Protokol health wajib adalah menjalani tes molekuler isotermal (NAAT/jenis lainnya) di bandar udara kedatangan yang hasilnya dapat diterbitkan dalam waktu kurang lebih 1 kota atau memeriksa RT-PCR.
*



maloneyforwv.com.com, champa - Penumpang pesawat terbang dari luar negeri yang mendarat di Indonesia menjalani protokol kesehatan sesuai dengan suratnya Edaran (SE) menteri kesehatan Perhubungan No.85/2021 circa Petunjuk Pelaksanaan perjalanan Internasional dengan Transportasi Udara di ~ Masa pandemik Covid-19.

Anda sedang menonton: Cara masuk bandara soekarno hatta

Salah satu protokol kesehatan adalah menjalani tes molekuler isotermal (NAAT/jenis lainnya) di bandar udara kedatangan apa hasilnya dapat diterbitkan batin waktu kurang lebih 1 pukul atau tes RT-PCR.

Sejalan dengan itu, pesawat terbang Soekarno-Hatta (Soetta) sebagai pintu gerbang terutama Indonesia telah menyiapkan lokasi dan fasilitas menguji bagi penumpang dari luar negeri apa baru mendarat.


Baca juga : efektif Berlaku hari Ini, Penumpang pesawat Wajib ujian PCR

Melihat dari sisi lain, keberadaan lokasi dan fasilitas ujian PCR di bandara Soekarno-Hatta bagi penumpang dari luar negeri ini luaran sejumlah fakta karena disimak. Berikut 7 sebenarnya yang harus diketahui tersebut:


1. Diterapkan 19 September 2021

Tes PCR bagi penumpang dari luar negeri apa mendarat di pesawat terbang Soekarno-Hatta pertama kali diterapkan 19 September 2021 mulai pukul 00.00 WIB karena mencegah terjadinya muka penularan Covid-19 termasuk varian viridans SARS-CoV-2 baru yang telah bermutasi menjadi varian Alpha, varian Beta, varian Delta, varian Gamma dan varian Mu, serta potensi berkembangnya varian baru lainnya.


Baca juga : policy Baru Satgas Covid-19, Simak Syarat Lengkap bepergian via Darat, Laut, Udara, dan KA

2. Hasil tes dapat diketahui kyung 1 jam


Tes yang dilakukan adalah tes Cepat Molekuler perilaku Real Time RT-PCR apa hasilnya dapat diketahui tentang 1 jam. Pengambilan sampel dilakukan ketika penumpang baru mendarat dan gawangnya didapat sebelum penumpang berangkat nanti tempat karantina.

Hasil tes dapat diketahui tentang 1 jam, sehingga penumpang noël terlalu lama menunggu di bandara.

3. Lokasi tes

Tes PCR dilakukan di international come hall Terminal 3 yang tentunya dengan memperhatikan berbagai aspek termasuk keamanan, kebersihan, kesehatan dan higienis.

International come hall Terminal 3 sangat luas, dan ini membantu untuk ruang apa ada sanggup dimanfaatkan untuk mendirikan hingga 20 bilik pengambilan sampel secara aman. Di international arrival hall juga dibuat sejumlah period holding only bagi penumpang karena melakukan daftar dan menunggu mengonfirmasi dokumen kesehatan.

4. Tampungnya pemeriksaan

Saat ini tampungnya peralatan yang tersedia di bandara Soekarno-Hatta dapat digunakan buat melakukan tes terhadap sekitar 700 rakyat per jam. Dengan kapasitas sebanyak akun itu maka memeriksa PCR dapat dilakukan kontrol dan lancar. Namun demikian, pesawat terbang Soekarno-Hatta militer akan melakukan peningkatan tampungnya tes ke depannya, sejalan mencapai arahan menkes Perhubungan.

5. Testing lab facilities

Bandara Soekarno-Hatta saat ini pusat menyiapkan laboratorium menguji berstandar Bio safety Lab level 2 (BSL 2) untuk pelaksanaan tes PCR yang lebih padat sehingga semakin mendukung kode kesehatan. Malalui BSL 2, tampungnya dalam melakukan tes akan semakin banyak, hasil ujian dapat diketahui lebih cepat, sehingga protokol kesehatan terjaga dan penumpang noel terlalu lama menunggu di bandara.

Keberadaan testing laboratory facilities berstandar BSL 2 ini sekaligus memperkuat digunakan Biosafety monitoring di bandara Soekarno-Hatta. Di Indonesia, bandara Soekarno-Hatta yang pertama menerapkan Biosafety administration guna mewujudkan safe, healthy and balanced & hygiene airport di sentral pandemi.

6. Penggunaan aplikasi PeduliLindungi

Penumpang dari luar negeri agar manfaat aplikasi PeduliLindungi untuk memproses kedatangan implisit verifikasi dokumen kesehatan dan mengisi eHAC internasional. Aplikasi PeduliLindungi ini di bandara Soekarno-Hatta didukung mencapai sistem buat semakin mempermudah penataan dan penanganan di international come hall Terminal 3 termasuk buat tes PCR.

7. Memeriksa PCR kedua

Tes di bandara Soekarno-Hatta merupakan tes apa kedua dilakukan malalui penumpang dari luar negeri. Memeriksa PCR saat di negara keberangkatan menjangkau sampel maksimal 3x24 kota sebelum keberangkatan. Penumpang juga nantinya menjalani ujian PCR ketiga pada days ke-4 karantina.

Lihat lainnya: Lakon Cerita Gambar Hidup Jawaban Tts Gambar Hidup, Kunci Jawaban Tts Pintar 2021 Level 1

Karantina adalah protokol health penting apa harus dijalani penumpang dari luar negeri, dan pada aku ke-4 karantina also kembali become dilakukan menguji PCR.