kita bisa terbagi Al Qur’an menjadi tujuh hizb ( bagian ) :

Surat Al Baqarah sampai suratnya An Nisa’Surat Al Maidah sampai surat At TaubahSurat Yunus sampai suratnya An NahlSurat Al Isra’ sampai Al FurqanSurat as Syuara’ sampai surat YasinSurat as Shoffat sampai suratnya Al HujuratSurat Qaf sampai surat An Nas
*
Menghapal Al Qur’an

Boleh juga dimulai dari bagian last yaitu dari surat Qaf sampai surat An Nas, then masuk pada bagian ke-enam dan seterusnya.

Langkah Kelima : mengatasi Bacaan.

Sebelum mulai menghafal, hendaknya kita diatasi bacaan Al Qur’an agar pantas dengan tajwid. Perbaikan bacaan meliputi pemfitnahan hal, diantaranya :

a/ diatasi Makhroj Huruf. Seperti huruf ( dzal) jangan baca ( zal ), atau huruf ( tsa) jangan dibaca ( sa’ ) sebagaimana contoh dibawah ini :

ثم —— > سم / الذين —- > الزين

b/ memperbaiki Harakat Huruf . Such yang terdapat dalam ayat-ayat di bawah ini :

1/ وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمات ( البقرة : 124 ) —- > )إبراهيمُ ﴾

2/ وَكُنْت ُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ ( المائدة : 116 )

وَكُنْت ُ كُنْتَ

3/ أَفَمَنْ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ أَحَقُّ أَنْ يتَّبَعَ أَمْ مَنْ لَا يَهِدِّي إِلَّا أَنْ يُهْدَى ( ونس : 35 ) —- > أم من لا يَهْدِي

4/ رَبَّنَا أَرِنَا الَّذَيْنِ أَضَلَّانَا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ( فصلت :29 ) —– > الَّذِين

5/ فَكَانَ عَاقِبَتَهُمَا أَنَّهُمَا فِي النَّارِ خَالِدَيْنِ فِيهَا وَذَلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ ﴾ الحشر: 17) —– > خالدِين فيها

Langkah Keenam : untuk menunjang agar bacaan baik, hendaknya hafalan yang ada, itupenggunaan setorkan kepada orang lain, agar orang tersebut tuhan benar jika bacaan itupenggunaan salah. Kadang, selagi menghafal sendiri sering terjadi kesalahan dalam bacaan kita, karena kita noël pernah menyetorkan hafalan kita kepada rakyat lain, sehingga kesalahan itu terus terbawa batin hafalan kita, dan kita menghafalnya menjangkau bacaan tersebut bertahun-tahun lamanya tidak punya mengetahui bahwa menyertainya salah, sampai orang lain yang mendengarkannya finite memberitahukan patahan tersebut.

Langkah ketujuh : Faktor go agar bacaan kita baik dan noël salah, adalah memperbanyak untuk mendengar kaset-kaset bacaan Al Qur’an murattal dari syekh apa mapan di dalam bacaannya. Kalu bisa, tidak hanya sekedar mendengar sambil mengerjakan panggilan lain, akan tetapi mendengarkan dengan serius dan secara teratur. Karena diketahui, akhir-akhir ini – alhamdulillah – kawanan telivisi-telelivisi parabola apa menyiarkan secara langsung pelajaran Al Qur’an murattal dari seorang syekh yang mapan, diantaranya adalah acara di televisi Iqra’ . Tiap pekan terdapat siaran langsung pelajaran Al Qur’an yang dipandu melalui Syekh Aiman Ruysdi seorang qari’ yang mapan dan masyhur, kitapun sanggup menyetor bacaan untuk kita kepada syekh ini lewat telpun. Asupan dari acara tersebut disiarkan mengulang setiap pagi. Selain itu, terdapat tambahan di channel ” Al Majd “, dan channel- channel television lainnya. Acara-acara tersebut banyak help kita di batin memperbaiki bacaan Al Qur’an.

Langkah hati-hati : untuk menguatkan hafalan, hendaknya kita mengulangi halaman yang siap kita hafal sesering mungkin, jangan sampai kita siap merasa hafal satu halaman, then kita tinggal hafalan tersebut dalam tempo apa lama, chapter ini menjadi menyebabkan hilangnya hafalan tersebut. Deskriptif bahwa Imam Ibnu Abi Hatim, seorang ahli hadits apa hafalannya sangat terkenal dengan kuatnya hafalannya. Diatas suatu ketika, ia memorandum sebuah booker dan diulanginya berkali-kali, could sampai tujuh puluh kali. Kebetulan di dalam rumah menemani itu ada nenek tua. Karena seringnya dia mengulang-ulang hafalannya, sampai nenek tersebut bosan mendengarnya, kemudian nenek tersebut panggilan Ibnu Abi ha dan bertanya kepadanya : Wahai anak, what sih apa sedang engkau kerjakan ? “ Saya sedang menghafal sebuah buku “ , jawabnya. Berkata nenek tersebut : “ Nggak usah kemudian itu, saya saja siap hafal secara baik tersebut hanya dengan mendengarkan hafalanmu.” . “ Kalau begitu, saya ingin mendengar hafalanmu “ kata Ibnu Abi Hatim, lalu nenek tersebut awal mengeluarkan hafalannya. Setelah kejadian itu berlalu setahun lamanya, Ibnu Abi hatim datang back kepada nenek tersebut dan demands agar nenek tersebut menngulangi hafalan apa sudah dihafalnya setahun apa lalu, ternyata nenek tersebut sudah tidak hafal kesamaan sekali circa buku tersebut, dan sebaliknya Ibnu Abi Hatim, noël ada satupun hafalannya yang lupa. () cerita ini demonstrasi bahwa mengulang-ulang hafalan sangatlah penting. Barangkali kalau sekedar menghafal kawanan orang yang bisa melakukannya menjangkau cepat, sebagaimana nenek tadi. Kelewat kita patuh mendengar seseorang bisa menghafal Al Qur’an dalam hitungan minggu atau hitungan bulan, dan halaman itu noel terlalu sulit, akan tetapi yang sulit adalah membudaya hafalan dan mengulanginya secara kontinu.

Langkah Kesembilan : Faktor lain apa menguatkan hafalan adalah menggunakan seluruh panca indra yang kita miliki. Maksudnya kita memorandum bukan hanya dengan mata saja, become tetapi dibarengi mencapai membacanya dengan mulut kita, dan kalau perlu kita lanjutkan dengan menulisnya usai dalam booker atau board tulis. Ini sangat membantu hafalan seseorang. Ada mayoritas teman dari Marokko apa menceritakan bahwa cara nota Al Qur’an apa diterapkan di sebagian menyiksa di Marokko adalah mencapai menuliskan hafalannya di atas papan kecil yang terawat oleh masing-masing murid, usai mereka sanggup menghafalnya luarnya kepala, baru tulisan tersebut perlakuan dengan air.

Langkah Kesepuluh : menghafal kepada seorang guru.

Menghafal Al Qur’an kepada seorang guru apa ahli dan mapan di dalam Al Qur’an adalah mendesak diperlukan agar seseorang sanggup menghafal invisor dan benar. Rosulullah witnessed sendiri menghafal Al Qur’an menjangkau Jibril as, dan mengulanginya pada bulan Ramadlan sampai dua kali katam.

Langkah Kesebelas : manfaat satu jenis mushaf Al Qur’an dan jangan sekali-kali bergerak dari satu jenis mushaf kepada apa lainnya. () karena mata kita akan ikut menghafal apa yang itupenggunaan lihat. Jika kita lanskapnya satu ayat lebih dari satu posisi, clearly itu ini adalah mengaburkan hafalan kita. Masalah ini, cantik dihimbau malalui salah seorang penyair di dalam tulisannya :

العين تحفظ قبل الأذن ما تبصر فاختر لنفسك مصحف عمرك الباقي .

“ Mata akan menghafal apa yang dilihatnya- sebelum telinga- , maka pilihlah satu mushaf karena anda selama hidupmu. “()

Yang dimaksud jenis mushaf di sini adalah design penulisan mushaf. Teres ada mayoritas model penulisan mushaf, diantaranya adalah : Mushaf Madinah atau terkenal menjangkau Al Qur’an pojok, satu juz dari mushaf ini terdiri dari 10 lembar, 20 halaman, 8 hizb, dan setiap page dimulai menjangkau ayat baru. Mushaf Madinah ( Mushaf pojok ) ini paling banyak dipakai malalui para pengahafal Al Qur’an, crowd dibagi-bagikan melalui pemerintah Saudi kepada para jama’ah haji. Cetakan-cetakan Al Qur’an sekarang merujuk kepada version mushaf seperti ini. Dan bentuk mushaf sebagai ini paling baik untuk dipakai memorandum Al Qur’an.

Disana ada design lain, such mushaf Al Qur’an apa dipakai melalui sebagain orang Mesir, ada also mushaf yang dipakai malalui sebagain orang Pakistan dan India, ~ ada version mushaf apa dipakai malalui sebagian hutte pesantren tahfidh Al Qur’an di Indonesia apa dicetak malalui Manar Qudus , Demak.

Langkah Keduabelas : Pilihlah waktu apa tepat buat menghafal, dan ini tergantung kepada pribadi masing-masing. Become tetapi batin suatu hadist yang diriwayatkan malalui Abu Hurairah ra, disebutkan bahwasanya Rosulullah witnessed bersabda :

إن الدين يسر ، ولن يشاد الدين أحد إلا غلبه ، فسددوا وقاربوا و أبشروا ، واستعينوا بالغدوة والروحة وشئ من الدلجة

“ Sesungguhnya religius ini mudah, dan noel ada apa mempersulit diri dalam agama ini kecuali dia akan capai sendiri, makanya amalkan keagamaan ini mencapai benar, pelan-pelan, dan berilah kabar gembira, serta gunakan times pagi, siang dan malam ( untuk mengerjakannya ) “ ( HR Bukhari )

Dalam hadist pada disebutkan waktu pagi ,siang dan malam, artinya untuk kita bisa benefit waktu-waktu tersebut untuk menghafal Al Qur’an. Such contoh : di pagi hari, sehabis sholat subuh sampai terbitnya matahari, mungkin kita gunakan untuk menghafal Al Qur’an atau untuk mengulangi hafalan tersebut, times siang siang, habis sholat dluhur, waktu sore habis sholat Ashar, waktu malam habis sholat Isya’ ataukah ketika melakukan sholat tahajud dan seterusnya.

Langkah Ketigabelas : deviasi satu waktu yang sangat tepat karena melakukan pengulangan hafalan adalah waktu ketika sedang diperkerjakan sholat –sholat sunnah, baik di karyawan maupun di rumah. Halaman ini dikarenakan times sholat, seseorang sedang konsentrasi menghadap Allah, dan konsentrasi inilah yang tolong kita batin mengulangi hafalan. Berbeda selagi di luar sholat, seseorang cenderung untuk bosan berada dalam satu posisi, ia ingin selalu bergerak, kadang matanya menengok kanan atau kiri, atau kepalanya ini adalah menengok selama ada sesuatu yang menarik, ataukah bahkan kawannya become menghampirinya dan mengajaknya ngobrol . Perbedaan kalau seseorang sedang sholat, kawannya yang punya kepentingan kepadanya-pun terpaksa harus menunggu menyelesaikan sholat dan tidak berani mendekatinya, dan begitu seterusnya.

Langkah Ketigabelas : deviasi satu faktor apa mendukung hafalan adalah memperhatikan ayat-ayat apa serupa ( mutasyabih ) . Tradisional seseorang yang noël memperhatikan ayat-ayat yang serupa ( mutasyabih ), hafalannya ini adalah tumpang tindih antara satu mencapai lainnya. Ayat apa ada di juz lima umpamanya ini adalah terbawa nanti juz sepuluh. Ayat apa mestinya ada di suratnya Surat Al-Maidah ini adalah terbawa nanti surat Al-Baqarah, dan begitu seterusnya. Di bawah ini ada mayoritas contoh ayat-ayat serupa ( mutasyabihah ) apa seseorang sering melakukan kesalahan ketika menghafalnya :

– ﴿ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ ﴾ البقرة 173 ﴿ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ ) المائدة 3 ، والأنعام 145، و النحل 115

– ( ذلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّين بغير الحق ) البقرة : 61

( إن الذين يكفرون بآيات اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّين بغير حق ) آل عمران : 21

( ذلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ الأنبياء بغير حق ) آل عمرن : 112

Untuk lanskapnya ayat –ayat mutasyabihat seperti ini secara lebih fullest bisa dirujuk booker – buku berikut :

Duurat at Tanzil wa Ghurrat in ~ Ta’wil fi Bayan Al Ayat Al Mutasyabihat min Kitabillahi Al Aziz , karya Al Khatib Al Kafi.Asrar at Tikrar fi Al Qur’an, karya : Mahmud bin Hamzah Al Kirmany.Mutasyabihat Al Qur’an, Abul Husain bin Al Munady‘Aunu Ar Rahman fi Hifdhi Al Qur’an, karya Abu Dzar Al Qalamuni

Langkah Kelimabelas : nanti hafal Al Qur’an, jangan sampai ditinggal begitu saja. Kawanan dari teman-teman yang sudah persegi Al Qur’an di salah satu pondok pesantren, setelah keluar dan hidup dengan studinya apa lebih tinggi, atau usai menikah atau sudah hidup pada suatu pekerjaan, dia tidak lagi mempunyai program karena menjaga hafalannya kembali, sehingga Al-Qur’an apa sudah dihafalnya beberapa lima di pesantren akhirnya hanya tinggal kenangan saja. Usai ditinggal lama dan hidup dengan urusannya, ia dirasakan berat karena mengembalikan hafalannya lagi. Fenomena seperti sangat crowd terjadi dan halaman itu terutang disayangkan sekali. Boleh jadi, ia mendapatkan ijazah seperti seorang yang bergelar ” hafidh ” atau ” hafidhah “, become tetapi jika ditanya circa hafalan Al- Qur’an, maka jawabannya adalah nihil.

Lihat lainnya: Materi Matematika Kelas 5 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Semester 1

Yang paling penting di dalam hal ini bukanlah menghafal, karena banyak setiap orang bisa nota Al Qur’an dalam waktu yang sangat singkat, ini adalah tetapi yang paling penting adalah di mana kita mengolah hafalan tersebut agar tetap terus ada di dalam dada kita. Di sinilah letak perbedaan antara orang apa benar-benar istiqamah dengan orang yang just rajin di ~ awalnya saja. Karena, untuk menjaga hafalan Al Qur’an meminta kemauan apa kuat dan istiqamah yang tinggi. Itu harus memiliki waktunya setiap hari untuk mengulangi hafalannya. Crowd cara untuk menjaga hafalan Al Qur’an, masing-masing tentunya memilih yang terbaik untuknya. Diantara cara buat menjaga hafalan Al Qur’an adalah such berikut :

Mengulangi hafalan menurut waktu sholat lima waktu. Seorang muslim tentunya noël pernah ditinggalkan sholat lima waktu, bab ini hendaknya dimanfaatkan untuk mengulangi hafalannya. Agar terasa lebih ringan, hendaknya setiap sholat dibagi were dua bagian, dahulu sholat dan sesudahnya. Sebelum sholat umpamanya :i sebelum adzan, dan waktu antara adzan dan iqamah. Apabila itu termasuk orang apa rajin nanti masjid, sebaiknya pergi usai masjid sebelum adzan agar waktu karena mengulangi hafalannya lebih panjang. Kemudian setelah sholat, yaitu nanti membaca dzikir ba’da sholat atau dzikir pagi diatas sholat shubuh dan usai dzkir sore usai sholat Ashar. Seandainya saja, ia mampu mengulangi hafalannya dahulu sholat sebanyak seperempat juz dan sesudah sholat seperempat juz juga, maka dalam satu hari dia bisa mengulangi hafalannya sebanyak dua juz setengah. Kalau mungkin istiqamah seperti ini, maka dia bisa menghatamkan hafalannya setiap dua belas hari, tidak punya menyita waktunya kemiripannya sekali. Kalau dia bisa menyempurnakan setengah juz setiap days pada sholat malam atau sholat-sholat sunnah lainnya, berarti dialah bisa rampung setiap harinya tiga juz, dan mungkin menghatamkan Al Qur’an pada setiap sepuluh hari sekali. Kawanan para ulama dahulu apa menghatamkan hafalannya setiap sepuluh days sekali.Ada sebagian orang apa mengulangi hafalannya di ~ malam saja, yaitu selagi ia diperkerjakan sholat tahajud. Biasanya dia menghabiskan sholat tahajudnya selama dua jam. Cuma kita tidak tahu, selama dua pukul itu berapa juz yang ia dapatkan. Menurut dalam jumlah besar umum, kalau hafalannya lancar, konvensional ia bisa menyelesaikan satu juz di dalam waktu setengah jam. Berarti, selama dua pukul dia bisa rampung dua sampai tiga juz dengan dikurangi waktu sujud dan ruku.Ada juga sebagian teman apa mengulangi hafalannya dengan cara masuk dalam halaqah para penghafal Al Qur’an. Kalau halaqah tersebut berkumpul setiap tiga aku sekali, dan setiap peserta wajib menyetor hafalannya kepada temannya tahun juz berarti masing-masing dari peserta mampu menghatamkan Al Qur’an setiap lima belas hari sekali. Inipun just bisa dari itu jika masig-masing dari peserta mengulangi hafalannya sendiri-sendiri dahulu.

*
Kunci sukses menghapal Al Qur’an

====================================================================

DIBUKA PAKET UMROH senjata $1.500

BULAN JANUARI – MARET

==================================================================

( ) hadist riwayat Abu Daud ( no : 1319 ), dishohihkan melalui Syekh Al Bani batin Shohih Sunan Abu Daud , juz I, hal. 361

( ) untuk mengetahui secara lebih lengkap sekitar derajat hadits tersebut bisa ~ dirujuk : Abu Umar Abdullah bin Muhammad Al Hamadi, Al Asinatu Al Musyri’atu fi at Tahdhir min as Solawat Al Mubtadi’ah, ( Kairo, Maktabah at Tabi’in, 2002 ) Cet Pertama, hal. 97 -120

( ) Ibid, hal.21-39

( ) Abu Abdur Rahman Al Baz Taufiq, Ashal Nidham Li Hifdhi Al Qur’an, ( Kairo, Maktabah Al Islamiyah, 2002 ) Cet. Ke-Tiga, Hal. 13

( ) Ali bin Umar Badhdah, Kaifa Tahfadu Al Qur’an, hal. 6

( ) Ibid. Halaman 12

( ) Abu Dzar Al Qalamuni, ‘Aunu Ar Rahman fi Hifdhi Al Qur’an, ( Kairo, Dar Ibnu Al Haitsam, 1998 ) Cet Pertama, hal.16

( ) Abu Abdur Rahman Al Baz Taufiq, Op. Cit, Hal. 15

( ) Imam Nawawi, Al Majmu’,( Beirut, Dar Al Fikri, 1996 ) Cet. Pertama, Juz : I, chapter : 66