Berdasarkan 3 kitab tafsir apa telah banyak digunakan dan dipelajari melalui para santri-santri di seluruh Indonesia dan kelewat dijadikan rujukan malalui orang-orang di seluruh dunia.:

Kitab Tafsir Ibnu Katsir karangan Abul Fida’ Ismail bin Umar bin Katsir.Kitab Tafsir Maraah Labiid karangan Syekh Muhammad bin Umar nawawi Al Jawi (Al Banteni).Tafsir Jalalain karangan Jalaluddin al-Mahalli dan muridnya, Jalaluddin as-Suyuthi.

Anda sedang menonton: Asbabun nuzul al maidah ayat 51

Dimulai menjangkau tafsir Ibnu Katsir, mengenai asbabun nuzul Al Maidah: 51.


*

*

Di di dalam kitab tersebut, bermantel bahwa ada selisih pendapat sehubungan dengan asal muasal turunnya ayat ini, Pertama, ayat ini down berkenaan mencapai dua people dimana penyimpangan satunya berkata kepada shohibnya nanti terjadi kediktatoran Uhud. Then orang yang satu pergi nanti orang-orang Yahudi untuk meminta maju kepada mereka kemudian memeluk religius Yahudi dan berharap people Yahudi tersebut memberikan manfaat kepadanya jika terjadi apa-apa. Sedangkan yang satu lagi pergi ke orang-orang Nasrani di Syam dan kemudian berniat buat memeluk agama Nasrani. Akhirnya, Allah menurunkan ayat tersebut.

Kekalahan umat Islam di ~ perang Uhud. Kemudian ada seseorang yang ragu terhadap agamanya, ragu terhadap Rasulnya, ragu terhadap Tuhannya, yang kemudian meminta maju dan kerahasiaan kepada setiap orang Yahudi dan yang satunya kepada orang Nasrani. Apakah ini sekitar “pemimpin”? begitu banyak, begitu banyak lagi tidak. Ini kyung keimanan kawan. “Auliya’” disini justru lebih mengarah diatas “penolong”, “penjamin keselamatan”, “penjamin keamanan”. Allah menegur keras dalam hal ini.

Jika untuk kita benar-benar menghayati lafadz “لا حول و لا قوة إلا بالله”. (Tidak ada daya dan kekuatan kecuali sebab pertolongan Allah), maka kita siap benar-benar noël peduli atau tidak membutuhkan pertolongan diatas selain Allah. Sebab semuanya dikembalikan kepada Allah. What yang bisa ~ diperbuat melalui manusia seperti makhluk apa lemah? Hanyalah Allah penolong kita.

Dialah apa mentakdirkan umat islam kalah di dalam peperangan, dan dia tambahan yang akan mentakdirkan umat islam menang. Kekalahan ini dikehendaki malalui Allah swt sebab umat islam di atas saat itu noel mematuhi perintah Nabinya, sang sayang Tuhannya. Jadi bertaubatlah kepada Allah swt, bertanya tentang maaflah kepada Nabi. Ndak malah berkhianat then menjadikan orang-orang Nasrani dan Yahudi seperti penolong-penolong kalian, seperti penjamin keselamatan kalian dan parahnya lagi, dua people tersebut justru murtad dari agamanya.


*

*

Pendapat Kedua, dalam satu riwayat dikemukakan bahwa ’ Abdullah bin Ubay (tokoh munafik Madinah) dan ’Ubadah bin ash-Shamit (salah seorang tokoh Islam dari Bani Auf bin Khazraj) terikat melalui suatu perjanjian buat membela Yahudi Bani Qainuqa apa memerangi Rasulullah SAW untuk melanggar Piagam Madinah. Abdullah bin Ubay mengajaknya produksi pakta perjanjian mencapai klan Yahudi tersebut apa isinya yaitu noël memihak (merugikan) klan Arab.

Lalu ’Ubadah bin Ash-Shamit berangkat menghadap Rasulullah SAW karena membersihkan diri dari ikatannya mencapai Bani Qianuqa itu, serta menggabungkan diri together Rasulullah experienced dan menyatakan hanya taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Namun Abdullah bin Ubay berujar kalau dia undg mendapatkan plague sehingga dia tidak mau diputus ikatan tersebut.

Maka turunlah ayat ini ( Q.S. Al-Maidah 5:51) apa mengingatkan people beriman untuk tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan noel mengangkat kaum Yahudi dan Nasrani apa pada waktu itu sedang memerangi kaum Muslimin menjadi awliya (pelindung) mereka. Itulah pemahaman tentang asbabun nuzul surat al Maidah ayat 51 dari yang sudah dijelaskan melalui Abul Fida’ Ismail bin Umar bin Katsir di di dalam kitabnya.


*

Selanjutnya beliau juga menceritakan tentang kisah sahabat nabi Umar bin Khattab dan Abu Musa Al-Asy’ari. Dimana pada saat itu Umar menyuruh Abu Musa Al Asy’ari untuk melaporkan circa pemasukan dan pengeluaran di ~ selembar bahan (semacam cerita keuangan). Saat menemani itu Abu Musa memiliki seorang sekretaris apa beragama Nasrani. Umar bin Khattab takjub/kagum menjangkau kemampuannya.

Khalifah memintanya karena membacakan narasi dari Syam akun itu di masjidil Nabawi. Abu Musa mengatakan, “Tidak bisa orang ini masuk nanti Masjid Nabawi.” Umar bertanya, “Mengapa? Apakah dialah sedang junub?” “Bukan, dialah Nasrani,” jawab Abu Musa. Umar langsung membentak Abu Musa dan bang pahanya, dan mengatakan, “Usir dia! (Akhri juhu)”. Kemudian Umar membaca surat Al Maidah ayat 51.

Kenapa Umar bin Khattab marah? untuk penjelasannya liong maka dibahas di item terpisah > https://maloneyforwv.com/
gammrinaldi/penjelasan-lengkap-tentang-umar-bin-khatab-dan-sekretaris-kristen-7dad94cfd2a0#.kgr5cckdf

Sekarang mari kita beralih nanti tafsir Maraah Labiid karangan Syekh nawawi Al-Jawi atau lebih dikenal mencapai gelar Al-Banteni.


Janganlah kita menggantungkan diri karena meminta pertolongan pada mereka dan janganlah kami bergaul mencapai mereka sebagai bergaulnya kami dengan orang-orang yang kalian cintai. What yang sebenarnya ingin disampaikan melalui Syaikh iwagawa adalah agar jangan sampai untuk kita menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani such sahabat karib, teman dekat, selayaknya saudara-saudara kita apa kita cintai. Hingga kita menggantungkan diri dengan mengharap pertolongan kepada mereka. Sebab Allah mendesak melarang keras batin hal ini.

Kemudian Syekh nawawi Al-Jawi cited sebab turunnya QS. 5: 51, sesuai diriwayatkan bahwa ‘Ubādah ibn as-Shāmit mendatangi menemui Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dan berlepas diri di hadapan beliau dari loyalitasnya kepada orang-orang Yahudi. Kemudian pemuka gembong kaum munafiq, ‘Abdullah ibn Ubayy berkata, ‘Aku noel akan berlepas ourselves dari mereka. Untuk aku kecemasan mendapat musibah (adzab).’

Imam as-Suddi also menyatakan bahwa untuk perang Uhud begitu memberi pengaruh terlalu tinggi kepada psikologi sebagian golongan dan takut sekiranya kaum kafir become menguasai mereka, maka seseorang dari kalangan ummat Islam berkata, ‘Aku menjadi ikut si Yahudi itu, agar aku mendapat dapat diandalkan kemananan. Aku takut Yahudi setelah itu berkuasa overhead kita.’ Sebagian apa lain berkata, ‘Aku become ikut si Nasrani itu, yang berasal dari Syam. Aku berwewenang mendapat dapat diandalkan keamanan darinya. Maka, turunlah QS. 5: 51.

Namun menurut ‘Ikrimah, QS. 5: 51 turun berkenaan mencapai Abū Lubābah ibn al-Mundzir, apa diutus oleh Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam usai Yahudi Bani Quraizhah, selagi mereka dikepung. Kemudian Abū Lubābah bermusyawarah mencapai mereka, perihal untuk turun (menyerah). Mereka berkata, ‘Apa yang dilakukan Muhammad kalau kita menyerah?Kemudian Abū Lubābah memberi isyarat dengan meletakkan jarainya di lehernya. Artinya: dia ini adalah membunuh kalian.

Lihat lainnya: Peta Kabupaten Maluku Barat Daya, Nama 17 Kecamatan Di Kabupaten Maluku Barat Daya

Kesimpulan yang dapat kita take berdasarkan tafsir dan asbabun nuzul berdasarkan 3 kitab di ~ adalah: Jangan menjadikan Yahudi dan Nasrani yang memerangi Islam seperti pelindung atau sekutu atau kawan. Contoh di masa sekarang: Indonesia persyaratan perlindungan atau aliansi kepada negara yang memerangi umat muslim. Enim tidak ada hubungannya sama terlalu banyak dengan memilih pemimpin muslim dalam keadaan negara apa damai.